Terkini Daerah
Pemkab Merauke Bangun Kembali Tugu Libra, Ini Sejarah dan Maknanya
TRIBUN-VIDEO.COM – Setelah diterjang angin pada 29 Januari 2021, Tugu Libra di Merauke akhirnya dibangun kembali.
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, mengatakan, Tugu Libra ia bangun kembali dengan model yang sama.
Namun, dengan bahan dan kontruksi yang berbeda.
Tugu Libra nantinya memiliki pagar pelindung sebagai tambahan dalam desain yang baru.
Baca: Peringati HUT Merauke, Pemkab Gelar Lomba Pacuan Kuda Tradisional
“Kita coba pakai bahan dan konstruksinya saya ubah total, tapi modelnya tetap. Nanti ada nozzle air mancur kita hidupkan, lalu ada pagar pelindung juga,” kata Romanus, Rabu (8/2/2023).
Diketahui, Tugu Libra diresmikan pada 27 Mei 2013 silam, di periode pertama pemerintahan Romanus Mbaraka memimpin Merauke.
Sejarah dan Makna Tugu Libra Merauke
Nama Tugu Libra diambil berdasarkan lokasinya yang dibangun di Lingkaran Brawijaya, sehingga disingkat Libra.
Tugu Libra bermakna keseimbangan 4 sisi dunia yang identik dengan 4 golongan adat Anim Ha dan bercorak cerdas dalam berpikir, bekerja keras,bertanggung jawab, harmonis, berkeadilan serta transparan.
Angka 1902 yang terdapat pada tugu, menggambarkan tahun dimana masyarakat Marind memulai interaksi dengan dunia luar.
Terdapat pula angka 969 yang menempel pada tiang tugu sebagai simbol doa agar Kota Merauke berumur panjang seperti umur Metusalah (969 tahun).
Baca: Inilah 5 Destinasi Wisata yang Menarik Dikunjungi saat Berada di Merauke: Ada Monumen Kapsul Waktu
Selain itu. angka 969 memiliki arti lain yaitu, angka 9 berarti adil, damai dan sejahtera, sedangkan angka 6 berarti keseimbangan.
Angka tersebut juga diidentikkan dengan bergabungnya Irian Jaya dengan negara kesatuan Republik Indonesia pada Tahun `1969.
Penopang beton berbentuk angka satu dengan ukiran khas masyarakat adat Malind Anim menggambarkan perjalanan dan pertumbuhan penduduk Merauke yang semakin kokoh dalam menunjang cita-cita Merauke sebagai gerbang nusantara tanpa melupakan identitas masyarakat adat.
Sementara, 4 Tifa yang mengelilingi tugu melambangkan perwakilan 4 golongan adat Malind.
Sementara Miniatur bola dunia pada puncak tugu bermakna Merauke menuju kota dunia, dengan Motto Izakod Bekai, Izakod Kai (satu hati satu tujuan) yang mengandung makna kesatuan bangsa dari Sabang sampai Merauke.(*)
# Merauke # Tugu Libra # Papua # pembangunan
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Romanus Mbaraka Bangun Kembali Tugu Libra Merauke, Ini Sejarah dan Maknanya
LIVE UPDATE
Pengusaha OAP Bersatu Bangun Daerah, Kamar Adat Pengusaha Papua Pegunungan Serahkan SK 2026-2031
Rabu, 3 Juni 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Kisah Haru Jemaah Haji Asal Papua, Kembali ke Tanah Suci demi Tunaikan Haji untuk Mendiang Sang Ibu
Selasa, 2 Juni 2026
Nasional
Keseruan Dedi Mulyadi Main Bola Bareng Anak anak Papua, Celetuk Lebih Pro dari David Raya
Selasa, 2 Juni 2026
Terkini Nasional
DICEMASKAN ANAK, Mama Sinta Nangis Ungkap Kondisinya seusai Diisukan Diintimidasi
Senin, 1 Juni 2026
Tribunnews Update
Respons Direktur LBH Papau Merauke Dilaporkan Mama Yasinta soal Film Pesta Babi Hormati Keputusan
Senin, 1 Juni 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.