Terkini Daerah
Melihat Proses Pembuatan Apem Bohay, Camilan Khas Pandeglang yang Banyak Dicari saat Ramadan
Laporan reporter Tribunbanten.com Mildaniati
TRIBUN-VIDEO.COM - Hawa panas mulai terasa saat memasuki dapur milik Nuriah, penjual Apem Bohay khas Cimanuk Pandeglang di RT 04/01, Kampung Kadubungbang, Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (3/5/2021).
Hawa panas itu bersumber dari kegiatan Nuriah memasak Apem Bohay di dua dandang besar di atas tungku kayu dapurnya.
Sembari mengaduk adonan di baskom besar, ibu berusia 52 tahun itu sesekali memperhatikan Apem Bohay yang dikukus di dandang besarnya.
Nuriah menuturkan, Apem Bohay banyak dijual pada bulan Ramadan karena banyak dicari warga untuk berbuka puasa. Namun, pada hari biasa apem ini juga dijual di pasar tradisional.
Apem Bohay terbuat dari tepung beras dan tape.
Kue berbentuk segi empat, mengembang dan berwarna putih ini juga biasa disebut Apem Putih.
Baca: Saung Keramba Preto, Tempat Wisata Kuliner yang Asri di Bekasi
Bentuk mengembang dan besar itu yang membuat kue tersebut biasa disebut warga setempat Apem Bohay.
Tekstur Apem Bohay yang empuk dan kenyal nan lembut. Kuliner ini sangat lezat jika dinikmati dengan dicocol ke gula Jawa atau aren maupun sirup.
Nuriah mengaku sudah membuat dan berjualan Apem Bohay sejak 2016 dengan modal awal sebesar Rp100.000.
"Dulu mah modal segitu gali lubang tutup lubang,"ungkap ibu Nuriah kepada TribunBanten.com di tempat pembuatan apem miliknya di Cimanuk Pandeglang.
Meski pemasukan berjualan naik dan turun, Nuriah hingga kini masih bertahan membuat dan menjual Apem Bohay.
Warung tempat Nuriah berjualan Apem Bohay miliknya ada di lokasi strategis di pinggir jalan raya Mandalawangi.
Ia menjual satu bungkus Apem Bohay biasa berisi 10 biji dengan harganya Rp 10.000.
Namun, untuk paket Apem Bohay dengan gula merah atau gula aren dijual dengan harga Rp 15.000.
Omzet penjualan Apem Bohay dari Nuriah meningkat selama Ramadan dari Rp 1,2 juta menjadi lebih Rp 4 juta dalam sehari.
Sebab, makanan khas Pandeglang yang satu ini banyak dicari warga untuk takjil berbuka puasa. Pembelinya dari Banten, hingga Jakarta dan Bandung.
"Apem Bohay bisa tahan 2 sampai 3 hari selama dibungkus. Kalau ingin tahan sampai 4 hari, bisa dimasukkan ke dalam tupperware rapat." ujarnya.
Herman, karyawan Telkom, mengaku sengaja datang dari Kota Serang warung Nuriah di Kecamatan Cimanuk Pandeglang hanya untuk membeli Apem Bohay. Sebab, ia sudah lama mengetahui cita rasa kue yang satu ini.
"Saya beli Rp 100 ribu. Saya sering ke sini buat beli apem untuk buka puasa, oleh-oleh, soalnya di sini apemnya rasanya enak, engga cepet basi ditambah ada khas gula arennya," ungkapnya.
Cara Membuat Apem Bohay
Nuriah mulai membuat Apem Bohay mulai pukul 24:00 sampai pukul 17:30 dan langsung dijajakan di tempat jualannya. Pada hari biasa dia membuat apem pukul 03:00 sampai pukul 12:00.
Dalam sehari ia menghabiskan 3 karung tepung beras dan 17 kilo tape dari Pacurendang dan menghasilkan 4.000 piece atau biji apem.
Cara pembuatannya masukan tepung beras ke dalam baskom sebanyak lima kilo setengah, campur dengan tape kemudian uleni sampai kalis, setelah itu campur dengan air sambil diaduk sampai adonan mengental, kemudian tutup adonan pakai baskom, aduk adonan 1 kali setiap tiga jam sekali dan diamkan satu hari.
"Semakin sering diaduk semakin bagus, biar mengembang serta tidak menggunakan tambahan pengawet," ujarnya.
Baca: Kuliner Legendaris di Bekasi, Kue Pancong Khas Betawi Kini jadi Jajanan Kekinian dengan Aneka Rasa
Esok harinya, tuang adonan ke dalam cetakan berbentuk mangkuk terbuat dari daun daun pisang, biasanya dia membuat 6000 cetakan perhari.
Sebelum dituang, cetakan diolesi minyak supaya tidak lengket. Satu wadah kelakat dapat menampung 80 biji kukusan apem, 15 menit pengukusan.
Nuriah memiliki lima pekerja perempuan dengan tugas berbeda, mulai menuang adonan, mengecek kukusan, mengipas apem, membungkus adonan hingga melayani pembeli.
Apem Bohay yang sudah matang diasjikan dengan daun pisang dan kertas minyak.
Masing-masing pekerja dengan cekatan bergantian melayani para sekitar puluhan orang.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Apem Bohay, Makanan Khas Pandeglang, Si Putih Nan Kenyal Paling Dicari Saat Ramadan
# kuliner # makanan # Apem Bohay # camilan # Pandeglang # Ramadan
Video Production: Rahmat Gilang Maulana
Sumber: Tribun Banten
Local Experience
Pasar Gede Hardjonagoro: Wisata Budaya dan Kuliner di Kota Solo yang Selalu Ramai Pengunjung
4 hari lalu
Local Experience
Sop Pocong, Kuliner Tak Biasa di Pati yang Menarik Perhatian Warga Meski Berada di Depan TPU
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.