KICK OFF

Meminta PSSI Bisa Lebih Baik, tetapi Suporter Indonesia Masih Rusuh

Jumat, 1 November 2019 08:54 WIB
BolaSport.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Banyak pecinta sepak bola Indonesia yang berharap agar PSSI bisa lebih baik.

Namun rupanya, permintaan itu tidak sesuai harapan karena masih banyak juga suporter Indonesia yang berbuat kerusuhan, lantas bagaimana nasib sepak bola kita?

Kongres PSSI yang digelar pada 2 November 2019 diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang benar-benar membawa perubahan di persepakbolaan Indonesia hingga empat tahun ke depan.

Salah satunya prestasi dari timnas Indonesia yang sampai saat ini belum juga lahir dan tentu saja membuat suporter kecewa.

Belum sempurnanya PSSI juga ditularkan dengan sikap tidak dewasanya beberapa pendukung klub di Indonesia, sebut saja Persebaya Surabaya, Bonek.

Beberapa oknum Bonek mengamuk setelah Persebaya Surabaya menelan kekalahan 2-3 dari PSS Sleman pada pekan ke-25 Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/10/2019).

Mereka meluapkan kekecewaannya dengan menghancurkan beberapa fasilitas Stadion GBT lantaran Persebaya Surabaya belum meraih kemenangan dalam lima laga terakhir.

Komdis PSSI pun kemungkinan besar akan memberikan sanksi berat kepada Bonek dan Persebaya Surabaya.

Sebelum kerusuhan di Surabaya, kericuhan datang saat PSIM Yogyakarta kalah 2-3 dari Persis Solo pada laga terakhir Grup Timur Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Oknum suporter PSIM Yogyakarta beramai-ramai masuk ke dalam lapangan sebelum pertandingan berakhir karena kecewa timnya gagal menang dan tidak berhasil melaju ke babak delapan besar Liga 2 2019.

Jauh dari itu ada kejadian yang juga cukup mencoreng persepakbolaan Indonesia di mata dunia.

Saat itu, oknum suporter timnas Indonesia masuk ke dalam lapangan dan melakukan serangan ke pendukung timnas Malaysia dalam laga perdana babak penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, 5 September 2019.

Kerusuhan itu membuat PSSI mendapatkan hukuman dari FIFA.

Tidak tanggung-tanggung, FIFA menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp643 juta kepada PSSI.

Beberapa kasus kerusuhan yang terjadi di Indonesia mengundang komentar dari CEO Save Our Soccer, Akmal Marhali.

Ia menyayangkan sikap suporter yang masih belum dewasa ketika meminta PSSI bisa lebih baik.

"Sangat disesalkan dengan yang dilakukan kawan-kawan Bonek. Merusak fasilitas umum apalagi fasilitas sepakbola, sangat disayangkan," kata Akmal Marhali kepada wartawan.

Menurut Akmal Marhali, seharusnya Bonek bisa lebih elegan menyampaikan rasa kekecewaannya dengan datang langsung ke Kantor Persebaya Surabaya.

Padahal menurutnya beberapa Bonek sudah bersikap bagus dengan mengosongkan beberapa tribun Stadion GBT karena kekalahan dari PSS Sleman. (*)

Artikel ini telah tayang di BolaSport.com berjudul PSSI Diminta Baik, tetapi Suporter Indonesia Masih Rusuh

ARTIKEL POPULER:

Baca: Pemerintah Indonesia dan PSSI akan Membahas Kemungkinan Kembalinya Luis Milla

Baca: PSSI Sudah Menyiapkan Pemain Timnas U-20 untuk Piala Dunia U-20 2021

Baca: Anggota Komite Eksekutif PSSI Refrizal Sarankan Simon McMenemy Mundur dari Kursi Kepelatihan Timnas

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Gulang F.A Candra
Video Production: Sekar Manik Pranita
Sumber: BolaSport.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved