Jumat, 24 April 2026

Terkini Daerah

Sintya, Penyandang Disabilitas yang Siap Menghadapi Bencana setelah Mengikuti Workshop Destana

Kamis, 11 April 2019 18:15 WIB
Tribun Padang

Laporan wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUN-VIDEO.COM, PADANG - Arbeitet Samariter Bund (ASB) adakan workshop di Hotel Grand Inna Muara, Kota Padang, Senin (8/4/2019).

Kegiatan ini mengangkat Destana (Desa Tangguh Bencana) guna untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk cara menghadapi bencana di Pesisir Sumbar terutama untuk masyarakat penyandang Disabilitas.

Project Manager ASB Provinsi Sumatera Barat, Rofikul Hidayat mengatakan desa tangguh bencana berbasis dan bersifat inklusi.

"Di sini kami berprinsip jangan keluar dari inklusi. Dan, tidak bisa hanya kelompok tertentu saja, tapi harus menyeluruh," ujarnya.

Ia mengatakan, pentingnya inklusi adalah melindungi masyarakat yang ada di daerah rawan bencana.

"Dan, meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya kelompok berisiko, dalam pengelolaan sumber daya dalam rangka mengurangi resiko bencana," ujarnya.

Ia mengatakan sebelum bencana, kita bisa membayangkan orang-orang disabilitas yang ada bagaimana kondisinya pada saat itu.

"Saat terjadinya bencana angka disabilitas naik, misalnya saat pasca bencana gempa terjadi, ada orang tangannya putus, atau kaki dan lainnya," katanya.

Dalam kegiatan ini juga didatangkan penyandang disabilitas agar tahu cara menghadapi bencana terutama ketika gempa dan tsunami datang di pesisir Sumbar.

Ia berharap kepada setiap masyarakat agar dapat membantu kaum disabilitas untuk dapat mengarahkan, dan menolong ketika bencana datang.

Sintya, salah satu peserta disabilitas pendengaran dan bicara, yang berasal dari Ampiang Parak, Pesisir Selatan menyampaikan sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini terutama untuk kaum disabilitas yang bermukim di Pesisir Sumatera Barat.

Ia berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat yang dibantu satu orang translator untuk menjelaskan apa yang disampaikan olehnya.

"Setelah saya mendapat latihan di ASB, saya mendapatkan pelajaran 3B yaitu berlutut, berlindung, dan bertahan," katanya.

Ia juga mengatakan, kalau dahulu ia tidak tahu dan tidak paham apa yang akan dilakukan saat bencana datang. Kini ia sudah tahu apa yang perlu dilakukan.

"Dulu saat terjadi gempa yang berpotensi tsunami. Saya tunggu dan terus menunggu. Namun, tidak ada yang datang memberikan informasi," katanya.

Ia juga menceritakan, setelah ia mengikuti pelatihan ia mendapat kesiagaan yang isinya bermacam-macam, dari sepatu, jaket, air minum, kue, dan obat-obatan.

"Pelatihan yang diadakan ASB yang membuat saya paham, saya berharap teman-teman lainnya yang sama seperti saya dapat mengikuti pelatihan ini. Agar sama-sama paham apa yang dilakukan saat terjadi bencana," katanya.(*)

ARTIKEL POPULER

Baca: Cara Cek Nama di Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019

Baca: Cara Cek Nama di Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019 di HP Melalui Aplikasi Android

Baca: Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan dari HP Melalui Aplikasi BPJSTKU, Bisa Kapan Pun dan di Mana Pun

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Padang

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved