Travel
Berwisata Pulau Baer, Tempat Tersembunyi di Maluku Tenggara
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea
TRIBUN-VIDEO.COM - Cuaca teduh di bulan September hingga Oktober adalah saat yang tepat untuk menjelajahi Kepulauan Kei, Maluku Tenggara.
Arus air yang terbilang tenang sangat aman bagi pelancong yang jarang melakukan perjalanan laut.
Salah satu pulau yang tak boleh terlewatkan di Nuhu Evav itu adalah Pulau Baer.
Dalam bahasa lokal, kata Baer memiliki arti tidak terlihat, karena pulau tersebut merupakan pulau tak berpenghuni dan terlihat kosong.
Menurut warga lokal, dahulu kala pulau ini dijadikan sebagai tempat persinggahan nelayan ketika melaut.
Pulau Baer memiliki daya tarik yang menawan dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya, memiliki dua teluk dengan air yang jernih berwarna biru kehijauan, ada vegetasi mangrove dan tebing karang yang menjulang membuat pulau ini menjadi surga bagi para wisatawan.
Dibangun juga gazebo dan jembatan kecil di dalam teluk untuk digunakan wisatawan ketika hendak bersantai sambil menikmati pemandangan sekitar yang kata orang sekilas mirip salah satu spot wisata di Raja Ampat, yakni Piaynemo.
Setiap sudut Pulau Baer ini sangat instagramable. Mengambil gambar dari sudut manapun akan terlihat sangat artistik.
Dengan berkeliling menggunakan speedboat di sekitar teluk, terdapat lorong yang diapit tebing-tebing menjulang dengan landscape air jernih berwarna hijau kebiruan di bawahnya.
Lorong bertebing ini menjadi pojok favorit pengunjung untuk berswafoto.
Bagi pecinta olahraga alam bebas , ada tebing setinggi kurang lebih 20 meter di dalam teluk yang biasa dijadikan sebagai space untuk rock climbing yang patut dicoba.
Selain itu, snorkeling juga menjadi salah satu aktivitas unggulan di Perairan Bair, karena pemandangan bawah laut dengan terumbu karang yang teramat indah membuat siapapun akan terpukau.
Meski di musim pandemi covid-19 saat ini, namun banyak pelancong yang berdatangan dari luar daerah Maluku Tenggara untuk memperkaya pengalaman wisata bahari di pulau kecil dengan sejuta pesona itu.
Sebelum bepergian baik menggunakan transportasi udara maupun laut, wisatawan harus melengkapi dokumen administrasi agar bisa memperoleh tiket keberangkatan.
Salah satu persyaratan bepergian di tengah pandemi yakni terbebas dari virus corona yang dibuktikan dengan bukti hasil swab test atau hasil rapid test yang menunjukan non-reaktif.
Salah seorang wisatawan lokal asal Kota Ambon, Dwi Surkan mengatakan, untuk bisa melakukan perjalanan ke Tual, Maluku Tenggara dia harus tetap menjaga imunitas tubuh dengan baik, menjalankan protokol kesehatan setiap kali beraktivitas hingga pada saatnya melakukan rapid test dia benar-benar dalam keadaan sehat.
“Traveling di tengah pandemi memang agak ribet sih, harus siapkan segala sesuatu dengan matang, seperti mengikuti rapid test atau swab test, siapin dokumen perjalanan, pokoknya gak boleh sakit,” ucap salah seorang wisatawan lokal asal Kota Ambon, Dwi Surkan kepada TribunAmbon.com saat ditemui di Pulau Baer.
Menurutnya, semua terasa terbayarkan ketika tiba di Pulau Baer.
Keindahan alam yang ditawarkan seakan membuat Dwi lupa pernah sesulit itu untuk mencapai Kepulauan Kei terlebih di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini.
Untuk mencapai Pulau Baer, wisatawan boleh mengambil jalur darat terlebih dahulu dari Pusat Kota Tual menuju ke Desa Labetawi, Kecamatan Dulla Utara, dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit.
Kemudian mengambil transportasi longboat menuju ke Pulau Bair selama kurang lebih 50 menit. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunambon.com dengan judul Tujuan Wisata Mirip Raja Ampat di Maluku Tenggara, Pulau Baer Ramai Pengunjung Meski Pandemi
Sumber: Tribun Ambon
LIVE UPDATE
Cuma Terima Dana Bansos Rp 5 Juta, Seorang Warga di Malteng Disuruh Mengaku Terima Rp 48 Juta
Rabu, 11 Maret 2026
LIVE UPDATE
Implementasi Kampung Nelayan Merah Putih, Raja Ampat Tunggu Peresmian Bersama KKP
Kamis, 5 Maret 2026
LIVE UPDATE
Cabut Laporan! Kasus Dugaan Asusila Oknum Pejabat Raja Ampat ke Putri Angkat Berakhir Damai
Kamis, 22 Januari 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Kasus Oknum Pejabat Raja Ampat Cabuli Putri Angkat Berakhir Damai, Keluarga Korban Cabut Laporan
Kamis, 22 Januari 2026
Saksi Kata
Derita Putri Kandung Jadi Budak Nafsu Ayah Seorang Pejabat di Raja Ampat! Sering Diancam sejak Kecil
Selasa, 23 Desember 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.