Tribunnews WIKI

Hari Ini dalam Sejarah: 31 Oktober 1941 - Pahatan Wajah Presiden Amerika di Gunung Rushmore Selesai

Kamis, 31 Oktober 2019 18:55 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Gunung Rushmore adalah sebuah gunung atau monumen yang menjadi satu di antara ikon Amerika Serikat paling termasyhur.

Ada pahatan empat Presiden Amerika Serikat di Gunung Rushmore, yakni George Washington (1732-1799), Thomas Jefferson (1743-1826), Theodore Roosevelt (1858-1919), dan Abraham Lincoln (1809-1865).

Pahatan di Gunung Rushmore diukir seorang Denmark-Amerika bernama Gutzon Borglum.

Gunung Rushmore terletak di Negara Bagian South Dakota.

Asal-Usul

Pada 1923, seorang pengawas South Dakota State Historical Society bernama Doane Robinson ingin membuat sebuah pahatan peringatan di gunung.

Pahatan tersebut bukan pahatan biasa karena Robinson menginginkan pahatan raksasa dari tokoh-tokoh di wilayah Barat seperti Red Cloud, Buffalo Bill Cod, Lewis dan Clark, dan ksatria-ksatria perang Sioux yang legendaris.

Robinson kemudian berbicara pada organisasi-organisasi lokal dan menyuratinya.

Banyak penduduk South Dakota yang percaya bahwa pahatan raksasa akan menarik perhatian banyak pengunjung yang berkantong tebal.

Namun, ada juga menganggap hal tersebut justru menggelikan.

Untuk mewujudkan mimpinya, Robinson meminta bantuan Peter Norbeck, Senator Amerika.

Proposal Robinson menarik perhatian Norbeck.

Norbeck kemudian meminta sejarawan untuk mecari seorang pemahat yang mampu menyelesaikan proyek ini.

Robinson menyurati Gutzon Borglum, satu di antara pemahat Amerika paling produktif untuk menawarkan proyek ini.

Borglum pun menerimanya.

Pada September 1924, Borglum mengatakan dirinya tidak akan membuat tokoh-tokoh pahlawan regional.

Dia justru meminta pemahatan tokoh-tokoh nasional dan relevansinya pada sejarah.

Pemahatan

Borglum segera mencari formasi batuan yang cocok dipahat.

Pada 13 Agustus 1925, dia mendaki Harney Peak dan memutuskan puncak ini adalah tempat yang tepat.

Namun, Borglum kemudian mengalihkan pandangan ke tebing yang dikenal sebagai Gunung Rushmore.

Rushmore terpapar cahaya matahari hampir sepanjang hari dan terbuat dari granit yang relatif bebas dari patahan.

Setelah menjelajahi dan mengambil contoh batuan di Gunung Rushmore, Borglum memutuskan akan memahat di tempat tersebut.

Senator Norbeck dan anggota DPR William Williamson dengan mudah mendapatkan legislasi federal untuk mengizinkan pemahatan di Rushmore.

Namun beberapa bulan kemudian, para aktivis lingkungan sempat mengatakan proyek tersebut akan “mengotori” gunung.

Pada 1927, Presiden Calvin Coolidge berlibur di South Dakota.

Borglum dan Norbleck menggunakan kesempatan itu untuk meyakinkan Coolidge agar mendukung pemahatan di Rushmore.

Sang presiden pun mendukung proyek tersebut.

Pemahatan juga melibatkan para penambang.

Mereka antusias berpartisipasi dalam pembuatan monumen nasional.

Borglum mempekerjakan hampir 400 penduduk lokal pada 1927 hingga 1941.

Beberapa pekerja yang sudah terampil, menggunakan dinamit untuk menyingkirkan batuan secara cepat dan murah.

Sebanyak 90 persen dari 450.000 ton granit di gunung tersebut disingkirkan menggunakan dinamit.

Skala model yang dipakai adalah 1:12 inci, artinya satu inci di model mewakili 12 inci di tebing.

Para pengebor menggunakan sebuah proses yang disebut honeycombing.

Seorang pengebor dibayar $1,25 per jam, lebih besar dari kerja di pertambangan.

Sayangnya, Borglum meninggal pada 6 Maret 1941 sebelum monumen tersebut selesai.

Anaknya bernama Lincoln, menyelesaikan pekerjaan ayahnya.

Tujuh bulan kemudian, tepatnya pada 31 Oktober 1941, monumen sudah selesai dan dia berhenti memahat.

Gunung Rushmore telah menjadi satu di antara ikon Amerika yang terkenal.

Alasan Pemilihan Keempat Presiden

Gotzun Borglum memilih keempat presiden tersebut dari persepektifnya sendiri.

Menurut Borglum, mereka mewakili peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Amerika Serikat.

George Washington, Presiden Amerika Serikat pertama

George Washington (1732-1799) memimpin para kolonis Amerika dalam Perang Revolusi Amerika melawan Inggris.

Dia dianggap sebagai pendiri negara baru dan peletak dasar demokrasi Amerika.

Borglum memilihnya karena dianggap mewakili kelahiran Amerika Serikat.

Thomas Jefferson, Presiden Amerika Serikat ketiga

Thomas Jefferson (1743-1826) adalah penulis deklarasi kemerdekaan Amerika, sebuah dokumen yang menginspirasi demokrasi di berbagai belahan dunia.

Dia juga membeli wilayah Lousiana dari Prancis pada 1803 yang memperbesar wilayah Amerika dua kali lipat.

Lousiana kemudian menjadi 15 negara bagian Amerika.

Theodore Roosevelt, Presiden Amerika Serikat ke-26

Theodore Roosevelt (1858-1919) adalah Presiden Amerika Serikat yang memodernisasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Amerika.

Dia juga berperan penting dalam negoisasi Terusan Panama yang menghubungkan Samudera Atlantik dan Pasifik.

Selain itu, Roosevelt menghentikan monopoli perusahaan dan menjamin hak-hak pekerja.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Thedore Roosevelt Presiden Amerika Serikat dan Peraih Nobel Perdamaian Lahir

Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16

Abraham Lincoln (1809-1865) berhasil menegakkan negara ketika sedang terjadi Perang Sipil Amerika.

Dia percaya bahwa tugasnya yang paling suci adalah mempertahankan kesatuan.

Lincoln juga mendorong agar perbudakan dihapuskan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Febri)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Hari dalam Sejarah: 31 Oktober 1941 - Pahatan Wajah 4 Presiden Amerika di Gunung Rushmore Selesai

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved