Senin, 11 Mei 2026

Ngabuburit Asyik

Puasa Tetap Bugar dengan Olahraga di Stadion Semarak Bengkulu

Rabu, 25 Februari 2026 08:40 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Langit Kota Bengkulu perlahan berubah warna ketika jarum jam mendekati pukul enam sore.

Semburat jingga menggantung di ufuk barat, menyelimuti lintasan Stadion Semarak Bengkulu dengan cahaya hangat yang menenangkan.

Di tengah suasana itu, langkah-langkah ringan mulai memenuhi arena. 

Napas terengah, derap sepatu beradu dengan permukaan lintasan, tawa kecil para pelari menyatu dalam irama sore yang khas Ramadhan.

Mereka datang dengan satu tujuan sederhana: menunggu azan magrib sambil tetap menjaga kebugaran.

Bagi warga Bengkulu, ngabuburit tak selalu identik dengan duduk santai atau berburu takjil.

Di stadion terbesar di Provinsi Bengkulu yang terletak di Jalan Cendana, Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kecamatan Ratu Agung ini, ngabuburit memiliki makna berbeda, bergerak, berkeringat, dan merawat tubuh di tengah Ibadah Puasa.

Sebagian datang seorang diri, mengenakan sepatu lari dan kaus sederhana.

Sebagian lainnya hadir bersama teman atau komunitas, saling menyemangati menjaga ritme langkah.

Ada yang berjalan santai mengitari lintasan, ada pula yang berlari serius sambil sesekali melirik jam tangan, menghitung mundur waktu berbuka.

Keringat yang mengalir menjelang senja justru membuat waktu terasa lebih singkat.

Tubuh yang aktif menjadikan momen berbuka terasa lebih nikmat, seolah ada kepuasan tersendiri setelah berhasil menaklukkan rasa lelah dan dahaga.

Di salah satu sudut lintasan, Andesta Saputra (30) tampak menyelesaikan pemanasan sebelum mulai berlari.

Ia mengaku hampir setiap sore menyempatkan diri datang ke stadion.

“Kalau sore biasanya joging hingga lari,” ujarnya pada Kamis (12/2/2026), sambil teraengah mengatur napas.

Baginya, berolahraga di Bulan Puasa bukanlah hal yang merepotkan.

Tak ada persiapan khusus atau perlengkapan mahal.

Cukup sepatu lari, kaus, dan celana pendek.

Sekitar pukul 16.00 WIB, ia sudah berangkat dari rumah, memastikan tubuh siap bergerak satu jam menjelang Magrib.

“Tidak perlu banyak alat yang harus dibawa. Sederhana saja,” katanya.

Hal serupa dirasakan Yevi Melinda Putri (23).

Bersama komunitasnya, ia kerap memanfaatkan sore hari untuk berolahraga di stadion.

Menurutnya, satu jam sebelum berbuka adalah waktu yang tepat untuk bergerak.

“Kalau lari menjelang magrib, rasanya waktu cepat sekali. Tahu-tahu sudah azan,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi Yevi dan warga lainnya, Stadion Semarak bukan sekadar fasilitas olahraga.

Ia telah menjadi ruang pertemuan, tempat berbagi semangat hidup sehat di tengah suasana Ramadhan.

Tanpa biaya besar dan tanpa peralatan rumit, ruang terbuka itu menghadirkan kebiasaan baik yang bisa dilakukan siapa saja.

Sore kian temaram. Beberapa warga memilih duduk sejenak di tribun, berbincang ringan sembari menanti suara azan.

Warga yang lain memperlambat langkah, menuntaskan putaran terakhir sebelum berbuka.

Ketika akhirnya azan Magrib berkumandang, aktivitas pun berhenti sejenak.

Lelah berganti lega. Dahaga segera terobati.

Di antara jejak-jejak kaki yang tertinggal di lintasan, tersimpan cerita sederhana tentang Ramadhan: Tentang kesabaran, kebersamaan, dan tekad untuk tetap bugar di bulan penuh berkah.(*)

Program: Ngabuburit Asyik
Editor: Untung Sofa Maulana

#ngabuburit #ngabuburitasyik #ramadhan #ramadhan2026 #ngabuburit2026 #olahraga #lari #bengkulu #stadionsemarak #puasatetapbugar #running

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Ramadan 2026   #ngabuburit   #olahraga   #joging   #Lari   #Bengkulu   #puasa

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved