Tribunnews Wiki

Pulau Arkeologi Onrust, Pulau Cagar Budaya yang Setiap Akhir Pekan Banyak Didatangi Wisatawan

Rabu, 6 November 2019 07:48 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Kepulauan Seribu Jakarta, menjadi semakin popular berkat keberadaan pualu-pulau bersejarah di sekitarnya.

Kawasan ini menjadi destinasi wisata sejarah menarik, di kawasan kepualau seribu yang wajib dikunjungi.

Pulau Onrust, masuk dalam wisata taman arkeologi Onrust. Selain Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan pulau Bidadari.

Tahun 1610 setelah perjanjian antara Belanda dengan Pangeran Jayakarta disetujui, pemerintah Belanda mulai mendirikan sarana prasaran pendukung pengamanan kota di Pulau Onrust.

Pulau Onrust sebelum diduduki Belanda, merupakan tempat peristirahatan Pangeran Jayakarta.

Tahun 1618 Jan Pieterszoon Coen menjadikan Pulau Onrust sebagai pertahanan terdepan akibat memuncaknya ancaman dari Banten dan Inggris.

Coen mengumpulkan armadanya yang terdiri dari 15 kapal ke pulau ini untuk menahan armada Inggris.

Pada zaman kolonial, pulau Onrust digunakan sebagai Galangan Kapal oleh pemerintah Belanda dibawah penguasaan kantor perdagangan kerajaan Belanda VOC.

Selama digunakan sebagai galangan kapal, kawasan ini dilengkapi dengan pergudangan lengkap dengan benteng pertahanan awal Batavia (Jakarta).

Sejarah dan Lini Masa

Keberadaan galangan kapal ini digunakan untuk membuat, dan memperbaiki kapal dagang dan militer Belanda.

Dengan dilindungi bentng pertahanan awal, yang lazim disebut sebagai Fort Citadel atau Kunts Batterij.

Aktivitas yang padat di pulau ini, membuat kawasan pulau Onrust mendapat julukan pulau yang tidak pernah beristirahat.

Sesuai penamaan Onrust merupakan Bahasa resapan Bahasa Belanda yang artinya Tidak Istirahat, bagi orang Inggris mengenalnya Unrest.

Onrust tidak dapat dilepaskan dari keberadaan seorang keturunan bangsawan Belanda, yakni Bass Onrust Cornelis van der Wick.

Sampai saat ini pulau Onrust masih menyimpan peninggalan arkeologi, terutama peninggalan masa kolonial Belanda.

Seperti rumah berwarna putih bergaya indische empire yang saat ini menjadi Museum Pulau Onrust.

Museum Pulau Onrust menyimpan memori masa lalu keberadaan Benteng Martello di Pulau Kelor dan Rumah Sakit Karantina Haji di Pulau Cipir.

Pulau Onrust pernah mengalami kemusnahan, ketika armada Inggris dibawah komando HC Ball meblokade Batavia dan menghancurkan seluruh bangunan di pulau Onrust tahun 1800.

Tahun 1803 pihak Belanda berupaya memperbaiki lagi berdasar cetak biru pulau Onrust karya DM Barbier.

Sebelum selesai pembangunan Inggris menyerang dan mengakibatkan pulau Onrust kembali hancur.

Hancurnya pulau Onrust disebabkan serangan Inggris dibawah pimpinan Admiral Edward Pellew tahun 1806.

Ketika Inggris menduduki Batavia, kawasan Pulau Onrust diperbarui dan digunakan sampai 1816.

Tahun 1850 gelombang pertama ibadah haji masyarakat Indonesia, meningkat tajam.

Mereka yang ingin berhaji diharuskan menggunakan kapal laut, butuh sekira 2 tahun untuk melakukan perjalanan haji.

Alasan pembangunan sarana sekaligus rumah sakit karantina haji, yakni kekhawatiran pemerintah Belanda kepada calon haji akan menjadi pemberontak.

Akhirnya keluar kebijakan pemerintah Belanda, yakni memerintahkan kepemilikan surat perjalanan haji dan dilakukan karantina sebelum pemberangkatan.

Bencana meletusnya Gunung Krakatau tahun 1883, membuat kawasan Onrust mengalami kerusakan cukup parah.

Karena Onrust menjadi ujung tanduk pertahanan Batavia, kawasan tersebut diperbaiki kembali oleh pemerintah Belanda

Karantina dilakukan supaya calon haji tidak menyebarkan semangat melawan Belanda.

Karena istilah haji masa kolonial dianggap sebagai pemberontak setelah mendapat pengaruh dari Arab.

Penggunaan pulau Onrust sebagai karantina haji berlangsung hingga tahun 1933.

Masa kependudukan Jepang, pulau Onrust difungsikan sebagai pengasingan bagi tahanan politik dan pemberontak.

Sejarah pemberontakan di kapal Zeven Provincien mencatatkan pelaut kenamaan Belanda, Maud Boshart ditangkap dan diasingkan di Pulau Onrust.

Maud Boshart ditangkap karena melakukan penyerangan dan menyebabkan terjadi pemberontakan anak buah kapal De Zeven Provincien.

Onrust tidak hanya sarana pertahanan

Pulau Onrust juga merupakan kompleks pemakaman orang Belanda, dahulu bernama Kerkhoff atau Begraafplats.

Satu diantaranya makam Maria van de Velde, dan makam Belanda lain.

Terdaftar sekira 40 orang Belanda di makamkan di Pulau Onrust, mayoritas tewas dalam usia muda karena penyakit malaria.

Satu diantaranya adalah Anna Andriana Duran, seorang gadis kecil anak dari Bastian Duran.

Kelahiran Pulau Onrust 19 Desember 1763 dan meninggal 19 September 1772 di Pulau Onrust.

Tidak jauh dari makam Anna, beraring sebuah nisan wanita muda bernama Maria van de Velde.

Perempuan kelahiran Amsterdam Belanda tahun 1693 dan meninggal di Onrust 19 November 1721.

Puluhan batu nisan tua sebagian besar tidak terawatt, dan berserakan di pemakaman pulau ini.

Sebagian besar sudah tidak dapat dikenali siapa pemilik dan keluarganya, namun ada beberapa dengan papan pengenal khusus dari pihak keluarga.

Yang Tersisa dari Pulau Onrust

Memiliki riwayat sejarah yang tinggi, pemerintah menetapkan kawasan Pulau Onrust, Pulau Cipir, Pulau Kelor, dan Pulau Bidadari kedalam situs Cagar Budaya dengan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 2209 tahun 2015. Yang tersisa di Pulau Onrust:

1. Kompleks pemakaman Belanda atau Begraafplats.

2. Rumah Sakit Karantina Haji.

3. Benteng Martello.

4. Museum Pulau Onrust

Referensi:

Suratminto, Lili. 2008. "Makna Sosio Histori Batu Nisan VOC di Batvia". Wedatama Widya Sastra: Jakarta.

Gelman Taylor, Jean. 2009. "Kehidupan Sosial di Batavia". Masup: Jakarta.

(TribunnewsWiki.com/Ibnu Rustamaji)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul: Pulau Arkeologi Onrust.

Editor: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved