Selasa, 5 Mei 2026

Local Experience

Sikap Pantang Menyerah Jenderal Sudirman saat Perang Gerilya Walau dengan Satu Paru-paru

Senin, 29 Juli 2024 15:15 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Salah satu kiprah Jenderal Sudirman dalam mempertahankan Indonesia adalah perang gerilya yang berlangsung pada akhir Desember 1948 awal Juli 1949.

Gerilya adalah cara berperang sembunyi-sembunyi dan menyerang dengan tiba-tiba.

Selama perang gerilya, pasukan yang dipimpin Jenderal Sudirman melalukan penyerangan ke pos-pos yang dijaga Belanda atau saat konvoi.

Strategi perang gerilya ini bertujuan untuk memecah konsentrasi Belanda.

Bagi Jenderal Sudirman, tidak ada kata menyerah meskipun kondisinya sangat menyulitkan.

Sebenarnya, saat itu, Jenderal Sudirman sedang mengalami sakit tuberkulosis (TBC). Kondisi itu membuat paru-paru beliau hanya berfungsi 50 persen.

Memang sebelumnya saat Jenderal Sudirman berdiskusi dengan Presiden Soekarno, Presiden memintanya untuk beristirahat karena kondisinya yang sedang sakit.

Namun, menurut ahli sejarah, Jenderal Sudirman justru menjawab “Tidak, Bung! Saya tetap bersatu dengan rakyat. Karena sesuai dengan ucapan saya, saya harus bergabung dengan rakyat, menentukan kemerdekaan Indonesia".(*)

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Eftian Rio Prayoga
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved