Local Experience
Sejarah Candi Asu Sengi, Tempat Pemujaan kepada Dewa dan Arwah Leluhur di Kaki Merapi
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Menurut laman resmi Disparpora Kabupaten Magelang, Candi Asu Sengi merupakan Candi Hindu peninggalan Mataran Kuno/Hindu dari Trah Wangsa Sanjaya.
Candi ini dibangun pada sekitar tahun 869 M saat Rakai Kayuwangi dan Wangsa Sanjaya berkuasa.
Konon, candi ini diberi nama Asu karena saat pertama kali ditemukan, terdapat sebuah patung Lembu Nandhi yang sudah rusak.
Patung itulah yang dianggap berwujud mrip anjing sehingga masyarakat menamainya Asu.
Hanya saja, perlu diketahui bahwa itu bukan satu-satunya kisah yang dipercaya sebagai asal-usul nama Candi Asu Sengi. Sebab, ada pula versi cerita lainnya.
Cerita versi kedua, nama Asu berasal dari bahasa Jawa ngoko yakni Aso yang berarti mengaso atau beristirahat.
Candi ini disebut merupakan lokasi beristirahat para peziarah pada masa lampau yang sedang melakukan ritual pemujaan.
Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan di sana, Candi Asu Sengi memang memiliki tempat pemujaan kepada dewa, juga arwah leluhur atau raja. Bentuknya berupa lubang seperti sumur.(*)
Video Production: Eftian Rio Prayoga
Sumber: Tribunnews.com
Local Experience
Berawal dari Kerajinan Tusuk Sate, Kini Berkembang Jadi Produk Anyaman Bernilai Ekspor Tinggi
Minggu, 29 Maret 2026
Local Experience
Prasasti Sri Manggala II dan Kurambitan sebut Candi Asu Berdiri Era Rakai Kayuwangi Tahun 880 Masehi
Jumat, 27 Maret 2026
Local Experience
Nama Candi Asu Muncul karena Arca Nandi Rusak Mirip Anjing, Sedangkan Nama Aslinya tak Diketahui
Jumat, 27 Maret 2026
Local Experience
Candi Asu di Magelang, Peninggalan Mataram Kuno Abad ke 9, bagian dari Kompleks Candi Sengi
Jumat, 27 Maret 2026
Local Experience
Nggak Cuma Makan Biasa! Warung Sambal Bogor Memadukan Sensasi Kulineran Sambil Belajar Pohon Anggur
Jumat, 27 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.