Mampir ke Rumah Limas di Palembang, Ada Filosofi di Balik Arsitekturnya
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Palembang punya segudang destinasi wisata. Satu di antaranya adalah Rumah Limas.
Rumah itu merupakan rumah adat dari provinsi Sumatera Selatan. Lokasinya terletak di Jalan Demang Lebar Daun No 51.
Dari namanya, jelas rumah ini berbentuk Limas. Bangunannya bertingkat-tingkat. Setiap tingkat punya makna filosofi sendiri.
Dilihat dari sisi arsitektur, ruang di dalam Rumah Limas berbentuk persegi dan persegi panjang. Arahnya menghadap ke timur dan barat atau dalam falsafah disebut menghadap ke arah Matoari edoop dan Matoari mati.
Dalam pemahaman masyarakat Palembang, matoari edoop berarti “ matahari terbit” atau secara filosofi diartikan sebagai “awal mula kehidupan manusia”.
Sementara matoari mati berarti “matoari tenggelam” dalam artian lain bermakna sebagai tanda dari “akhir kehidupan atau kematian”.
Rumah Limas Palembang juga merupakan rumah panggung yang bagian kolongnya merupakan ruang positif untuk kegiatan sehari-hari.
Ketinggian lantai panggung dapat mencapai ukuran 3 meter. Untuk naik ke Rumah Limas dibuatlah dua tangga kayu dari sebelah kiri dan kanan.
Nilai budaya Palembang juga dapat Anda rasakan dari ornamen ukiran pada pintu dan dindingnya.
Adat yang kental sangat mendasari pembangunan Rumah Limas ini. Tingkatan yang dimiliki rumah ini terdiri dari 3 tingkatan yang disebut Kijing.
Hal ini menjadi simbol atas jenjang kehidupan bermasyarakat yaitu usia, jenis, bakat, pangkat dan martabat.
Tingkat atau Kijing yang dimiliki Rumah Limas menandakan garis keturunan atau kedudukan seseorang, yaitu Kiagus, Kemas, Masagus, serta Raden.
Yang terendah adalah tempat berkumpul golongan Kiagus. Yang kedua diisi oleh garis keturunan Kemas dan atau Masagus. Kemudian yang ketiga diperuntukkan bagi golongan tertinggi yaitu kaum Raden.
Di sisi lain, hiasan atau ukiran yang ada di dalam Rumah Limas pun memiliki simbol tertentu. Jika Anda melihat dengan seksama ke dalamnya, akan terlihat ornamen simbar atau tanduk pada bagian atas atap.(*)
Sumber: Tribun Sumsel
Live Tribunnews Update
Kronologi Pria di Palembang Diusir & Nyaris Dibunuh Tetangga yang Sudah Numpang Dirumahnya 2 Tahun
Sabtu, 11 April 2026
LIVE UPDATE
Niat Hati Bayar Pajak, Motor Apriyanti Malah Hilang, UPTB Samsat IV Palembang Janji Cari Solusi
Jumat, 10 April 2026
Terkini Daerah
Parkir di Samsat Palembang, Ibu-ibu Panik Motor Hilang saat Bayar Pajak, Karcis Parkir Masih Dibawa
Rabu, 8 April 2026
Viral
KECOLONGAN! Motor Hilang saat Bayar Pajak di Samsat Palembang, CCTV Disebut Rusak
Rabu, 8 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.