Minggu, 12 April 2026

Ngabuburit Asyik

Pisang Gepe dan Senja Pantai Leimena, Teman Berbuka di Tepi Laut

Kamis, 19 Maret 2026 16:08 WIB
Tribun Ambon

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Embusan angin laut, desir ombak yang bergulung perlahan, serta langit senja yang mulai memerah menghadirkan pesona tersendiri di tepi pantai.

Tak heran jika pantai kerap menjadi tempat favorit bagi banyak orang untuk melepas penat.

Di Bulan Ramadhan, tempat seperti ini juga menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu menunggu azan Magrib.

Suasana serupa tampak di Pantai Wailela, yang berada di Kecamatan Teluk Ambon.

Memasuki Bulan Puasa, kawasan pantai ini mulai dipadati pengunjung yang datang untuk ngabuburit sekaligus berbuka puasa bersama keluarga maupun teman.

Di sepanjang talut pantai, orang-orang terlihat duduk santai sambil menikmati pemandangan laut.

Sebagian pengunjung bahkan sudah datang sejak selepas salat Asar, sekitar pukul 16.00 WIT.

Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk berjalan-jalan di tepi pantai, bercengkerama, atau sekadar menikmati semilir angin laut sambil menunggu waktu berbuka.

Pantai Wailela sendiri juga dikenal dengan sebutan Pantai Leimena.

Nama itu merujuk pada keberadaan Rumah Sakit Umum Pusat Dr Johannes Leimena yang berdiri tidak jauh dari kawasan tersebut.

Rumah sakit yang diresmikan pada Maret 2021 itu turut membawa perubahan pada kawasan sekitar, yang kini semakin ramai dikunjungi masyarakat.

Keramaian itu terlihat dari deretan warung yang berdiri di sepanjang talut pantai.

Puluhan lapak sederhana menawarkan berbagai hidangan bagi para pengunjung yang ingin berbuka puasa di tepi laut.

Di setiap warung tersedia bangku dan meja untuk duduk santai, dengan pilihan makanan mulai dari kudapan ringan hingga hidangan berat seperti lalapan ayam dan nasi goreng.

Untuk menikmati suasana di tempat ini, pengunjung hanya diminta memberikan uang masuk secara sukarela.

Setelah itu, mereka bebas memarkir kendaraan dan memilih warung mana saja untuk singgah.

Sore itu, salah satu warung yang dikunjungi adalah lapak milik Ibu Nur Asia yang berada di deretan paling depan jika masuk dari arah rumah sakit.

Setibanya di sana, seorang pengunjung bernama Neni menyambut dengan senyum ramah sambil menunggu pesanan makanan yang tengah disiapkan.

Sambil menunggu hidangan datang, suasana senja di Pantai Wailela menjadi pemandangan yang sayang untuk dilewatkan.

Langit perlahan berubah warna, dari biru cerah menjadi jingga keemasan yang memantul di permukaan laut.

Neni mengatakan, berbuka puasa di tepi pantai memberikan pengalaman tersendiri.

Selain dapat menikmati hidangan bersama, suasana alam di sekitar membuat momen berbuka terasa lebih hangat dan santai.

“Buka puasa bersama di sini punya makna tersendiri. Selain menikmati makanan, kami juga bisa melihat senja dan berbincang santai dengan teman-teman,” ujar Neni pada Kamis (26/2/2026).

Menjelang azan Magrib, kawasan pantai semakin ramai.

Suara percakapan pengunjung, aroma makanan dari warung-warung, serta embusan angin laut berpadu menciptakan suasana yang hangat dan akrab.

Di Pantai Wailela, menunggu waktu berbuka bukan sekadar menanti azan. Senja, laut, dan kebersamaan menjadikan momen sederhana itu terasa lebih bermakna.(*)

Program: Ngabuburit Asyik
Editor: Faiz Fadhilah

#ngabuburit #pantai #leimena #maluku #ambon #kuliner

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Faiz Fadhilah
Sumber: Tribun Ambon

Tags
   #Ngabuburit Asyik   #Ramadan 1447H   #pantai   #Hidden gem   #Ambon   #Maluku   #kuliner

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved