Olahraga
Pernyataan Presiden FIGC, Gabriele Gravina Tentang Rasisme Pada Lukaku
TRIBUN-VIDEO.COM - Striker Inter Milan Romelu Lukaku ditolong Federasi Sepakbola Italia (FIGC) dalam insiden rasis saat melawan Juventus di semifinal Coppa Italia.
Romelu Lukaku kini dipastikan akan bisa tampil di leg kedua semifinal Coppa Italia antara Inter Milan vs Juventus pada Kamis (27/4/2023) mendatang.
Bomber Nerrazurri asal Belgia itu sebelumnya diusir wasit pada leg pertama. Lukaku mendapat kartu kuning kedua di masa injury time setelah melakukan selebrasi yang dianggap provokatif terhadap pendukung Juventus.
Pihak Inter Milan mengajukan banding atas keputusan kartu kuning yang diterima Lukaku itu.
Awalnya, pengadilan banding Italia menolak protes Inter Milan dan menyatakan Lukaku tetap dikenai sanksi terkait kejadian rasisme itu.
Inter sempat mengecam keputusan itu lantaran Lukaku adalah korban namun menjadi yang disalahkan.
Namun demikian, pada Sabtu malam (22/4), Presiden FIGC Gabriele Gravina kemudian turun tangan dan menangguhkan hukuman terhadap Lukaku.
Keputusan Gravina ini sebagai bentuk pernyataan dalam menentang rasisme. Ia menilai keputusannya ini sudah sangat tepat.
Hal ini mengingat dari pihak Juventus sendiri yang mengajukan banding terkait pembukaan Curva Sud telah dikabulkan. Padahal tribun itulah yang menyanyikan rasis terhadap Lukaku.
“Prinsip perang melawan segala bentuk rasisme adalah elemen fundamental dari sistem olahraga,” bunyi pernyataan dari FIGC, dikutip dari Football Italia.
Lukaku sekarang kembali dan tersedia untuk dimainkan Simone Inzaghi di leg kedua semifinal di San Siro.
Striker bertubuh gempal itu kini lega dan senang dengan keputusan dari FIGC ini.
Baca: Lukaku Bisa Tampil Lawan Juventus di Leg Ke-2 Semifinal Coppa Italia Setelah Ditolong Presiden FIGC
"Saya percaya bahwa berkat intervensinya, keadilan telah tercapai dan sinyal besar telah diberikan kepada seluruh dunia olahraga dan sekitarnya. Telah ditunjukkan bahwa ada keinginan untuk melawan rasisme," ujar Lukaku dalam laman resmi Inter.
Sebagaimana diketahui, dalam kejadian rasisme itu, Lukaku sepanjang laga mengalami pelecehan rasis dari orang-orang tertentu di tribun di Turin, sebelum dan sesudah penalti diambil.
Pemain pinjaman Chelsea ini mengangkat jarinya ke mulut dan menutup telinganya setelah mencetak gol penalti di menit-menit akhir.
Selebrasi itu juga pernah dilakukan Lukaku setelah mencetak gol di beberapa pertandingan jelang laga Coppa Italia namun tidak berdampak pada keluarnya kartu.
Adapun hasil semifinal leg pertama Juventus vs Inter Milan akhirnya berkesudahan 1-1 untuk kedua tim.
Leg kedua akan dimainkan pada Kamis (27/4/2023) tengah pekan nanti di San Siro. Kehadiran Lukaku tentu akan membuat skuad Inter Milan lebih percaya diri menghadapi Juventus.
Baca: Romelu Lukaku Lakukan Selebrasi Tutup Mulut saat Jamu Benfica, Tak Kapok Ia justru Ungkapkan Rahasia
(Tribunnews.com/Tio)
Video Production: Tri Susilo Mardhani
# Inter Milan # Romelu Lukaku # Rasisme # Presiden FIGC # Gabriele Gravina# Juventus
Video Production: Tri Susilo Mardhani
Sumber: Super Skor
SUPERSKOR
INTER MILAN DI AMBANG SCUDETTO, Pesta di Lapangan atau Harus Menunggu Hasil Rival di TV
Selasa, 28 April 2026
SUPERSKOR
DARI BEK KIRI JADI RAJA ASSIST, Federico Dimarco Kuasai Serie A dan Kini Incar Rekor Dunia
Senin, 27 April 2026
Olahraga
Kabar Duka, Alex Manninger Eks Kiper Arsenal dan Juventus Meninggal Dunia usai Kecelakaan
Jumat, 17 April 2026
SUPERSKOR
Como Kena Comeback Inter Milan, Mirwan Suwarso Tetap Bangga dengan Perjuangan Tim
Selasa, 14 April 2026
SUPERSKOR
Como Tampil Berani, Inter Milan Sampai Kewalahan Dihajar 20 Percobaan Tembakan
Senin, 13 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.