Local Experience
Pesona Sapi Sonok, Budaya Unik yang Terus Dilestarikan
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Kontes Sapi Sonok merupakan kebudayaan yang sangat unik milik warga Kabupaten Pamekasan, Madura.
Tribunners yang belum tahu, Kontes Sapi Sonok ini adalah kontes kecantikan untuk sepasang sapi Madura betina.
Dalam perlombaan, biasanya sepasang sapi dirangkai atau diapit menggunakan pangonong.
Saat hendak berjalan, sepasang sapi akan berjalan serasa beriringan mengikuti instruksi pawang.
Lalu pasangan sapi berjalan-jalan dengan langkah kaki yang anggun untuk menuju memasuki sebuah gapura.
Hingga saat ini Kontes Sapi Sonok yang merupakan warisan budaya tradisional di Pulau Garam itu masih tetap terlestarikan dengan baik.
Kontes Sapi Sonok ini, berbeda dengan lomba kerapan sapi yang menonjolkan adu kecepatan untuk sapi jantan.
Penilaian dalam ajang kontes sapi sonok lebih ditekankan pada keindahan dan keserasian kaki saat berjalan dan naik ke sebuah gapura.
Sonok merupakan singkatan dari ' Skona Nongkok ' yang berarti kakinya berpijak.
Dalam kontes sapi sonok, sepasang sapi betina berjalan di lintasan sekitar 15 sampai 20 meter dan tidak boleh menyentuh garis pembatas.
Sepasang sapi sonok diikat sebilah kayu melengkung yang disebut pangonong dan badan sapi juga diberi hiasan kain warna merah dan emas.
Bahkan kepala sapi juga diberi mahkota agar semakin terlihat cantik dan mempesona.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunMadura.com dengan judul Cerita Kontes Sapi Sonok, Tradisi Petani Madura Tetap Eksis di Pamekasan, Beda dengan Karapan Sapi.
Program : Local Experience
Editor: Untung Sofa Maulana
#localexperience #sapisonok #tradisi #sejarah #madura #kontessapi #pamekasan
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: TribunMadura.com
Terkini Daerah
Dedi Mulyadi Tunggangi Kuda Putih Kawal Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Kota Bandung
Minggu, 17 Mei 2026
LIVE UPDATE
Dedi Mulyadi Menunggang Kuda saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, Ribuan Warga Turut Meramaikan
Senin, 11 Mei 2026
Terkini Nasional
TERHARU, Dedi Mulyadi Pernah Ngaku Dicap Musyirk dan Sesat, Tekad Bangun Kembali Peradaban Pajajaran
Senin, 11 Mei 2026
Terkini Nasional
DEDI MULYADI & NI HYANG Jadi Daya Tarik saat Kirab Mahkota Binokasih Bogor, Warga Histeris
Jumat, 8 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.