Selasa, 21 April 2026

Local Experience

Diawali dengan Memanggil Roh, Beginilah Prosesi Tari Sintren yang Mengandung Unsur Mistis

Selasa, 7 Mei 2024 21:10 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Dalam Tari Sintren terdapat pemeran utama yaitu penari perempuan yang masih gadis.

Penari perempuan ini harus dalam keadaan suci, bahkan harus melakukan puasa sebelum pementasan.

Selain itu juga ada seorang awang atau dukun yang bertugas sebagai dalang Tari Sintren.

Awalnya ki dukun akan membakar kemenyan dan membaca mantra, yang disusul tetabuhan dari musik pengiring.

Berikutnya penari atau Nyi Putri yang sudah mengenakan busana khusus lengkap dengan kacamata hitam akan masuk dalam kurungan ayam.

Prosesi masuknya penari ke kurungan ayam diiringi dengan syair “Turun Sintren”, yang merupakan mantra untuk memanggil roh.

Penari kemudian akan diikat seluruh tubuhnya dan dimasukkan ke dalam kurungan ayam. Saat ini diiringi syair “Bari Lais”.

Lalu ki dukun akan membacakan mantra kepada penari yang ada di dalam kurungan seraya diiringi syair “Sih Solasih”.

Saat syair “Sih Solasih” dinyanyikan, penari di dalam kurungan akan melepas ikatan yang membelenggunya.

Berikutnya kurungan ayam akan dibuka.

Saat itu ternyata penari sudah bisa lepas dari ikatan.

Nyi Putri akan mulai menari dan diiringi dengan syair “Widaderi Nger-nger”.

Penonton akan heran bagaimana penari bisa melepas ikatan yang kuat.

Saat Nyi Putri sedang menari ini para penonton akan melemparkan sesuatu ke arahnya. Biasanya yang dilempar adalah uang.

Bukannya senang, penari justru jatuh pingsan saat dilempari uang.

Saat penari pingsan ini ki dukun akan sigap menyadarkannya dengan mantra-mantra yang dibacakan.

Setelah siuman, Nyi Putri akan kembali menari. Prosesi diakhiri dengan gerakan Temohon.

Gerakan Temohon yaitu penari akan mendatangi penonton yang hendak memberikan uang sebagai ucapan terima kasih.

Dalam prosesi Tari Sintren itu ada dua hal yang menonjol yaitu kurungan ayam atau Ranggap dan uang.

Kurungan ayam yang berbentuk melengkung menggambarkan fase kehidupan manusia.

Dalam hidup, ada kalanya manusia di atas namun ada pula saat-saat manusia di bawah.

Hal ini akan mengingatkan manusia terhadap dari dan kemana mereka berasal, atau yang oleh masyarakat Jawa disebut “sangkan paraning dumadi”.

Berikutnya adalah uang. Uang dilemparkan oleh para penonton saat penari sedang menarikan tariannya.

Anehnya, saat dilempar uang penari justru jauh pingsan.

Hal ini menjadi pengingat bagi manusia agar tidak terlalu mendewakan duniawi dalam hidup.

Pingsannya penari mengingatkan penonton bahwa serakah terhadap dunia justru akan membuat manusia jatuh.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tari Sintren, Tarian Mistis dari Cirebon: Makna dan Keunikan

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Damara Abella Sakti
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Local Experience

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved