Terkini Nasional
Gubernur Anies Terkejut Ada Dua Pejabat DKI Mundur di Tengah Polemik Anggaran
TRIBUN-VIDEO.COM - Dua pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta mengundurkan diri di tengah pembahasan rancangan kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 yang menuai berbagai kritik.
Dua pejabat itu yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Sri Mahendra Satria Wirawan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Edy Junaedi.
Bappeda punya peran cukup vital karena bertugas mengoordinasikan seluruh dokumen rancangan anggaran.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku terkejut saat Mahendra menyampaikan surat pengunduran diri.
Namun, dia menghormati keputusan Mahendra.
"Ini adalah sikap yang perlu dihormati, perlu dihargai, ketika memilih untuk memberikan kesempatan kepada yang lain ketika memikirkan organisasi di atas kepentingan dirinya," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/11/2019).
Anies berterima kasih kepada Mahendra karena telah bertugas sebagai Kepala Bappeda selama 10 bulan sejak dilantik pada 9 Januari 2019.
Sementara soal Edy yang juga mengundurkan diri, Anies belum banyak berkomentar.
Sebab, dia belum bertemu langsung dengan Edy karena Edy sedang berada di luar kota.
"Beliau (Edy) hanya menyerahkan surat pengunduran diri, tapi belum bertemu dan belum ada informasi lebih jauh," kata dia.
Anies belum menyampaikan pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata yang akan memimpin dinas tersebut untuk sementara waktu.
Sementara pelaksana tugas Kepala Bappeda akan dijabat Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Penduduk dan Permukiman Sri Suharti.
"Ibu Suharti adalah seorang yang berpengalaman di bidang perencanaan," ucap Anies.
Edy Junaedi mengundurkan diri pada Kamis (31/10/2019), sementara Mahendra mengundurkan diri per hari ini (1/11/2019).
Sebelum mereka mengundurkan diri, rancangan KUA-PPAS 2020 disoroti dan dikritik banyak pihak karena berbagai anggaran yang janggal.
Di Dinas Pariwisata, anggaran yang disoroti yakni anggaran Rp 5 miliar untuk lima influencer.
Anggaran itu pada akhirnya dicoret. Ada juga berbagai anggaran lainnya yang janggal.
Mahendra yang mengoordinasikan seluruh dokumen perencanaan anggaran pernah menyampaikan, setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) memang belum menyusun detail komponen anggaran.
Dengan demikian, detail komponen anggaran yang dimasukan ke dalam sistem e-budgeting bukan anggaran sebenarnya dan akan diperbaiki.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2 Pejabat DKI Mundur di Tengah Polemik Anggaran, Anies Terkejut"
TONTON JUGA:
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: Kompas.com
LIVE UPDATE
DKI Raih Penghargaan Penyelenggara Pemerintah Daerah Terbaik Tahun 2025: Jadi Cara Dorong Kinerja
Senin, 27 April 2026
Ikan Sapu-sapu Jadi Ancaman Serius Bagi Sungai Jakarta, Habitatnya Gerus Turap
Jumat, 17 April 2026
LIVE UPDATE
Gubernur Pramono Anung Rombak 11 Pejabat DKI, Syafrin Liputo Kini Jadi Wali Kota Jakarta Selatan
Kamis, 16 April 2026
Viral
Viral Mobil Pemprov Jakarta Pakai Pelat Palsu! Kepergok Patroli Polres Bogor di Cisarua Puncak
Senin, 6 April 2026
LIVE UPDATE
Ikut Arahan Pusat, Pemprov DKI Terapkan WFH untuk ASN Setiap Hari Jumat, Pramono Beri Catatan
Rabu, 1 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.