SUPERSKOR
Polemik Naturalisasi Memanas, Pengacara Malaysia Kritik Keputusan yang Berubah-ubah
TRIBUN-VIDEO.COM - Potensi hukuman ketujuh pemain naturalisasi ilegal Malaysia terancam diperberat, pengakuan saat disidang FIFA kontrakdiktif.
Pengadilan CAS memutuskan untuk menunda putusan final banding Federasi Malaysia (FAM) atas skorsing FIFA terhadap tujuh pemain keturunan palsu.
Pengadilan CAS merasa masih membutuhkan waktu untuk mendalami setiap bukti-bukti yang diajukan kedua belah pihak dan tidak ingin sembrono.
Putusan akan dirilis pekan depan namun hanya poin utama, sedangkan rincian lengkapnya akan diumumkan menyusul.
Hal ini disampaikan salah satu perwakilan CAS lewat rilis yang dikutip salah satu media Malaysia, NST.com.my.
"Setelah sidang hari ini, panel akan membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan."
"Saya tidak dapat memberikan jangka waktu pasti untuk keputusan tersebut."
Baca: Vietnam Pilih Tim Peringkat 180 Dunia untuk FIFA Matchday, Strategi atau Minim Tantangan
"Tetapi putusan awal (tanpa alasan lengkap) diperkirakan akan dirilis minggu depan."
"Karena ini adalah kasus yang sangat penting, siaran pers akan dikeluarkan."
"Saya akan memberi tahu Anda segera setelah dirilis," kata perwakilan CAS.
Sorotan pengacara Malaysia tertuju pada sanksi terhadap ketujuh pemain keturunan palsu ilegal.
Nik Erman menyebut kemungkinan hukuman bisa dikurangi, tetap hingga bertambah bergantung pada penjelasan pengacara FAM di sidang.
"Jika banding hanya terkait dengan hukuman," kata Nik Erman Nik Roseli.
" Ada kemungkinan hukuman tersebut dapat dikurangi, dipertahankan, atau ditambah."
Baca: Pekan Penentuan Maarten Paes Bisa Debut Setelah Izin Kerja Keluar, Siap Tantang Bek Timnas Indonesia
(*)
Video Production: Dandi Bahtiar
Sumber: SuperBall.id
Tribunnews Update
Kemenag Beri Sanksi Keras, Cabut Izin Pesantren Ndolo Kusumo Imbas Kasus Oknum Kiai Cabuli Santri
Selasa, 5 Mei 2026
Tribunnews Update
Hotman Paris Minta DPR Sahkan UU Hukum Mati Pelaku Kejahatan Seks Buntut Kasus Kiai Cabuli 50 Santri
Selasa, 5 Mei 2026
Nasional
Begini Nasib Menantu setelah Bunuh Mertua & Kuras Harta di Pekanbaru, Siap-siap Hukuman Mati!
Senin, 4 Mei 2026
Tribunnews Update
Nasib Menantu Usai Kuras Harta hingga Bunuh Mertua Lansia di Pekanbaru: Terancam Hukuman Mati
Senin, 4 Mei 2026
Tribun Video Update
China Tolak Sanksi AS terhadap Perusahaan Minyak Iran, Beijing Sebut Tak Punya Dasar Hukum
Minggu, 3 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.