Ngabuburit Asyik
Cerita Ngabuburit: Saat Takjil, Pedagang, dan Mahasiswa Bertemu
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Suasana Jalan Surabaya di Kota Malang tampak berbeda pada hari pertama Ramadhan 1447 Hijriah.
Sejak sore hari, ruas jalan itu dipenuhi deretan tenda pedagang takjil.
Aroma makanan yang dikukus, digoreng, hingga dibakar bercampur dengan riuh percakapan para pengunjung yang datang silih berganti.
Di sepanjang jalan, pengunjung berjalan perlahan sambil mengarahkan pandangan ke setiap lapak yang berjajar.
Seolah sedang berburu, mereka menelusuri berbagai pilihan makanan dan minuman yang menggoda selera.
Jika ada yang menarik perhatian, tangan pun segera merogoh dompet untuk membelinya.
Aneka hidangan tersaji di pasar takjil ini. Mulai dari makanan tradisional hingga jajanan kekinian.
Minuman yang dijual pun beragam, dari rasa tawar, manis, hingga minuman segar dengan aneka rasa buah yang cocok untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa.
Bagi Shendy Swastika Sari, Ramadhan di Jalan Surabaya merupakan momentum yang tidak boleh dilewatkan.
Tahun 2026 menjadi tahun kedua ia berjualan minuman di kawasan tersebut.
Di balik meja dagangannya, Shendy tampak sibuk melayani pembeli yang datang tanpa henti. Dalam sehari, ia membawa sekitar 250 gelas minuman teh dengan berbagai varian rasa.
“Alhamdulillah selalu ramai di sini. Dalam sehari saya bisa membawa 250 gelas dan sering habis, kalau berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya,” ujarnya pada Kamis (19/2/2026) sambil tetap sigap menyiapkan pesanan pembeli.
Menurutnya, keramaian Jalan Surabaya membuat para pedagang tidak perlu bersusah payah memanggil pembeli.
Tanpa harus berteriak menawarkan dagangan, orang-orang datang dengan sendirinya.
Ia pun menawarkan minuman teh dengan cita rasa berbeda.
Bahan teh yang digunakannya didatangkan langsung dari Thailand sehingga memiliki rasa khas yang jarang ditemui di tempat lain.
Keramaian serupa juga dirasakan Firdaus, pedagang tahu bakar yang telah lima kali berjualan di lokasi tersebut setiap Ramadhan.
Lapaknya hampir tidak pernah sepi dari pembeli. Setelah melayani satu orang, pembeli lain kembali datang, bahkan sering kali dalam kelompok.
Menurut Firdaus, sebagian besar pengunjung pasar takjil di Jalan Surabaya adalah mahasiswa.
Hal itu tidak terlepas dari letak kawasan tersebut yang dekat dengan lingkungan kampus dan banyaknya rumah kos di sekitarnya.
“Alhamdulillah selalu ramai di Jalan Surabaya. Sebagai pedagang, tentu kami berharap pembelinya terus ramai seperti ini,” katanya.
Ia mengaku hanya berjualan di lokasi itu selama Ramadhan karena keramaiannya yang sudah terbukti setiap tahun.
Sore itu, salah satu pengunjung yang ikut berburu takjil adalah Zaimatul Wahyudi, mahasiswa dari Universitas Negeri Malang.
Bersama empat orang temannya, ia menyusuri deretan lapak untuk mencari hidangan berbuka puasa.
“Saya suka makanan yang berkuah dan segar,” ujarnya sambil memilih beberapa menu.
Mereka pun membeli berbagai jenis makanan dan minuman.
Menurut Zaimatul, pasar takjil di Jalan Surabaya menjadi tempat favorit mahasiswa karena pilihan makanannya beragam dan harganya terjangkau.
“Ini saja harganya Rp10 ribu,” katanya sambil menunjuk salah satu makanan yang dibawa temannya.
Bagi warga Kota Malang, pasar takjil di Jalan Surabaya bukan sekadar tempat membeli makanan berbuka.
Lebih dari itu, tempat ini menjadi ruang pertemuan yang menghadirkan suasana khas Ramadhan, ramai, hangat, dan penuh kebersamaan.
Dengan harga yang relatif murah serta cita rasa yang tidak kalah dengan tempat lain, pasar takjil Jalan Surabaya seolah menjadi magnet yang terus menarik pengunjung sepanjang bulan suci.
Di sanalah tradisi berburu takjil hidup setiap sore, menunggu waktu berbuka tiba.(*)
Program: Ngabuburit Asyik
Host dan Naskah: Septyana Eka
Videograper dan Photograper: Reza Putra
Editor: VP Magang Zafira Hakim
#ngabuburit #pasartakjil #kulinerramadhan #malang #jawatimur
Sumber: Surya Malang
LIVE UPDATE
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, Siswa MIN 2 Kota Malang Senang Bisa Ambil Lauk Sesuai Keinginan
7 hari lalu
Local Experience
Berawal dari Kerajinan Tusuk Sate, Kini Berkembang Jadi Produk Anyaman Bernilai Ekspor Tinggi
Minggu, 29 Maret 2026
LIVE UPDATE
Toko Oleh-oleh Diserbu Pemudik di Kota Malang, Kawasan Sanan Jadi Favorit Para Wisatawan
Rabu, 25 Maret 2026
Ngabuburit Asyik
Ngabuburit di Timika, Jalan Ki Hajar Dewantara Jadi Ruang Toleransi dan Kuliner
Jumat, 20 Maret 2026
Ngabuburit Asyik
Bazar Ramadan Sawojajar, Kuliner Ramai di Tengah Cuaca Mendung
Jumat, 20 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.