Terkini Daerah
KCD Kota Bogor Dinilai 'Plin Plan' Soal Sanksi bagi Sekolah Pelaku yang Tewaskan Pelajar SMK
TRIBUN-VIDEO.COM - Kantor Cabang Dinas ( KCD) Wilayah II Jawa Barat, Kota Bogor nampkanya masih 'plin-plan' soal sanksi yang akan diberikan kepada sekolah pelaku yang tewaskan pelajar di Simpang Pomad, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
KCD Jabar menilai, untuk sanksi memang harus melihat terlebih dahulu hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Seperti yang diketahui, pelaku kejadian bernisial SA dan MA ini merupakan seorang pelajar tingkat menengah atas di Kota Bogor.
Kedua pelaku ini identitasnya berhasil dikorek polisi usai tertangkap bersama satu orang yang menyembunyikannya di wilayah Lebak, maupun Kabupaten Bogor.
Baca: Pengakuan Pelaku Pembacokan Siswa SMK di Bogor, Sempat Balik ke Sekolah Ditanyai Guru dan Gak Ngaku
"Sudah kami sampaikan kepada pimpinan terkait sanksi tegas. Karena SMA dan SMK itu ada bantuan dari Pemprov Jabar," kata Kepala Seksi Pengawasan Kantor Cabang Dinas ( KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat (Jabar), Irman Khaeruman kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (14/3/2023).
Irman membeberkan, sejauh ini, pihaknya memang harus menunggu keputusan dari Pemprov Jabar terkait sanksi tegas yang diberikan.
Sehingga, pihaknya terus melakukan koordinasi serta kajian yang mendalam terkait sanksi tegas yang akan diberikan.
"Kita coba lakukan kajian lagi hal itu. Nanti, segera kami informasikan," jelasnya.
Disinggung sanksi tegas dengan menutup sekolah pelaku, Irman membeberkan, bahwa hal itu mustahil dilakukan.
Pasalnya, jika ditutup, siswa lain yang tidak terlibat terkena imbasnya.
"Ada siswa siswi yang lain emang harus diselamatkan juga. Itu sudah kami sampaikan kepada pimpinan langkah apa selanjutnya. Mudah mudahan segera punishmennya seperti apa. Karena banyak opsi juga," jelas Irman.
Terkait pelaku, tegas Irman, memang sudah otomatis diblacklist.
Baca: Buntut Arya Tewas Ditebas Pelajar, Visi Kota Bogor Ramah Keluarga Jadi Sorotan Komisi IV DPRD
"Tadi sudah disampaikan juga. Kalau pelakunya ini sudah pasti di keluarkan dari sekolah," tambah Irman.
Irman mengklaim, sejauh ini, KCD sudah melakukan pengawasan yang maksimal terhadap SMK dan SMA di Kota Bogor.
Pengawasan itu dilakukan untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan seperti tawuran dan tindakan kriminalitas lainnya.
"Kalau dibilang lemah kami telah melakukan upaya komunikasi, pembinaan dengan seluruh kepala sekolah. Kepala sekolah otomatis harus menyampaikan kepada warga sekitar termasuk pengawasan peserta didik, apel, dan setiap senin pengawas hadir," tegas Irman.
Meski begitu, kata Irman, pihak KCD Wilayah II Jawa Barat menunggu atensi langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Kita menunggu informasi langkah selanjutnya seperti apa," tandasnya.(*)
# pembacokan # Kota Bogor # siswa SMK # sanksi # sekolah
Baca berita lainnya terkait pembacokan
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul KCD Kota Bogor Plin-Plan Soal Sanksi Bagi Sekolah Pelaku yang Tewaskan Pelajar di Simpang Pomad
Sumber: Tribunnews Bogor
Terkini Daerah
Momen Calon Siswa Sekolah Rakyat Menangis di Pelukan Seskab Teddy: Saya Belum Pernah Sekolah
2 hari lalu
Live Tribunnews Update
Viral Aksi Penganiayaan Berujung Sweeping Mata Elang di Exit Tol Prambanan, Polisi Langsung Bubarkan
2 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Calon Siswa Sekolah Rakyat Menangis di Pelukan Seskab Teddy: Hidup dari Hasil Ngamen, Ayah Meninggal
3 hari lalu
Terkini Nasional
TERBENTUR ATURAN! Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Honorer di Sekolah, Tugaskan Ini ke Kadisdik
3 hari lalu
Berita Terkini
AS Sita Kapal Tanker M/T Tifani di Samudera Hindia, Angkut 2 Juta Barel Minyak Mentah dari Iran
4 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.