Terkini Daerah
Imbas Pasar Hewan Ditutup, Pedagang Kambing di Boyolali Nekat Jualan di Pinggir Jalan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUN-VIDEO.COM - Pedagang Kambing nekat berjualan di kawasan Pengging, Boyolali.
Mereka mengaku nekat berjualan kambing di pinggir jalan karena kepepet kebutuhan.
Tak ada cara lain selain menjual kambingnya meski pun pasar hewan ditutup sebagai upaya pencegahan penularan PMK.
Apalagi, di hari pasaran Wage yang merupakan pasaran Pengging, Boyolali.
Pedagang kambing itupun memanfaatkan kebun dan jalan yang ada di dekat pasar hewan Pengging.
Sebagian kambing diikat tali di bawah pohon. Sebagian lagi diikat tali dan dipegang penjualnya.
Baca: Viral Video Detik-detik Mobil Diduga Rem Blong Terjun Bebas ke Jurang di Cepogo Boyolali
Kambing- kambing itu dibawa mondar- mandir oleh penjualnya untuk ditawarkan kepada calon pembeli.
Wahyo, salah satu pedagang asal Dukuh Barengan, Desa Salakan, Kecamatan Teras, dia dan sejumlah pedagang dan blantik nekat berjualan karena terdesak kebutuhan.
Apalagi, hari pasaran wage tersebut adalah hari pasaran terakhir sebelum Idul Adha.
“Sudah cukup lama kami tidak bisa berjualan karena seluruh pasar di Boyolali ditutup. Pasarnya Ditutup, Kami jualan di luar pasar,” katanya, kepada TribunSolo.com, Kamis (7/7/2022).
Dia mengaku datang ke pasar dengan membawa dagangan tiga ekor kambing jantan.
Kambing ditawarkan dengan harga bervariasi antara Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta.
Hingga siang hari, baru seekor yang laku dengan harga Rp 3,2 juta.
Baca: Adu Banteng Honda Genio vs CB di Boyolali, Satu Emak-emak Tewas akibat Terpental dan Terlindas Truk
“Soal harga, dibandingkan hari pasaran biasa naik antara Rp 100.000- Rp 300.000/ekor,” ujarnya.
Namun dibandingkan dengan kurban tahun lalu, harga justru menurun.
Penurunan berkisar Rp 100.000- Rp 200.000/ekor.
“Pembeli juga lebih sepi karena pasar- pasar hewan ditutup. Akibatnya, kami tak bisa berjualan,” tambahnya.
Yanto pedagang asal Desa/Kecamatan Musuk yang juga nekat berjualan kambing di dekat pasar hewan pengging ini.
Baginya, sudah terlalu lama, dia tak bisa keluar untuk menjual kambing di pasar.
Karena memang, meski bisa berjualan melalui media sosial dan secara langsung, tapi hal itu belum maksimal.
Baca: Potret Mobil Avanza Ringsek Seusai Tertimpa Boks Kontainer di Boyolali, Diduga Rem Truk Bermasalah
“Ya bisa, tapi belum maksimal, di pasar penjualan yang paling efektif,” katanya.
“Saya tadi membawa 15 ekor kambing, sembilan ekor yang laku pada rentang harga Rp 3 juta- Rp 3,5 juta. Ini masih lima ekor dengan harga diatas Rp 3,5 juta,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Hewan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Boyolali, Sapto Hadi Darmono menjelaskan, seluruh pasar hewan di Boyolali masih ditutup guna mengantisipasi wabah PMK.
“Termasuk Pasar Hewan Pengging juga ditutup. Kalau yang jualan di luar pasar, itu bukan kewenangan kami,” pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Pedagang Kambing Nekat Jualan di Pinggir Jalan Boyolali, Terdesak Kebutuhan
# Pasar Hewan # Pedagang kambing # Boyolali # hewan kurban # kurban
Sumber: TribunSolo.com
Ngabuburit Asyik
Ngabuburit di Taman Dirgantara Boyolali, Menanti Senja Sambil Menyaksikan Pesawat
Kamis, 19 Maret 2026
Ngabuburit Asyik
Cerita Ngabuburit Menunggu Senja dan Azan Magrib Sambil Memancing Ikan di Waduk Cengklik
Kamis, 19 Maret 2026
Nasional
Terkuak! Pabrik Mi Berformalin Rp12 Ribu di Boyolali: Produksi 1,5 Ton Sehari & Beredar di Solo Raya
Kamis, 12 Maret 2026
LIVE UPDATE
Janji Manis Pembeli Sapi di Kupang Timur Berujung Tersangka, Kasus Penipuan Kini Masuk Babak Baru
Senin, 23 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.