Selasa, 14 April 2026

Local Experience

Mengenal Tradisi Nyekar: Perpaduan Budaya Lokal dan Nilai Keagamaan

Selasa, 14 April 2026 11:49 WIB
TribunSolo.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Tradisi nyekar menjelang Ramadhan telah lama dilakukan masyarakat Solo Raya secara turun-temurun.

Bahkan di Solo Raya, biasanya harga bunga tabur melonjak jelang Ramadhan.

Lantas bagaimana sejarah tradisi nyekar ini? Kenapa nyekar di Solo Raya identik dengan bunga tabur?

Nyekar sejatinya bukan tradisi yang berasal langsung dari ajaran Islam, melainkan kebiasaan universal yang ditemukan di berbagai kebudayaan dunia sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur atau orang yang telah meninggal dunia.

Ketika Islam masuk dan berkembang di Nusantara, tradisi ini kemudian mengalami proses akulturasi.

Nilai-nilai Islam membingkai praktik nyekar dengan doa, zikir, selawat, wirid, atau ratib.

Dengan demikian, nyekar menjadi sarana spiritual yang memadukan budaya lokal dan ajaran agama.

Bagi masyarakat Solo Raya, nyekar kerap dimaknai sebagai bentuk silaturahmi antara yang masih hidup dengan yang telah wafat.

Melalui doa dan ziarah kubur, keluarga yang ditinggalkan berharap agar arwah mendapatkan ampunan serta ketenangan di sisi Allah Swt.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Sejarah Tradisi Nyekar di Solo Raya Jelang Ramadhan, Ternyata Ada Makna di Balik Bunga Tabur.

Program : Local Experience
Editor: Untung Sofa Maulana

#localexperience #nyekar #jelangramadhan #solo #tradisi #ritual #mendoakan #shortvideo #shorts #soloraya #short #ramadhan

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: TribunSolo.com

Tags
   #Tradisi   #ritual   #Solo   #mendoakan   #makam   #ziarah

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved