Sabtu, 25 April 2026

Ngabuburit Asyik

Kemegahan Arsitektur Kubah Geometris Masjid Raya Al Jabbar

Selasa, 17 Maret 2026 07:41 WIB
Tribun Jabar

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Senja mulai turun di kawasan Gedebage, Kota Bandung. 

Langit perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan, memantul indah di permukaan danau yang mengelilingi Masjid Raya Al Jabbar. 

Di tengah suasana sore yang tenang, langkah para pengunjung terus berdatangan, memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa untuk menikmati suasana di salah satu masjid ikonik di Jawa Barat ini.

Bagi banyak orang, Masjid Raya Al Jabbar bukan sekadar tempat beribadah. 

Bangunan megah dengan desain arsitektur modern ini juga menjadi destinasi wisata religi yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah, bahkan wisatawan dari luar negeri yang berkunjung ke Bandung.

Selama Bulan Ramadhan, kawasan masjid semakin ramai. 

Sebagian pengunjung berjalan santai di sekitar area danau, menikmati pemandangan sambil menunggu azan magrib. 

Ada pula yang duduk bersama keluarga dan sahabat, berbincang ringan sambil mengabadikan momen senja dengan kamera ponsel.

Namun, di balik kemegahan bangunannya, Masjid Raya Al Jabbar menyimpan filosofi mendalam, termasuk dalam penamaannya. 

Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Jabbar, K.H. Tata Sukayat, M.Ag., menjelaskan bahwa nama “Al-Jabbar” memiliki setidaknya tiga makna penting.

Pertama, Al-Jabbar merupakan salah satu dari Asmaul Husna, yaitu nama-nama Allah yang baik, yang berarti Maha Perkasa atau Maha Kuasa. 

Kedua, nama tersebut juga memiliki makna akronim yang merujuk pada Provinsi Jawa Barat, tempat masjid ini berdiri. 

Sementara makna ketiga berkaitan dengan konsep arsitektur bangunannya yang terinspirasi dari rumus matematika terkenal, yakni aljabar.

Meski sering menjadi daya tarik wisata, pihak pengelola masjid tetap menempatkan fungsi utamanya sebagai rumah ibadah. 

Kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama dalam pengelolaan masjid ini.

Selama Ramadhan, pengurus DKM menyiapkan berbagai pelayanan untuk menunjang aktivitas ibadah. 

Kebersihan lingkungan dijaga oleh petugas khusus yang setiap hari memastikan area masjid tetap bersih dan tertata. 

Fasilitas seperti pendingin ruangan, sistem suara, hingga pencahayaan juga dirawat agar jemaah dapat beribadah dengan nyaman.

Di tengah keramaian sore itu, tampak pula sekelompok anak muda yang memanfaatkan momen ngabuburit dengan cara mereka sendiri. 

Zahrotul Iffah bersama rekannya, Riswaritsah, misalnya, memilih menghabiskan waktu dengan berkeliling di sekitar masjid sambil berfoto dan membuat konten video.

Sebagai perantau asal Pekanbaru, Zahrotul mengaku pertama kali mengenal Masjid Raya Al Jabbar dari cerita temannya. 

Kunjungan kali ini bukanlah yang pertama baginya. Pada Hari Raya Idulfitri tahun 2025 lalu, ia pernah datang bersama keluarganya untuk melihat langsung keindahan masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut.

Setelah puas berfoto dan membuat video, Zahrotul dan temannya berencana melanjutkan waktu berbuka puasa di sebuah kafe yang berada di seberang kawasan masjid. 

Tempat tersebut telah mereka reservasi sebelumnya untuk menikmati suasana malam setelah azan magrib berkumandang.

Bagi para jemaah yang datang untuk beribadah, pengurus masjid juga menyediakan takjil gratis yang dapat dinikmati saat waktu berbuka tiba. 

Selain itu, berbagai kegiatan keagamaan turut digelar sepanjang Bulan Ramadhan.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah program pesantren kilat bagi siswa-siswi tingkat SMP dan SMA. 

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Program tersebut mengusung tema pembentukan insan muda dengan paradigma Pancawaluya, yakni menciptakan generasi yang cager (sehat), bager (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (tangguh).

Menjelang magrib, suasana di Masjid Raya Al Jabbar terasa semakin hangat. Pengunjung yang sebelumnya berjalan santai mulai berkumpul di area pelataran masjid. 

Langit yang perlahan menggelap berpadu dengan cahaya lampu yang mulai menyala, menciptakan panorama malam yang menenangkan.

Di tengah gemerlap arsitektur masjid yang megah, detik-detik menjelang berbuka terasa begitu bermakna.

Masjid Raya Al Jabbar pun tidak hanya menjadi simbol kebanggaan Jawa Barat, tetapi juga ruang spiritual dan kebersamaan bagi masyarakat yang datang untuk merasakan keindahan Ramadhan.

Program: Ngabuburit Asyik
Editor: Faiz Fadhilah

#ngabuburit #ramadhan2026 #masjidindonesia #masjidrayaaljabbar #bandung #jawabarat

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Faiz Fadhilah
Sumber: Tribun Jabar

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved