Terkini Daerah

Rumahnya Kebanjiran Akibat Pembangunan Kereta Api Cepat, Warga Cipinang Melayu Tuntut Ganti Rugi

Senin, 4 November 2019 18:06 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUN-VIDEO.COM, MAKASAR - Warga RW 12, dan RW 05 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar menuntut ganti rugi kepada PT Wika atas banjir imbas pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Septian Dwi Cahyono (29), warga RW 12 mengatakan tuntutan tersebut sebagai tindak lanjut kesepakatan usai warga dan perwakilan PT Wika bertemu pada Sabtu (2/11/2019).

"Kita sudah melakukan pendataan untuk warga yang rumahnya terdampak banjir kemarin. Hasil pendataan kurang dari 100 rumah warga yang dirugikan," kata Septian di Makasar, Jakarta Timur, Senin (4/11/2019).

Menurutnya banjir dengan ketinggian 10 hingga 60 sentimeter pada Jumat (1/11/2019) akibat tanggul di Kali Sunter membendung debit air sehingga meluap.

Septian menuturkan warga merugi karena tak sempat mengangkat barang-barang di rumahnya karena terakhir kebanjiran 12 tahun silam.

"Waktu kejadian warga masih kerja, jadi enggak di rumah dan menyelamatkan barangnya. Mayoritas kerugian kebanyakan barang elektronik rusak karena banjir," ujarnya.

Menurutnya kerugian warga dibagi dua kategori, yakni kerugian berat seperti kerusakan barang elektronik, kendaraan rusak karena terendam banjir.

Sementara kerugian menengah karena warga kelelahan membersihkan rumah sisa lumpur dan sampah imbas banjir luapan Kali Sunter.

"Seperti motor yang rusak karena terendam, itu termasuk kerugian berat. Kalau kasur yang basah terus dijemur itu menengah. Kita juga sudah buat proposal untuk minta ganti ruginya," tuturnya.

Di RW 12 Septian menyebut warga di RT 08, 09, 07, dan 11 terdampak banjir dengan ketinggian bervariasi, sementara di RW 05 ada sekitar 10 rumah yang terdampak.

Permintaan agar PT Wika selaku satu pihak terlibat pembangunan Kereta Api Cepat memberi ganti rugi sebelumnya sudah dibahas dalam pertemuan.

"Masing-masing RT ada koordinator yang bertugas mengumpulkan KK (kartu keluarga) dan mendata kerugian warga. Saya sendiri koordinator untuk warga RT 08, sudah banyak warga yang ngasih KK-nya ke saya," lanjut Septian.

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman membenarkan bila warganya menuntut ganti rugi kepada PT Wika selaku satu pihak yang terlibat pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

"Kalau ganti kerugian dilihat kembali apakah ada barang-barang yang rusak antara pihak Wika dengan warga," kata Agus.

Tanggul yang membendung debit air Kali Sunter sendiri dibongkar PT Wika pada Jumat (1/11/2019) malam setelah warga protes rumahnya kebanjiran. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Rumahnya Kebanjiran Akibat Pembangunan Kereta Api Cepat, Warga Cipinang Melayu Tuntut Ganti Rugi

ARTIKEL POPULER:

Baca: Warga Tanah Galian Terdampak Proyek Kereta Api Cepat Belum Setuju Besaran Uang Ganti Rugi

Baca: Dubes Tiongkok untuk Indonesia Jelaskan Soal Harga Proyek Kereta Cepat

Baca: PT KCIC: Sumber Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi Berada di Lokasi Proyek Kereta Cepat

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved