Terkini Nasional

Jokowi Beri Kapolri Idham Azis Waktu 1 Bulan Ungkap Kasus Novel Baswedan

Sabtu, 2 November 2019 14:57 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Penyelesaian kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK menjadi pesan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terhadap Idham Azis yang baru saja dilantik menjadi Kapolri.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (1/11/2019), Jokowi menyampaikan pesannya kepada Kapolri baru Idham Azis setelah dirinya resmi melantik Idham.

Seusai melantik Idham sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/11/2019), Jokowi memberikan batas waktu untuk menyelesaikan kasus Novel.

Jokowi meminta agar kasus tersebut dapat segera dipecahkan dengan tenggat waktu sampai awal Desember.

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat sore.

Namun Jokowi tidak menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh wartawan.

Pertama, ketika dirinya ditanya oleh wartawan terkait pembentukan tim gabungan pencari fakta independen jika sampai Desember, kasus Novel belum selesai.

Kepada Kapolri terdahulu Tito Karnavian, Jokowi sempat memberikan tenggat waktu tiga bulan untuk mengungkap kasus tersebut.

Mantan Kapolri Tito yang sekarang menjadi Menteri Dalam Negeri RI gagal mengungkap kasus tersebut saat dirinya menjabat sebagai Kapolri.

Karier Kapolri Idham Azis

Diberitakan TribunWow dari WartaKota, Idham Azis lahir di Kendari, 30 Januari 1963.

Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikannya ke Akademi Polisi dan lulus tahun 1988.

Selama berkarier di kepolisian, Idham seringkali bekerja sama dengan mantan Kapolri Tito Karnavian.

Idham pernah menjadi anggota tim Kobra yang dipimpin Tito saat memburu tersangka pembunuhan yang juga putra bungsu Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Diketahui, Tommy terlibat dalam kasus pembunuhan hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita pada 7 Agustus 2000.

Setelah tertangkap, Tommy diadili dan divonis 10 tahun penjara, namun ia bebas pada 2006.

Tak berhenti sampai di situ, Idham dan Tito juga bekerja sama saat melumpuhkan teroris bom Bali, Dr Azhari di Batu, Jawa Timur pada 9 November 2005.

Atas keberhasilan upayanya tersebut, mereka diganjar penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Polisi (purn) Sutanto.

Idham diketahui, pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Polri di tahun 2010.

Karier Idham pun semakin meningkat, tahun 2013 ia menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Tahun 2014, ia dipindah tugaskan ke Sulawesi Tengah untuk menjadi Kapolda.

Dua tahun berselang ia menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Tak lama ia kemudian menjabat Kapolda Metro Jaya, hingga akhirnya menjadi Kabareskrim Polri pada awal 2019.

Ia sempat ambil bagian dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Hingga kini dirinya dilantik menjadi Kapolri, kasus penyerangan terhadap Novel masih belum selesai.

Komitmen Idham Selesaikan Kasus Novel

Sebelum dirinya dilantik menjadi Kapolri, Idham Azis berkomitmen dirinya akan segera menuntaskan kasus Novel Baswedan.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (30/10/2019), Idham mengatakan dirinya akan segera membentuk Kabareskrim baru untuk mengungkap kasus Novel Baswedan.

"Nanti begitu saya dilantik (sebagai Kapolri), saya akan menunjuk Kabareskrim baru dan nanti saya beri dia waktu untuk segera mengungkap kasus itu (Novel Baswedan)," kata Idham usai rapat pleno Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Idham mengatakan Kabareskrim baru akan segera dibentuk pada Jumat (1/11/2019).

"Insya Allah hari Jumat nanti," ujarnya.

KPK Minta Kapolri Usut kasus Novel

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (1/11/2019), Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah mengatakan Idham Azis yang baru saja dilantik menjadi Kapolri berharap Polri mengusut semua pelaku penyerangan pegawai KPK.

"Harapan KPK, pelaku-pelaku penyerangan pegawai KPK," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (1/11/2019).

Febri juga berharap agar Polri mengusut pelaku teror terhadap rumah dua pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode M Syarief.

"Dan juga bahkan teror terhadap rumah dua Pimpinan KPK Pak Agus dan Pak Laode itu bisa juga diungkap," tambahnya.

Mewakili KPK, Febri ingin agar kerjasama antara KPK dan Polri menjadi lebih kuat.

"Tadi Ketua KPK hadir di pelantikan Kapolri dan tentu ini sekaligus sebagai bentuk, katakanlah, ucapan selamat dan harapan KPK juga agar KPK dan Polri lebih kuat kerjasamanya ke depan," ujar Febri.

Kemudian saat ditanya soal pernyataan Jokowi yang memberikan tenggat waktu hingga Desember untuk usut kasus Novel, Febri hanya memberikan jawaban singkat.

"Kita tunggu saja," katanya.

(TribunWow.com/Anung Malik)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Jokowi Beri Kapolri Waktu 1 Bulan Ungkap Kasus Novel Baswedan, Tak Jawab saat Ditanya soal Ini

ARTIKEL POPULER:

Baca: Resmi Jadi Kapolri, Idham Azis Tak Jawab Pertanyaan soal Kasus Novel Baswedan

Baca: Komjen Idham Azis Jadi Kapolri, Novel Baswedan Pesimis Kasusnya Bisa Terungkap

Baca: Presiden Joko Widodo Serahkan Kasus Novel Baswedan ke Kapolri Baru

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Buyung Haryo
Sumber: TribunWow.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved