Kamis, 9 April 2026

Bau Menyengat Kabut Asap Cemari Udara Palangkaraya

Rabu, 17 Juli 2019 19:50 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM - Kabut asap tipis dampak kebakaran lahan yang marak terjadi di Palangkaraya, dan kabupaten di Kalimantan Tengah, mulai membawa dampak terhadap pencemaran udara di Kota Cantik.

Pantauan , Rabu (17/7/2019) pagi dampak kebakaran lahan mengganggu pengendara sepeda motor yang sedang mobile di jalan, karena bau menyengat dan memunculkan kabut asap tipis yang membuat mata pengendara menjadi perih dan kemerahan.

Rata-rata pengendara sepeda motor keluar rumah menggunakan penutup hidung atau masker, karena nau menyengat dan kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya. Namun begitu, kondisi kabut asap belum mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.

Kondisi ini, juga dikeluhkan beberapa warga Palangkaraya yang mengalami batuk, flu, radang tenggorokkan, karena terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) setelah udara Palangkaraya di kotori oleh kabut asap dan bau menyengat yang ditimbulkan kebakaran lahan.

"Hari ini, asapnya mulai mengganggu, karena baunya yang menyengat, keluar rumah terpaksa pakai masker, karena saya termasuk yang tidak tahan dengan kabut asap. Ini saja mulai batuk-batuk dan flu juga pilek dan tenggorokkan sakit, karena menghirup udara kotor," ujar Syahrani, warga Jalan Rajawali Palangkaraya.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah, Mofit Saptono Subagio, mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di Palangkaraya dan Kabupaten se Kalteng dalam musim kemarau ini.

Bahkan sebut Mofit, dia meminta masyarakat juga peduli dengan lingkungannya, sehingga ketika terjadi kebakaran lahan bisa langsung berupaya memadamkan dan melaporkan kepada petugas agar api tidak membesar dan merembet ke lahan lainnya.

"Kita perlukan upaya bersama dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan ini, agar dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bisa dilakukan secara optimal, agar dampak kebakaran lahan tidak membesar dan bisa ditanggulangi," ujarnya.(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Banjarmasin Post

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved