Travel
Mangut Iwak Pe, Kuliner Khas Surabaya dengan Rasa Pedas yang Nendang
Laporan Wartawan Surya.co, Wiwit Purwanto
TRIBUN-VIDEO.COM - Mendengar nama Ikan Pari atau dikenal Iwak Pe, sudah terbayang dengan dimasak mangut pea tau di penyetan. Kekhasan rasa dari Iwak Pe ini banyak disuka oleh pecinta kuliner.
Setiap menikmati kuliner yang memiliki kekhasan daerah tertentu, rasa yang pas dan harga yang terjangkau menjadi jujugan untuk kembali berkunjung di tempat makan itu.
Dan menikmati kuliner paling nyaman adalah ketika masakan itu benar benar cocok serta menggugah selera.
Seperti kekhasan rasa yang yang ada du Depot Prasmanan Bu Mus di Pacarkeling, Surabaya. Rasa yang menggugah selera ini hasil racikan Hj Mistin pemilik depot.
Kekhasan rasa yang ditawarkan adalah menu andalan dengan taste lidah orang Surabaya. Sejumlah sajian menu masakan rumahan yang di tata berjajar di meja panjang.
Mulai dari sayur sayuran khas Surabaya, ada rawon, sayur lodeh manisa, ada lodeh tewel, sayur tumis pare, tumis kangkung, sambal goreng tahu tempe, aneka brengkes, aneka olahan ayam, seperti ayam goreng, kare ayam, ayam goreng kremes hingga menu favorit seperti, asem asem ikan bandeng, mangut atau kotokan iwak pe dan nasi kuning.
"Setiap hari masakan ini siap mulai pagi jam 09.00 hingga jam 21.00," jelas Hj.Mistin.
Hanya saja untuk menu tertentu yang menjadi favorit pelanggan setia di depot ini selalu habis lebih dulu. Seperti mangut iwak pe dan asem asem ikan bandeng. "Padahal juga selalu ditambah untuk menu menu itu, tapi tetap saja habis dulu," tukas wanita yang akrab di panggil Bu Mus.
Selain menu favorit tersebut juga ada menu gorengan seperti dadar jagung, ote ote, tahu tempe, bergedel dan lainnya.
Saat jam makan siang depot ini dipastikan penuh, pengunjung harus antri untuk mengambil makanan.
Ditambah lagi rasa pedas pada mangut iwak pe dan asem asem ikan bandeng. Di jamin akan berkeringat saat menyantap kuliner khas Suroboyo ini.
Banyaknya pilihan menu yang dihidangkan serta layanan ala prasmanan, menjadikan pengunjung di depot ini puas.
"Lebih enak bisa memilih sendiri dan puas kalau ambil sendiri," kata Yoyon saat makan siang, Mangut Iwak Pe menjadi menu kesukaannya, dengan kuah yang banyak serta cabe rawit ia terlihat lahap dan berkeringat.
Hj Mistin yang mengelola depot ini mengatakan setidaknya setiap hari ada sekitar 20 menu yang disajikan secara prasmanan
"Pengunjung bisa sesukanya mengambil porsi makanan sendiri. Setelah mengambil makanan nanti baru dihitung, " katanya.
Untuk harga bervariasi tergantung dari lauknya. Untuk Iwak Pe misalnya, harga mulai Rp15.000 sampai Rp17.000. Gurami acar Rp18.000, Asem asem Bandeng Rp15.000, Rawon Rp15.000, aneka tumis dan sayuran kalau makan di tempat Rp2.000.
Urusan kekhasan rasa, Bu Mus ini berani diadu dengan depot lainnya. "Kekhasan rasa sudah menjadi ikon di depot ini, semua menu kami masak sendiri," katanya.
Kekhasan itu kata Bu Mus misalnya untuk bumbu yang dibuat secara khusus dengan memperbanyak rempah rempah yang dibiarkan menyerap ke daging dan tulang dari ikan yang dimasak. (*)
Sumber: TribunTravel.com
tribunnews update
Kebakaran Gedung Pelayanan Jantung RSUD dr Soetomo Surabaya Picu Kepanikan, Pasien Dievakuasi
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Menyengat di Indonesia, Surabaya Capai Rekor Tertinggi Sentuh 36,4 Derajat
7 hari lalu
LIVE UPDATE
Terlanjur Geram! Penyanyi Dangdut Kompak Datangi Cak Ji seusai Kena Tipu Arisan Bodong Rp 1,8 M
Rabu, 13 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.