Olahraga
Highlights Nottingham Forest Vs Tottenham (3-0) di Premier League, Spurs 5 Lagi Cuma Menang Sekali
TRIBUN-VIDEO.COM - Kekalahan 3-0 Tottenham atas Nottingham Forest pada Minggu (14/12) malam menghasilkan satu pertanyaan, apakah Thomas Frank layak dipertahankan sebagai pelatih?
Setelah dua pertandingan selumnya menang cleansheet, 3-0 atas Slavia Praha dan 2-0 atas Brentford, Tottenham tak berdaya ketika bermain di City Ground.
Tim asuhan Thomas Frank dibombardir dengan 15 tembakan percobaan yang dihasilkan oleh skuat Sean Dyche.
Dari jumlah tersebut, enam di antaranya tepat sasaran. Sementara Spurs hanya menghasilkan 5 tembakan dan satu yang mengarah ke gawang.
Dalam ulasan The Standard menyebutkan, hasil tersebut mencerminkan penampilan yang mengerikan dari Tottenham.
Tim London Utara tersebut lemah secara mental dan fisik.
Sebelum itu, dua bulan pertama musim pertamanya bersama Spurs, Frank menganggap bahwa hanya kekalahan atas Bournemouth lah yang merupakan penampilan terburuk timnya.
Tapi saat ini, penampilan tidak lagi bisa mencerminkan bagaimana mereka di awal musim.
Baca: Highlights Man United Vs Bournemouth (4-4) di Premier League 25/26, Setan Merah Gagal Raih 3 Poin
Saat melawan Monaco di mana laga berakhir imbang 0-0, Spurs diserang habis-habisan oleh Takumi Minamino dan kolega. Beruntung tidak ada gol yang tercipta.
Dua pekan setelahnya, Chelsea menjadi masalah bagi Tottenham yang bermain buruk.
Tidak terkecuali saat bertandang ke Emirates Stadium rival abadi mereka, Arsenal.
The Lilywhite dibantai 4-1 oleh The Gunners.
Penderitaan Spurs berlanjut saat dikalahkan PSG 5-3 dan Fulham yang secara mengejutkan mampu menang di Tottenham Hotspur Stadium 1-2.
Hasil hasil tersebut membawa Tottenham ke peringkat 11 klasemen Liga Inggris dari 16 pertandingan yang sudah dimainkan.
Pencapaian terburuk Spurs sejak 2008 lalu.
Dengan capaian itu membuat Thomas Frank kehilangan kepercayaan dari para penggemar Tottenham, dan dapat terus berkembang jika performa tim tidak teratasi dengan cepat.
Pertanyaan kemudian muncul, apakah hasil tersebut mengantarkan Thomas Frank menuju pintu keluar Tottenham?
Atau sebaliknya, Thomas Frank diberi kepercayaan hingga akhir musim di tengah penderitaan saat ini?
"Saya tidak melihat alasan mengapa tidak," kata Thomas Frank yang optimis dipertahankan.
"Saya rasa cukup jelas bahwa jika tidak ada yang meluangkan waktu, tidak ada yang bisa membalikkan keadaan ini. ini bukan solusi cepat," sambungnya.
Baca: Highlights FC Barcelona Vs Osasuna (2-0) di LaLiga 25/26, Blaugrana Makin Nyaman Puncaki Klasemen!
Thomas Frank sempat membangun pondasi kukuh di awal musim dari lini pertahanan yang ia miliki sehingga mampu menciptakan hasil-hasil impresif ketika melakoni laga-laga tandang.
Tottanham dinilai siap untuk bersaing.
Tapi, tiga bulan kemudian, Spurs hanya mampu memperlihatkan pertandingan yang terkoordinir dengan baik saat melawan Copenhagen, Brentford, dan Slavia Praha.
Selain laga itu, rencana serangan Tottenham nihil.
Spurs hanya bermain dengan mengandalkan umpan silang. Mereka telah kebobolan 16 gol dalam 5 laga terakhir. Ironi.
Melanjutkan artikel tersebut, setidaknya ada dua alasan mengapa Thomas Frank mungkin diberikan waktu untuk melanjutkan pekerjaannya.
Alasan pertama soal identitas tim yang dia tanamkan demi menuju masa depan yang lebih jelas.
Namun yang kedua adalah keengganan mengakui kegagalan, bahwa penunjukkan Thomas Frank sebagai pelatih Tottenham adalah pilihan yang salah.
Direksi klub hanya menunggu, berharap tim dapat berubah dan melaju di jalan yang benar di sisa pertandingan musim ini.
Tapi dengan kurun waktu 6 bulan tidak da yang tidak mungkin untuk Tottenham bisa tampil lebih buruk.
Jika Frank beranggapan bahwa seorang pelatih membutuhkan waktu lebih untuk adaptasi dengan skema permainannya, itu tidak salah.
Namun, hampir setengah musim Liga Inggris berlalu dan 25 pertandingan yang telah dia pimpin, aneh rasanya jika timnya masih belum tahu bagaimana cara menyerang.
Lebih jauh lagi, saat kalah dari Nottingham kemarin banyak pemain Tottenham yang bermain di bawah performa terbaik.
Pemain dinilai tidak menikmati bermain di bawah asuhan Thomas Frank.
Saat ia menjadi pelatih Brenford pada musim-musim sebelumnya, ia mampu mengembangkan pemain dan memaksimalkan potensi tim melebihi kemampuan individu pemain yang mereka miliki.
Baca: Highlights Juventus Vs Pafos (2-0) di Champions League 25/26, I Bianconeri Optimis Melaju Playoff!
Namun itu tidak terjadi saat di Tottenham secara keseluruhan. Para penyerang tampak kehilangan arah.
Apesnya lagi, Thomas Frank tidak memiliki kedalaman skuad yang memadai.
Bursa transfer musim dingin pada Januari mendatang seakan menjadi pedang bermata dua bagi Tottenham.
Dengan kondisi tim saat ini, mereka perlu mendapatkan amunisi tambahan, tetapi Thomas Frank belum mampu menunjukkan persaingan yang ada di dalam timnya dengan baik.
Kesempatan Tottenham untuk meraih gelar juara musim ini hanya satu, yakni Piala FA, dan jika kalah dari Aston Villa sirna sudah harapan itu.
Tottenham harus mengambil tindakan dengan mempertimbangkan Thomas Frank, apakah yakin memberikan waktu yang lebih panjang?
Ia dengan vokal menyerukan agar lebih bersabar dan yakin di masa depan Tottenham bisa tampil lebih baik.
Namun waktunya semakin menipis untuk membuktikan bahwa dirinya masih pantas berada di balik kemudi Tottenham.
(Tribunnews.com/Sina)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tottenham yang Kehilangan Arah, Waktu Thomas Frank Menipis
Sumber: Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.