Kabar Tokoh

Susno Duadji, dari Jendral Jadi Petani

Kamis, 31 Oktober 2019 17:40 WIB
Tribun Jabar

TRIBUN-VIDEO.COM - Ingat Susno Duaji mantan Kabareskrim yang kontroversial dengan 'cicak dan buaya'?

Kini 'lepas seragam', Susno Duadji sibuk menjadi petani.

Sosok Susno Duadji yang jadi sorotan karena berwajah sangar dan melontarkan ''cicak vs buaya', kini lebih memilih jadi petani.

Susno Duadji dikenal dengan ungkapan yang kontroversial, 'cicak vs buaya'.

Istilah tersebut viral sekitar tahun 2009 merujuk pada KPK dan Polri.

Kini, Susno Duadji telah melepas seragamnya.

Ternyata Susno Duadji asyik bertani berbagai macam jenis tumbuhan.

Mulai dari karet, kopi, cabai, dan masih banyak lagi.

Penampilannya yang dulu yang sangar dan parlente pun berganti dengan penampilan yang kasual.

Kini Susno Duadji 'lengket' dengan kaos, caping, topi rimba, dan handuk yang melingkar di bahunya.

Susno Duadji mantan Kapolda Jabar pada 2008.

Setelah bertugas di Jawa Barat, Susno Duadji kemudian menjadi sebagai Kabareskrim Polri.

Sosoknya memang terkenal, pria kelahiran Pagar Alam, 1 Juli 1954 ini pada masa jayanya kerap muncul di layar kaca.

Susno Duadji bahkan makin terkenal ketika melontarkan istilah yang hingga kini kerap dipakai.

Istilah tersebut adalah Cicak vs Buaya. Saat itu, pada 2009, istilah tersebut pun viral.

Ujungnya menjadi kasus yang menyita perhatian publik, yakni gesekan antara dua institusi besar, yaitu Polri dan KPK.

Setelah melepaskan seragamnya, kini kehidupan Susno Duadji tampak banyak yang berubah.

Dilihat dari akun Instagram, ia kerap membagikan momen kesehariannya yang bekerja di kebun.

Ia membagikan fotonya saat berada di kebun karet.

Ia menjelaskan, kebun karet merupakan kebun miliknya di kampung halamannya di Pagar Alam, Sumateran Selatan.

Namun, pekerjaannya kini sebagai petani ternyata tak bisa dianggap remeh.

Sebagai petani, nilai hasil panen ternyata bisa naik juga turun.

"Oh karet mengapa kau mengkret,,,

kapan harga mu pulih,,,,

semoga kau buat petani senyum lagi," tulis Susno Duadji pada keterangan videonya.

Pada postingan sebelumnya, ia pun membagikan foto-fotonya saat menyadap karet.

"Oh,,,karet mengapa harga mu mengkret ,,,

dari Rp22,500 6 thn lalu sekarang posisi di bawah Rp7,000 ,,

kapan bangkit lagi,,, rakyat menunggu,, dan menunggu," tulisnya.

Selain kebun karet, Susno Duadji pun memiliki kebun kopi.

"Phon kopi yg subur akan banyak batang nya yg berasal dari tunas,

supaya buahnya maka batang hrs disisakan maksimal sisa 2 batang, batang atau tunas yg lain hrs dibuang," tulis Susno Duadji.

Selain itu, ada pula sejumlah tanaman lain yang juga tumbuh di kebun-kebunnya.

Alasan Jadi Petani

Walaupun dirinya mampu berkarier menjadi perwira tinggi polisi, Susno Duadji memilih ikuti jejak keluarga pada masa tuanya.

Setelah pensiun, ia menjalani hari-harinya sebagai seorang petani.

Menurutnya, bertani merupakan cita-citanya setelah melepas seragam polisinya.

Hal ini disampaikan Susno Duadji melalui akun Facebook-nya.

"Siapa bilang bertani itu harus selalu identik dengan panas terik, kotor dan sebagai nya yang tidak enak,

Bertani itu enak, sehat, selalu akrab dengan alam, udara segar asri ,

menyehatkan badan baik phisik maupun phsikis,,

jauh dari hiruk pikuk politik, kekuasaan ,

Berada di lingkungan petani kampung sangat nikmat ;

polos, lugu dan apa ada nya, tidak bicara A maunya X, dst, ya itulah dunia pedesaan, tak ada maksud tersembunyi,,,

Tumbuhan apa pun kalau kita dekati dengan kasih sayang maka dia akan tumbuh subur, segar, sehat dan bunga nya bagus, buahnya lebat,,

ternyata tumbuhan pun akan memberikan respon yang baik manakala diberikan sentuhan kasih sayang,,

Ya memang saya terlahir dari suatu keluarga di pedesaan yang sehari-hari nya adalah petani kecil ;

sehingga begitu memasuki usia pensiun saya kembali ke habitat sebagai petani kecil di pedesaan, memang inilah cita-cita saya,,

Dan akhirnya kenikmatan hidup di masa tua sebagai petani saya temukan,,

Dunia tani manakala ditekuni dan dikelola dengan baik, dengan perhitungan dan menanam tanaman yang ekonomis ,

variatif maka hasilnya lumayan bagus, tidak kalah amat dengan aparat pegawai negeri,,

Dan yang lebih mahal harganya adalah ; hidup tenang dan sehat, bahagia lahir batin,

Semoga ke depan ; generasi muda Indonesia mencintai dan mau terjun di bidang pertanian,

dan pertanian dikelolah dengan tehnologi memanfaatkan mesin, dll

Indonesia kelak akan maju dan mendapat devisa yang banyak manakala pertanian diarahkan menjadi ;

agro bisnis, agro indistri, dan agro wisata,,, contoh Thailand, Vietnam,,

Semoga ,,,

Susno Duadji," tulisnya.

(Tribunnewsmaker)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Jabar dengan judul Dulu Susno Duadji Kapolda Jabar dan Kabareskrim Polri, Kini Kerja di Kebun, Nyadap Karet, Metik Kopi

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Bhima Taragana
Sumber: Tribun Jabar
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved