Olahraga

Inilah Alasan Gubernur Kalteng Kalimantan Tengah Sugianto Sabran Melempar Botol

Senin, 4 November 2019 12:09 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Jadi sorotan usai aksi lempar botol ke lapangan di laga Kalteng Putra Vs Persib Bandung, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran buka suara.

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran akhirnya angkat suara soal usai aksi lempar botol ke lapangan di laga Kalteng Putra Vs Persib Bandung,

Sugianto Sabran menjadi sorotan seusai melakukan pelemparan botol ke lapangan di laga Kalteng Putra Vs Persib Bandung beberapa waktu lalu.

Usai aksi pelemparan tersebut, Sugianto Sabran menyadari bahwa apa yang dilakukannya memang tidak tepat.

Sugianto Sabran pun meminta maaf atas tindakan pelemparan botol di laga Kalteng Putra Vs Persib itu.

Sugianto Sabran mengaku bahwa tindakannya itu dilakukan secara spontan.

Ia mengaku terpancing emosi melihat kepimpinan wasit di lapangan.

Menurutnya, wasit yang memimpin Kalteng Putra Vs Persib Bandung terkesan tidak adil.

Wasit, kata dia, seolah begitu mudah memberikan kartu kepada para pemain kalteng Putra ketika terjadi pelanggaran.

"Saya lakukan karena kezaliman dilakukan wasit terhadap Kalteng Putra, sudah berkali-kali selama saya nonton pertandingan ada empat kali kalau ga salah," ungkapnya seperti dilansir TribunnewsBogor,com dari tayangan Metrotvnews, Minggu (3/11/2019).

Atas tindakannya itu, Sugianto Sabran meminta maaf terutama kepada masyarakat Kalimantan Tengah.

"Saya selaku gubernur Kalimantan Tengah meminta maaf terhadap persepak bolaan Indonesia, khususnya masyarakat Kalimantan Tengah yang merasa tak nyaman," ujanya.

Meski begitu, Sugianto Sabran menilai jika insiden pelemparan botol ke lapangan itu terkesan terlalu dibesar-besarkan.

"Tapi yang lempar botol ini cuma dibesar-besarkan media, sebetulnya yang melempar cuma empat, enam orang," tuturnya.

Di sisi lain, aksinya yang juga kedapatan turun ke lapangan itu dinilai sebagai suatu pencegahan terjadinya amuk suporter.

"Dengan saya bertindak masyarakat jadi gak turun, karena saya melihat nanti saya kirim videonya bahwa karena saya begitu massa ga jadi turun," terangnya.

"Kalalu saya ga turun massa yang turun," tambahnya.

Sugianto Sabran pun mengaku menyesal atas tindakannya itu.

"Menyesal pasti ada tapi setelah saya pikir lebih baik saya lakukan daripada siapa lagi yang melakukannya," katanya.

Diwartakan sebelumnya, Video Gubernur Kalimantan Tengan Sugianto Sabran cekcok dengan Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar menjadi viral di media sosial.

Cekcok antara Gubernur Kalteng Sugianto dengan Kapolres terjadi di sela laga Kalteng Putra vs Persib Bandung.

Gubernur Kalteng Sugianto tak terima atas keputusan wasit hingga melempat botol air mineral ke lapangan.

Sugianto menjadi penonton di pertandingan Kalteng Putra vs Persib Banding di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Rata, Jumat (1/11/2019).

Penonton yang menyaksikan laga Kaalteng Putra vs Persib Bandung tersebut sekitar 4.500 orang.

Tensi permainan dalam laga Kalteng Putra vs Persib Bandung sudah mulai panas sejak babak pertama.

Kedua tim, baik Persib Bandung maupun Kalteng Putra sama-sama ngotot melancarkan serangan.

Di menit ke 27 pertandingan sempat dihentikan sekitar 5 menit.

Wasit asal DKI Jakarta, Abdul Rahmad memberi kartu merah pada pemain Kalteng Putra Petrich Steve Wanggai.

Kartu merah terhadap Wanggai memicu reaksi keras dari pendukung, termasuk Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Dalam video yang beredar, Gubernur Kalteng Sugianto yang berada di tribun VVIP terlihat melempar botol air mineral ke arah lapangan.

Sugianto yang mengenakan baju orange dipadu topi hitam sesekali menunjuk ke arah lapangan.

"Wasit, wasit," teriak Sugianto.

Setelah melempar botol air mineral, ia kembali memegang botol lain.

Usai menunjuk, Sugianto memukul-mukul botol tersebut.

Tak berselang lama, Gubernur Sugianto kemudian turun dari tribun menuju ke dalam lapangan.

Sugianto terlihat menghampiri pihak kepolisian.

"lihat semua jadi ngelemparin pak, jadinya ngelemparin," kaata AKBP Timbul RK Siregar.

"Wasit itu main gaak bener," kata Gubernur Kalteng Sugianto.

"Iya cuman paakai aturan pak," timpal Kapolres.

"Ini sama pakai aturan," kata Sugianto.

Soal video Gubernur Kalteng Sugianto dengan Kapolres, Yunarto Wijaya juga ikut mengomentarinya.

Yunarto Wijaya memprediksi, bila Gubernur Sugianto satu lawan satu dengan Kapolres, tidak mungkin akan sampai satu ronde.

"Suruh 1 lawan 1 sama kapolresnya sana dijamin gak nyampe 1 ronde..." tulis akun Twitter Yunarto Wijaya.

Melansir Banjarmasinpost, tepat pada menit ke 47 babak pertama, gol perdana diciptakan Pemain Persib Bandung dengan nomor punggung 20 atas nama Kevin Bernard Van Kippersluis, yang berhasil membobol gawang Kalteng Putra sehingga score 1 0 untuk Persib Bandung, hingga babak pertama usai kedudukan tidak berubah.

Memasuki babak kedua, permaian tampak semakin keras, namun tampak sekali stamina Pemain Kalteng Putra menurun dengan keluarnya Wanggai.

Sehingga goal kedua tercipta untuk Persib Bandung melalui tendangan Ezechiel Ndousel dengan nomor pungung 10 pada menit ke 61.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengaku kecewa dengan tindakan wasit yang memberikan kartu merah kepada Wanggai, karena dianggap tidak bijaksana.

Dia mengatakan kejadian semacam ini sudah beberapa kali disaksikannya.

"Jika seperti ini terus sepak bola kita susah majunya," ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Kalteng Putera Gomes de Olivera menyatakan, permainan tersebut tidak sesuai dengan harapan, karena kehilangan Wanggai satu pemain merugikan dengan 11 pemain sulit melawan sekelas tim Bandung apalagi dengan 10 pemain semakin sulit.

"Saya bangga dengan masyarakat Kalteng , tidak membuat rusuh , selesaikan berjuang sampai perjuangan terakhir untuk menghindar dari zona degradasi. Permainan tadi berupaya untuk membalas namun belum mampu dan pemain sudah berkerja keras," uajranya.

Sementara itu, Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts, mengucapkan syukur mendapat tiga poin di markas Kalteng Putera.

"Mengalahkan tim sekelas Kalteng Putera sangat sulit . Permainan sangat alot dan beruntung bisa memenangkan laga tadi," ujarnya.

Laga liga 1 putaran kedua antara Kalteng Putra sebagai tuan rumah dan Persib Bandung sebagai tim tamu, yang digelar di Stadion Tuah Pahoe, Jumat (1/11/2019) wasit mengaluarkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Tribunnewsbogor.com/Mohamad Afkar)

Artikel ini telah ditayangkan di tribunnewswiki.com dengan judul : Aksi Lempar Botol, Gubernur Kalteng Minta Maaf, Sebut Dibesar-besarkan dan Cegah Amuk Suporter

ARTIKEL POPULER:

Baca: Kesal terhadap Wasit, Gubernur Kalteng Lempar Botol dan Turun ke Lapangan

Baca: Gubernur Kalteng Terancam Sanksi dari Komisi Disiplin PSSI karena Pelemparan Botol

Baca: Sosok Gubernur Kalteng Sugianto, Mantan Suami Ussy Sulistiawaty, Punya Istri 19 Tahun Lebih Muda

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved