Tribunnews WIKI
Profil Asma Nadia - Penulis Puluhan Buku Best Seller Indonesia
TRIBUN-VIDEO.COM - Asma Nadia mempunyai nama asli Asmarani Rosalba.
Asma Nadia lahir di Jakarta, 26 Maret 1972.
Kedua orang tuanya bernama Amin Usman dan Maria Eri Susanti.
Ayahnya berdarah Aceh sedangkan Ibunya merupakan mualaf berdarah Tionghoa asal Medan.
Asma Nadia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Kakak Asma Nadia bernama Helvy Tiana Rosa, seorang penulis.
Adapun Adik Asma Nadia bernama Aeron Tomino.
Mereka bertiga sama-sama memiliki minat di dunia tulis-menulis.
Minat tersebut diturunkan dari sang kakek dari pihak ayah, Teuku Muhammad Usman El Muhammady.
Masa Kecil
Asma Nadia semasa kecil hidup dan tumbuh dalam himpitan ekonomi keluarga.
Keluarga Asma Nadia harus hidup berpindah-pindah dari satu rumah sewa ke rumah sewa lain di Jakarta.
Keluarga Asma bahkan pernah tinggal di tepi rel kereta api, di kawasan Gunung Sahari.
Keluarga Asma mengalami keadaan tersebut sebelum ayahnya mencapai puncak karier sebagai pencipta lagu.
Ibu asma Nadia mempunyai hobi menulis catatan harian.
Di tengah keterbatasan, Asma Nadia melihat kebiasaan ibunya dalam memuliakan buku.
Ibu Asma menghimbau anak-anaknya merawat buku dengan memberikan sampul plastik atau kertas minyak.
Kebiasaan inilah yang membuat Asma jadi gemar membaca dan menulis.
Al-ummu madrasatul ‘ula (ibu adalah madrasah pertama (untuk anak-anaknya).
Keyakinan itulah yang selalu dipegang oleh Asma.
Ibunya adalah inspirasi bagi Asma Nadia.
Ia selalu membantu orang yang membutuhkan dan tidak pernah putus asa.
Sesulit apapun keadaan keluarga.
Kebiasaan membaca yang dibangun ibunya juga diturunkan kepada kedua anak pertamanya.
Mereka adalah Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia yang mengikuti jejaknya sebagai penulis.
Ketika usianya tujuh tahun, Asma Nadia pernah terbentur dari tempat tidur ketika bermimpi buruk.
Keluarga Asma mulanya menganggap luka di kepalanya hanya luka biasa.
Namun beberapa hari kemudian, Asma Nadia terus merasa kesakitan.
Akhirnya Asma Nadia dibawa ke dokter untuk diperiksakan.
Hasil pemeriksaannya sendiri menyimpulkan Asma mengalami gegar otak.
Derita Asma Nadia semakin bertambah ketika jantung dan paru-parunya tidak sehat.
Selama sepuluh tahun, hidup Asma tidak lepas dari obat-obatan dan bolak balik ke rumah sakit untuk check up.
Seusai lulus dari SMA 1 Budi Utomo Jakarta, Asma melanjutkan kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Rupanya penyakit gegar otaknya semakin parah hingga dokter menyarankan Asma berhenti kuliah, istirahat total.
Walaupun demikian, Asma tetap rajin menulis untuk mengisi waktu luang.
Asma juga mengikuti kursus bahasa Arab dan Inggris.
Dorongan dan semangat keluarga dan orang-orang menjadi alasan yang mendorongnya tetap semangat menulis.
Karya Asma Nadia
Buku
- Assalamualaikum, Beijing!
- Surga yang tak dirindukan
- Salon Kepribadian
- Derai Sunyi, novel yang mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera)
- Preh (A Waiting), naskah drama dua bahasa yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta
- Cinta Tak Pernah Menari, kumpulan cerpen yang meraih Pena Award
- Rembulan di Mata Ibu (2001), novel yang memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional
- Dialog Dua Layar, novel yang memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI, 2002
- 101 Dating: Jo dan Kas, novel yang meraih penghargaan Adikarya IKAPI, 2005
- Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!, nonfiksi, best seller.
- Emak Ingin Naik Haji: Cinta Hingga Tanah Suci yang diadaptasi menjadi film Emak Ingin Naik Haji dan sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah
- Jilbab Traveler
- Muhasabah Cinta Seorang Istri
- Catatan Hati Bunda
- Jendela Rara telah diadaptasi menjadi film yang berjudul Rumah Tanpa Jendela
- Catatan Hati Seorang Istri, karya nonfiksi yang diadaptasi menjadi sinetron Catatan Hati Seorang Istri yang ditayangkan RCTI
- Serial Aisyah Putri yang diadaptasi menjadi sinetron Aisyah Putri The Series: Jilbab In Love
a. Aisyah Putri: Operasi Milenia
b. Aisyah Putri: Chat On-Line!
c. Aisyah Putri: Mr. Penyair
d. Aisyah Putri: Teror Jelangkung Keren
e. Aisyah Putri: Hidayah Buat Sang Bodyguard
f. Aisyah Putri: My Pinky Moments
Karya yang Ditulis Bersama Penulis Lain
- The Jilbab Traveler
- Jangan Bercerai Bunda
- Catatan Hati Ibunda
- La Tahzan for Hijabers
- Ketika Penulis Jatuh Cinta
- Kisah Kasih dari Negeri Pengantin
- Jilbab Pertamaku
- Miss Right Where R U? Suka Duka dan Tips Jadi Jomblo Beriman
- Jatuh Bangun Cintaku
- Gara-gara Jilbabku
- Galz Please Don’t Cry
- The Real Dezperate Housewives
- Ketika Aa Menikah Lagi
- Karenamu Aku Cemburu
- Catatan Hati di Setiap Sujudku
- Badman: Bidin
- Suparman Pulang Kampung
- Pura-Pura Ninja
- Catatan Hati di Setiap Sujudku
- Mengejar-ngejar Mimpi
- Dikejar-kejar Mimpi
- Gara-gara Indonesia
- Diary Doa Aisyah Putri
Prestasi
Derai Sunyi terpilih sebagai novel terpuji Majelis Sastra Asia Tenggara 2005.
Istana Kedua (Surga yang Tak Dirindukan) terpilih sebagai novel terbaik IBF 2008.
Cerpennya terpilih sebagai cerpen terbaik majalah Annida, 1994-1995.
Naskah drama Preh terpilih sebagai naskah terbaik Lokakarya Perempuan Penulis Naskah Drama yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan FIB.
Rembulan di Mata Ibu mendapat penghargaan buku remaja terbaik, 2001.
Ia juga mendapat Anugerah Adikarya IKAPI sebagai pemenang Pengarang Fiksi Remaja Terbaik, 2001, 2002, dan 2005.
Pada 2011, Asma Nadia dinobatkan sebagai tokoh Perbukuan Islam IKAPI.
Surga yang Tak Dirindukan (SYTD) menjadi film terlaris tahun 2015.
Film tersebut meraih dua penghargaan di Festival Film Bandung 2015.
SYTD juga mendapat enam penghargaan Indonesia Box Office Movie Awards (IBOMA), dengan satu kategori Film Box Office Terlaris.
Assalamualaikum Beijing masuk dalam top 10 film terlaris 2014.
Film itu diputar di Okinawa International Film Festival, Jepang, 2015.
Umi Aminah (diadaptasi dari 17 Catatan Hati Ummi) tercatat sebagai salah satu film religius kolosal, 2012.
Rumah Tanpa Jendela mengantarkan pemeran utamanya meraih penghargaan Piala Citra.
Emak Ingin Naik Haji meraih lima penghargaan di Festival Film Bandung 2009.
Film tersebut diputar pada festival film di International Writing Program, Iowa, Amerika.
Pada 2016, tiga karyanya, Pesantren Impian, Jilbab Traveler–Love Sparks in Korea, telah difilmkan.
Kemudian menyusul Cinta Laki-laki Biasa juga dijadikan film.
Tahun 2017, film Surga yang Tak Dirindukan 2 diangkat ke layar lebar, tayang di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Sementara novel Cinta Dua Kodi adaptasi filmnya dirilis awal tahun 2018.
Asma Nadia menjadi Tokoh Perubahan Republika 2010.
Karyanya juga diangkat menjadi Film Televisi (FTV) dan diadaptasi ke dalam sinetron.
sinetron itu yaitu Aisyah Putri–Jilbab in Love, Catatan Hati Seorang Istri (CHSI), Sakinah Bersamamu, dan Catatan Hati Seorang Istri Season 2.
Asma Nadia, bersama sang suami, Isa Alamsyah, juga membangun grup Komunitas Bisa Menulis (KBM).
Grup tersebut kini beranggotakan lebih dari 417.000 orang.
Kemampuan Asma membuat Asma menjadi seorang tokoh inspiratif terutama di bidang keilmuan sastra.
Pada 2009 Asma bahkan melakukan perjalanan keliling Eropa untuk mengisi seminar di berbagai kota.
Di antaranya, kota Jenewa, Berlin, Roma, Manchester dan Newcastle.
(TribunnewsWiki.com/Nabila Ikrima)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Asma Nadia
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
Nasional
Angkat Isu Fatherless, Buku "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?" Sukses Buat Pembaca Banjir Air Mata
Minggu, 5 Januari 2025
TRIBUN-VIDEO UPDATE
Viral Sosok DeLiang Bocah 11 Tahun yang Berhasil Jadi Penulis dan Terbitkan 40 Buku Bahasa Inggris
Selasa, 6 Februari 2024
LIVE UPDATE
Penulis Asma Nadia Luncurkan Novel ke-108 "Jangan Bercerai, Bunda", Bicara soal Keresahan Masyarakat
Selasa, 12 Desember 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.