Senin, 13 April 2026

Terkini Daerah

Sulit Beli Solar, Warga dan Nelayan Demo hingga Tutup Paksa Pom Bensin di Marunda

Senin, 21 November 2022 11:14 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Puluhan nelayan dari Kampung Nelayan Bidara RW 01 Kelurahan Marunda mengadakan aksi unjuk rasa di SPBU Jalan Bidara Raya, wilayah Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (19/11/2022) sore.

Mengajak ibu-ibu dan anak-anak, para nelayan berdemo memprotes kebijakan pengelola pom bensin membatasi pembelian solar.

Massa aksi berteriak hingga membawa spanduk berisikan protes karena sudah beberapa hari ini kesulitan mendapatkan solar dari pom bensin yang berlokasi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Para nelayan yang kesulitan mendapatkan solar ini lantas menutup paksa pom bensin tersebut.

Mereka memasang tali tambang secara melintang di akses masuk serta keluar SPBU.

Baca: Adu Konsumsi BBM Mobil Matik vs Manual, Mana yang Lebih Irit?

Alhasil, SPBU pun setop beroperasi sementara dalam waktu sekitar dua jam.

Penutupan paksa SPBU ini dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah ada mediasi, akhirnya tali penghalang dilepas oleh para massa aksi sekitar pukul 17.30 WIB.

Salah satu perwakilan nelayan, Sukarya (47) mengatakan, warga sampai menggelar aksi unjuk rasa karena per tanggal 18 November kemarin, pihak pom bensin sudah tak memperbolehkan para nelayan membeli solar.

"Ini pom bensin Marunda nggak boleh beli solar, makanya sekarang didemo, kebanyakan aturan," kata Sukarya di lokasi.

Sukarya yang merupakan warga RW 01 Kelurahan Marunda menegaskan, solar menjadi kebutuhan utama para nelayan di Kampung Bidara untuk melaut sehari-hari.

Alhasil, warga harus melakukan aksi dengan harapan pihak pom bensin memberi keringanan dan memperbolehkan para nelayan membeli solar kembali.

Apalagi, sumber bahan bakar solar terdekat yang bisa didapatkan para nelayan hanya di SPBU Jalan Bidara Raya.

"Tiap hari kami butuh solar, untuk melaut. Nggak pernah banyak belinya, kan dibatasin juga," katanya.

"Ini udah nggak boleh baru kemarin, dari tanggal 18 November, Jumat. Sekarang sudah nggak boleh," sambung Sukarya.

Baca: Sopir Angkot di HST Terima Voucher Bantuan BBM Subsidi, Harus Penuhi Syarat KIR

Pengawas SPBU Jalan Bidara Raya Marunda, Hasiana Sinaga mengatakan, pihak pom bensin tidak memperbolehkan para nelayan membeli solar sebelum mereka memperpanjang masa berlaku surat rekomendasi.

Dijelaskan Hasiana, berdasarkan kebijakan terbaru, masing-masing nelayan harus memiliki surat rekomendasi untuk bisa membeli solar dengan kuota yang sudah dibatasi sekitar 20-30 liter per harinya.

Surat rekomendasi itu, jelas Hasiana, bisa didapatkan dengan mengurus lewat Pemerintah Kota Jakarta Utara.

"Ada persyaratan harus membuat surat rekomendasi dari Pemkot Jakarta Utara bahwa dia memang benar-benar seorang nelayan," katanya.

"Surat rekomendasi dari Pemerintah Kota Jakarta Utara sama KTP. Hanya itu, masing-masing harus punya itu satu. Di situ ada kuotanya, 20-30 liter per hari khusus nelayan," jelasnya.

Adapun perwakilan nelayan yang berunjuk rasa sudah bertemu dengan pengawas SPBU untuk melakukan mediasi.

Hasilnya, sebagai solusi terkait masalah kesulitan membeli solar ini, para nelayan akan diberi keringanan dengan mengubah tanggal pada surat rekomendasi mereka.

"Solusinya akhirnya saya telpon orang Pertamina, katanya daftarin dulu yang expired itu, ubah dulu tanggalnya kalo misalkan bisa, isi. Kalo misalkan nggak bisa konfirmasi lagi, saya masih nunggu suratnya," ungkap Hasiana.

"Itu diubah buat malam ini saja," tutupnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Kesulitan Beli Solar, Puluhan Nelayan Demo hingga Tutup Paksa Pom Bensin di Marunda

# nelayan # SPBU # unjuk rasa # Jakarta Utara # pom bensin

Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: TribunJakarta

Tags
   #nelayan   #SPBU   #unjuk rasa   #Jakarta Utara   #pom bensin

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved