Jumat, 8 Mei 2026

LIVE UPDATE TRAVEL

Kisah Wanita Banting Tulang Jadi Pemetik Teh di Puncak Bogor, Terjang Cuaca dan Digaji Rp 2 Juta

Senin, 8 Mei 2023 20:28 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Perkebunan teh memang tak asing lagi bagi wisatawan yang mengunjungi kawasan Puncak Bogor.

Pemandangan pemetik teh bukan menjadi hal yang asing bagi yang berkunjung ke sana.

Salah seorang pemetik teh di Puncak, Bogor bernama Yuyu Mae misalnya.

Ia mengaku sudah bekerja menjadi pemetik teh selama 22 tahun terakhir di Puncak, Bogor.

Yuyu Mae tinggal di Desa Tugu Selatan, Cisarua, Bogor. Ia rela setiap hari menerjang hujan dan terik panas matahari demi menopang perekonomian keluarganya.

Baca: Serunya Kulineran Sambil Berendam Ala Desa di Wisata Lenk Dopang Kudus, Sajikan Konsep Alam Ciamik

Yuyu Maem berusaha ikhlas menjalani profesinya sebagai buruh pemetik daun teh lantaran hanya memiliki ijazah Sekolah Dasar (SD).

Saat ditemui Yuyu Mae mengungkapkan, mata pencaharian warga sekitar memang pemetik daun teh.

Ia dibayar Rp 2 juta sebulan. Itu pun ia harus bekerja ekstra lantaran harus berpindah-pindah tempat.

Ia sudah mulai memilah daun teh yang akan dipanen sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Yuyu mengungkapkan, bisa setiap hari atau seminggu dua kali untuk memanem daun teh.

Menurutnya, saat ini jumlah pemetih teh kian berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu.

Baca: Wisata Edukasi di Lembah Bambu Kuning Lampung Utara, Suasana Asri Nyaman untuk Belajar soal Alam

Sebab, perusahaan yang mengolah teh menyediakan mesin bagi para pemetik teh.

Sebelum menggunakan mesin untuk memanen teh, karyawan pemetik bisa mencapai angka 35 orang. Namun saat ini hanya tersisa 20 pemetik saja. Hampir setengahnya berkurang.

Yuyu Mae mengakui, menggunakan mesin memang lebih cepat. Namun risiko karyawan yang bekerja akan semakin sedikit.

Dalam sehari, para pemetik teh biasanya bisa memanem hingga 1 ton lebih.

Baca: Wisata Edukasi di Lembah Bambu Kuning Lampung Utara, Suasana Asri Nyaman untuk Belajar soal Alam

Selain itu ia juga mengaku menjadi pemetik teh karena memang tidak ada pekerjaan lain yang bisa dirinya kerjakan.

Yuyu Mae berharap, perkebunan teh di kawasan Puncak, Bogor ini tetap asri dan tak dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Ia juga berharap perkebunan teh tempatnya bekerja bisa lebih maju ke depannya. Sehingga ia bersama pekerja lainnya bisa tetap mencari nafkah di tempat tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Sosok Ibu Bekerja 22 Tahun Jadi Pemetik Daun Teh di Puncak Bogor, Tiap Bulan Digaji Rp 2 Juta

# teh # Puncak Bogor # Kisah # daun teh

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Videografer: Ramadhan Aji Prakoso
Video Production: Dyah Ayu Ambarwati
Sumber: TribunTravel.com

Tags
   #teh   #Puncak Bogor   #Kisah   #daun teh

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved