Ma'ruf Amin: Belajar Sungguh-sungguh, Santri Bisa Jadi Apa Saja
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUN-VIDEO.COM - Calon Wakil Presiden RI nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Senin (15/10/2018).
Kedatangannya disambut oleh ribuan santriwan dan santriwati yang berteriak gembira dalam kegiatan yang dibalut doa bersama itu.
Setelah Kiai Ma'ruf tiba, ribuan santri Ponpes Pandanaran duduk dengan disiplin dan rapi di bawah semacam sebuah aula terbuka yang terletak di bagian tengah kompleks pondok itu.
"Saya berkunjung ke pesantren yang berpengaruh, Sunan Pandanaran yang dibesarkan oleh KH Mufid Mas'ud. Saya memang sangat dekat dengan beliau," kata Kiai Ma'ruf.
Kini pesantren diasuh oleh KH Mutashim Billah setelah Kiai Mufid wafat. Dan Kiai Ma'ruf diterima dengan terbuka oleh Kiai Mutashim dan santri-santrinya.
Berkali-kali suara teriakan santri membahana melihat wajah Kiai Ma'ruf yang selalu tersenyum atau melambaikan tangan. Gema suaranya sudah seperti ketika di konser musik, fans meneriaki bintang pujaannya.
"Saya memohon doa restunya. Karena saya dipilih Pak Jokowi menjadi cawapres," kata Kiai Ma'ruf.
Buru-buru ditambahkan sang kiai. "Saya tidak kampanye. Tetapi saya hanya minta doa restu," imbuhnya.
Kepada para santriwan and santriwati, Kiai Ma'ruf berpesan agar mereka optimis dalam menatap masa depan cerah. Santri harus yakin dan punya harapan besar akan masa depannya.
"Karena santri bisa jadi apa saja. Saya bisa jadi cawapres. Gus Dur juga santri, bisa jadi presiden. Santri bisa jadi apa saja. Yang penting belajar sungguh-sungguh, persiapkan diri, supaya nanti bisa berkiprah dimana saja," ujar Kiai Ma'ruf.
Doa-doa dilantunkan selama acara itu berlangsung. Setelah doa selesai dilakukan, Kiai Ma'ruf diundang untuk makan siang bersama.
Setelahnya, dilakukan shalat bersama di mesjid. Kiai Ma'ruf dijadwalkan bersilaturahmi dengan mantan Ketua PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif.(*)
Reporter: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Videografer: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Local Experience
Ki Hadjar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional yang Lahir di Yogyakarta dan Mengabdi untuk Bangsa
21 jam lalu
Local Experience
Perkembangan Pesat Pasar Legi Kotagede pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda hingga Renovasi
3 hari lalu
Local Experience
Pembangunan Keraton Yogyakarta oleh Sultan Hamengku Buwono I Sebagai Arsitek Sekaligus Pendiri
3 hari lalu
Local Experience
Pasar Legi Kotagede Sebagai Pasar Tertua di Yogyakarta yang Telah Ada Sejak Masa Kerajaan Mataram
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.