Ngabuburit Asyik
Ngabuburit Seru bareng Kebo Bule, Hewan Sakral Keraton Kasunanan Surakarta
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Menjelang senja di Bulan Ramadhan, langkah-langkah warga mulai mengarah ke satu titik di selatan kota.
Di sanalah suasana sore berangsur hidup, di Alun-Alun Kidul Surakarta, ruang lapang yang menjadi denyut ngabuburit masyarakat sekitar Kota Surakarta.
Di pojok selatan Alun-alun, berderet “Kebo Bule” yang biasa dikirab Keraton Kasunanan setiap malam sakral 1 Suro, malam pergantian tahun baru Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram (kalender Hijriah/Islam).
Terletak di Jalan Gading, Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, kawasan ini hanya berjarak beberapa menit dari pusat kota. Aksesnya mudah dijangkau, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil.
Kantong-kantong parkir tersedia di berbagai sisi, dari barat hingga timur, memudahkan pengunjung yang datang silih berganti sejak pukul 15.00 WIB.
Semakin sore, semakin terasa denyutnya. Keluarga datang bersama anak-anak, remaja berkumpul dengan teman sebaya, sementara sebagian lainnya sekadar berjalan santai menikmati angin sore.
Di tengah hamparan rumput yang luas, satu ikon selalu mencuri perhatian: Kerbau Bule Kyai Slamet, hewan pusaka milik Keraton Kasunanan Surakarta.
Kerbau-kerbau berkulit putih pucat kemerahan (warna khas akibat kelainan genetic) ditempatkan di kandang sisi barat daya alun-alun.
Bukan sekadar tontonan, keberadaan mereka menjadi pengalaman interaktif bagi pengunjung.
Anak-anak tampak antusias membeli seikat kangkung dari pedagang sekitar kandang.
Dengan harga sekitar Rp3.000, mereka dapat merasakan sensasi memberi makan langsung sang kerbau bule.
Icha, salah seorang pengunjung, mengaku kerap datang bersama keponakannya.
Baginya, suasana di Alun-Alun Kidul menghadirkan kesederhanaan yang menyenangkan.
“Anak-anak dapat belajar berinteraksi dengan hewan, sementara orang dewasa menikmati momen kebersamaan yang jarang ditemui di tengah kesibukan harian,” ujar Icha pada Kamis (12/2/2026).
Tak jauh dari kandang kerbau, warna-warni layang-layang menghiasi langit sore.
Angin yang berembus stabil menjadikan alun-alun sebagai arena ideal untuk permainan nostalgia ini.
Anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa tampak larut dalam keseruan menerbangkan layang-layang.
Tawa dan sorak kecil terdengar setiap kali benang ditarik atau layangan berhasil melesat tinggi.
Hafidz, satu di antara pemain layangan, datang sejak pukul 16.00 WIB bersama teman-temannya.
Biasanya, ia pulang setelah azan Magrib berkumandang. Baginya, ngabuburit bukan hanya tentang menunggu waktu berbuka, tetapi juga tentang merawat kedekatan dan kebersamaan.
Menjelang Magrib, aroma gorengan mulai menguar dari sisi barat dan timur kawasan.
Deretan pedagang menjajakan aneka takjil, mulai dari makanan tradisional, minuman segar, hingga hidangan berat untuk berbuka.
Pengunjung tak perlu beranjak jauh; cukup berjalan beberapa langkah untuk memilih menu berbuka sesuai selera.
Sebagian memilih duduk di tepi lapangan, menikmati langit yang perlahan berubah jingga.
Anak-anak masih berlari kecil, layang-layang tetap menari di udara, sementara Kebo Bule sesekali menggerakkan kepalanya menerima suapan kangkung terakhir sore itu.
Di tengah kota yang terus bergerak, Alun-Alun Kidul Surakarta menghadirkan wajah Ramadhan yang hangat dan membumi.
Di sini, ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu, melainkan merayakan kebersamaan, dalam ruang terbuka yang memadukan tradisi, hiburan, dan cita rasa kuliner dalam satu tarikan napas senja.(*)
Program: Ngabuburit Asyik
Editor: Faiz Fadhilah
#ngabuburit #ramadhan2026 #alunalunkidul #keratonsolo #keratonsurakarta #surakarta #kebobule
Reporter: Nurma Aisyah
Videografer: Akmal KhoirulHabib
Video Production: Faiz Fadhilah
Sumber: Tribun Video
Terkini Daerah
Jarik Pakubuwono XIV Terbalik Saat Ngabekten, Warganet Kaitkan dengan Pertanda
Kamis, 2 April 2026
Local Experience
Mengenal Tiga Putri Pakubuwono XIII dari Pernikahan Pertamanya dengan KRAy Endang Kusumaningdyah
Selasa, 31 Maret 2026
Terkini Daerah
Atap Pintu Gapit Barat Keraton Kasunanan Surakarta Ambrol, Terakhir Diperbaiki Era Pakubuwono XII
Selasa, 31 Maret 2026
Terkini Nasional
Dua Kubu Raja Keraton Solo Gelar Lebaran Terpisah, Fadli Zon Hadiri Acara Hangabehi
Jumat, 27 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.