Minggu, 12 April 2026

Terkini Daerah

Nelayan di Kota Padang Melakukan Kegiatan 'Maelo Pukek'

Senin, 8 April 2019 22:36 WIB
Tribun Padang

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUN-VIDEO.COM, PADANG - Nelayan di Pantai Padang lakukan 'maelok pukek' untuk menangkap ikan yang ada di laut di 16 Jalan Samudera, Purus, Padang Barat, Kota Padang, Sabtu (6/4/2019).

Kegiatan 'maelo pukek' adalah kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan yang dapat kita jumpai di sepanjang bibir pantai di Sumatera Barat.

Cara yang dilakukan oleh para nelayan ini dalam tradisi maelo pukek sama dengan nelayan lainnya, karena sama-sama menggunakan jaring.

Maelo berarti menarik, dan sedangkan 'pukek' berarti pukat yang digunakan dalam bentuk jaring.

Pukat atau jaring akan ditebar di tengah laut menggunakan perahu sedang.

Setelah jaring ditebar berbentuk setengah lingkaran, nelayan akan mulai menarik tali dari dua sisi di bibir pantai.

Nelayan menarik pukat dengan perlahan-lahan, dan mengikatkan kain di pinggang sebagai alas tangan agar tidak sakit saat menarik pukat.

Salah satu nelayan yang ikut menarik pukat, Sayuti (59) mengatakan dalam 'maelo pukek' akan memerlukan setidaknya delapan orang yang akan menarik.

"Empat orang di ujung tali sisi kanan, dan empat orang di sisi bsrikutnya," katanya.

Dalam 'maelo pukek' semakin dekat pukat ditarik oleh nelayan, maka kedua sisi tali akan semakin dekat dan menyatu.

"Maelo pukek membutuhkan waktu cukup lama, paling lam membutuhkan waktu dua jam," ujarnya.

Ia menyatakan, kegiatan 'maelo pukek' ini mereka lakukan hanya pada hari Sabtu dan Minggu saja.

"Kami hanya 'maelo pukek' pada hari Sabtu dan Minggu saja, tapi ada nelayan lain yang ada melakukan 'maelo pukek' setiap hari," katanya.

Ia mengatakan, pada hari Sabtu dan minggu biasanya masyarakat lebih memilih membeli hasil tangkapan dari pukat ini daripada dari hasil nelayan bagan.

"Pembeli biasanya suka membeli hasil tangkapan dari 'maelo pukek' karena, pembeli langsung melihat ikan keluar dari laut, dan pembeli biasanya suka melihat ikan yamg keluar dalam keadaan hidup," katanya.

Ia mengatakan, dalam 'maelo pukek' ikannya tidak selalu sama.

Karena ikannya musiman.

Seperti minggu lalu mendapatkan ikan Pinang-pinang dan ikan Maco, sekarang hanya mendapatkan ikan maco dan cabe-cabe.

"Dalam sehari kami 'maelo pukek' sekitar dua kali dalam sehari. Dan, ini yang kedua, ikannya tidak kena. Hanya mendapatkan ikan cabe-cabe," katanya.

Ia menjelaskan kalau ikan yang bernam cabe-cabe tidak akan di beli oleh pembeli. Karena ikannya yang berduri keras di punggungnya.

"Duri pada ikan cabe juga berbisa, tangan akan jadi sakit dibuatnya, seperti disengat serangga," tambahnya.

Ice, warga siteba yaitu salah satu pembeli ikan pukat mengaku lebih mrmilih hasil tangkapan ikan pukat. Karena langsung melihatnya keluar dari laut.

"Ikan pukat ini harga tidak mahal, harganya sangat murah," katanya.

Ia menyatakan, ia langsung melihat ikan yang masih segar dan masih hidup. (*)

ARTIKEL POPULER:

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Naik Mobil yang Dikira Uber Pesanannya, Seorang Wanita Tewas Dibunuh & Dibuang oleh Sopir

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Padang

Tags
   #nelayan   #Padang

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved