Tribunnews Wiki

Masjid Istiqlal, Masjid Terbesar di Asia Tenggara yang Terletak di Jakarta, Indonesia

Jumat, 1 November 2019 17:20 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara.

Masjid ini merupakan kebanggaan bangsa Indonesia sebagai ungkapan dan wujud rasa syukur bangsa dan rakyat Indonesia.

Indonesia akhirnya memperoleh kemerdekaan, terbebas dari cengkraman penjajah selama kurang lebih 350 tahun.

Berdasarkan kebebasan tersebut, masjid ini dinamakan Istiqlal artinya Merdeka.

Bangunan monumental di Indonesia sebelum masa penjajahan cukup mengagumkan.

Misalnya, candi Borobudur dan Prambanan menjadi lambang kekuatan konstruksi peninggalan zaman kerajaan.

Dwikarya itu mendapat pengakuan dunia internasional.

Namun hal itu mengakhiri karya rancang bangun di Indonesia selama lebih dari tiga setengah abad masa penjajahan.

Karya konstruksi yang sempat tersumbat, kembali terbuka di awal masa kemerdekaan.

Sebagai negara mayoritas muslim, satu ide spektakuler yang menguat saat itu adalah mendirikan masjid.

Ide Pendirian Masjid

Di tahun 1953, setelah kemerdekaan, para tokoh Islam berkumpul, mencetuskan ide mendirikan sebuah masjid.

Tokoh-tokoh Islam seperti, Wahid Hasyim, Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto, dan berbagai elemen masyarakat lain berkumpul dengan tujuan utama yang sama.

Tujuan mendirikan masjid sebagai simbol kemerdekaan RI.

Setahun kemudian, tepatnya 7 Desember 1954, dibentuklah yayasan berfungsi sebagai panitia pendirian masjid.

Sebelumnya, telah disepakati nama istiqlal sebagai nama masjid, yang dalam bahasa Arab berarti kemerdekaan.

Yayasan Masjid Istiqlal kemudian mengadakan sayembara untuk mendapatkan desain ideal masjid.

Desain itu diharapkan mampu merepresentasikan kemerdekaan Indonesia.

Sayembara tersebut berhasil mengumpulkan 30 peserta, namun hanya 27 peserta yang menyertakan gambar.

Setelah penyeleksian, terkumpul 22 peserta yang memenuhi syarat.

22 peserta inilah kemudian dipilih 5 terbaik.

Akhirnya pilihan terbaik jatuh ke tangan seorang arsitek berdarah Batak, bernama Frederich Silaban.

Hal menariknya adalah Frederich Silaban justru ialahseorang Kristiani.

Pembangunan masjid Istiqlal membutuhkan waktu 17 tahun.

Pembangunan Istiqlal terhitung sejak 1961, saat pemerintahan Sukarno.

Kemudian berhasil diselesaikan 1978, di era kepemimpinan Soeharto.

Secara umum, Masjid Istiqlal berdiri di atas lahan seluas 9,5 Hektar.

Luas tersebut meliputi bangunan masjid, taman, tempat parkir, dan kolam air mancur.

Alamat Masjid Istiqlal

Alamat : Jalan Taman Wijayakusuma No.1

Kelurahahan : Pasar Baru

Kecamatan : Gambir.

Kabupaten: Jakarta Pusat

Provinsi : DKI Jakarta

Lokasi Masjid Istiqlal

Lokasi kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina.

Tepatnya, Timur Laut lapangan Medan Merdeka.

Di tengahnya, terdapat Monumen Nasional (Monas).

Di seberang Timur masjid berdiri Gereja Katedral Jakarta.

Luas Bangunan Masjid Istiqlal

2,5 ha Luas Lahan 9,9 ha.

Barat: Kanal Sungai Ciliwung dan Rel Kereta Api

Selatan: Jalan Perwira

Timur: Gereja Katedral, Lapangan Banteng

Utara: Jl. Ir. H. Juanda 06º10’10,4” LS – 106º49’54,9” BT (48M 0702707 – UTM 9317704).

Fasilitas

- Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf

- Mengadakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)

- Menyelenggarakan kegiatan sosial ekonomi (koperasi masjid)

- Mengadakan Pengajian Rutin

- Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar

- Mengadakan Kegiatan Hari Besar Islam

- Menyelenggarakan Sholat Jumat

- Mengadakan Ibadah Sholat Fardhu

(TribunnewsWiki.com/Nabila Ikrima)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul: Masjid Istiqlal.

ARTIKEL POPULER:

Baca: Menteri Agama Fachrul Razi Khotbah Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, Sampaikan Pesan soal Toleransi

Baca: Menteri Agama Khotbah Jumat Tentang Toleransi di Masjid Istiqlal

Baca: Renovasi Masjid Istiqlal, Ribuan Marmer Asal Tulungagung dan Karpet dari Turki

TONTON JUGA:

Editor: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved