Terkini Daerah

Siswi SMA Dianiya dan Diperkosa saat Diperjalanan hingga Korban Lemas Tak Berdaya

Jumat, 1 November 2019 09:08 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muji Lestari

TRIBUN-VIDEO.COM - Siswi SMA di Palembang, Sumatera Selatan harus mengalami nasib nahas.

Pasalnya ia dianiaya dan dirudapaksa oleh pacarnya sendiri.

Malangnya lagi, setelah sang pacar melakukan aksinya, korban ditinggal begitu saja.

Gadis berinisial FN itu ditemukan warga Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dalam keadaan lemas tak berdaya.

FN kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Palembang, untuk menjalani perawatan medis.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Yon Edi Winara membenarkan peritiwa tersebut.

Setelah kondisi gadis 16 tahun itu membaik, penyidik dari Satreskrim Polresta Palembang langsung menanyakan hal apa yang telah menimpa siswi SMA tersebut.

Kepada Polisi, FN mengaku telah dianiaya dan diperkosa oleh pacarnya sendiri yang berinisial FP (18).

Berbekal keterangan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka.

Tersangka diamankan petugas ketika sedang nongkrong di Jalan Veteran, Palembang, Jumat (25/10/2019) sekira pukul 22.00 WIB.

Kronologi kejadian

Kejadian itu bermula pada Selasa (22/10/2019), ketika korban datang ke tempat kos pelaku.

Saat itu FN datang ke tempat kos FP untuk minta diantarakan pulang ke Kecamatan Seberang Ulu (SU) II.

FP pun memenuhi perminataan FN untuk mengantarkannya pulang.

Namun, ketika di perjalanan menagantar pulang, korban mengaku hamil sehingga membuat FP terkejut.

FP lalu mengajak korban ke Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, dengan menggunakan sepeda motor.

"Setelah sampai di sana, pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan, tetapi ditolak korban," kata Yon, Rabu (30/10/2019) dikutip TribunJakarta dari Kompas.com.

Penolakan yang dilakukan FN tersebut rupanya membuat FP marah.

Tak terima permintaannya ditolak, FP lalu menganiaya korban secara membabi-buta.

FN yang lemas karena dianiaya lalu diperkosa pelaku.

Setealh melancarkan aksinya, FP lalu meninggalkan korban begitu saja.

Hingga akhrinya korban ditemukan oleh warga setempat.

"Kondisi korban ketika itu lemas dan ditolong warga. Setelah itu dibawa ke rumah sakit," ujar Yon.

Menurut Yon, kasus tersebut saat ini telah diserahkan ke Polres Ogan Ilir untuk ditindaklanjuti.

Sebab, tempat kejadian perkara berada di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.

Selain itu, barang bukti berupa ponsel dan pakaian milik korban serta sepeda motor pelaku juga telah diserahkan.

"Sekarang kasus ditangani Polres Ogan Ilir," kata Yon.

Ayah Perkosa Anak Kandung hingga Hamil

Tak habis pikir, seorang bapak tega memperkosa anaknya sendiri selama setahun penuh sejak 2018, dengan modus menghilangkan santet di tubuh sang anak.

Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Ferdy Irawan, memaparkan, bapak itu bernama Junaedi (38), sedangkan korban, anak kandungnya, berinisial NK (16).

Ferdy mengatakan, Junaidi sudah melancarkan aksi bejat ke anak kandungnya sejak satu tahun lalu.

"Kejadian ini sudah berlangsung sejak 2018, atau satu yahun belakangan," ujar Ferdy didampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono Adipradono, saat gelar rilis kasus tersebut di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Senin (28/10/2019).

Junaidi sudah berpisah dengan istrinya. Ia tinggal besama NK di rumahnya di bilangan Sukabakti, Curug, Kabupaten Tangerang.

Modus yang digunakan Junaidi adalah dengan mengatakan bahwa putrinya sedang dalam pengaruh santet.

Cara menghilangkannya, dengan cara disetubuhi. Persetubuhan itupun dilakukan berulang-ulang dan tidak terhitung berapa kali.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan didampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono Adipradono, saat Rilis kasus pemerkosaan bapak kepada anak kandungnya di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Senin (28/10/2019).

"Modus operandinya dengan cara dia bisa menangkal teluh atau santet yang ada di tubuh korban," ujarnya.

Kejadian itu ketahuan karena NK hamil dan mulai mengundang kecurigaan mantan istri atau ibu NK.

Setelah dilaporkan, Junaidi pun ditangkap dan dijerat pasal 81 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Hukuman penjara maksimal 15 tahun," ujarnya.

(Sumber: TribunJakarta/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Minta Antar Pulang Pacar, Siswi SMA Dianiya & Diperkosa saat Diperjalanan: Korban Lemas Tak Berdaya

ARTIKEL POPULER:

Baca: Tak Kuat Tahan Nafsu, Ayah di Tangerang Perkosa sang Anak Berkali-kali Selama Satu Tahun

Baca: Pelajar yang Aniaya dan Perkosa Pacar Pura-pura Ikut Yasinan saat Korban Hilang, Bersumpah Tak Tahu

Baca: Kronologi Pelajar Aniaya dan Perkosa Pacar karena Hamil, Pelaku Syok Ternyata Korban Masih Hidup

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved