Kamis, 9 April 2026

Terkini Daerah

Kisah Jumiran Warga Caruban yang Jualan Pistol Mainan dari Bambu di Sragen

Selasa, 28 Juni 2022 09:11 WIB
TribunSolo.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Perjuangan seorang ayah untuk keluarga memang tak kenal batas.

Seperti yang dijalani Jumiran, ayah dari 3 orang anak yang masih semangat bekerja mencari nafkah di usia 70 tahun.

Pria penjual mainan pistol anak-anak yang terbuat dari bambu yang disebut jepretan itu berasal dari Kota Caruban, Madiun, Jawa Timur yang sejak beberapa hari terakhir berjualan di Kabupaten Sragen.

Jumiran biasa mangkal di Jalan Yos Sudarso atau di sekitaran Kantor Pemda Sragen setiap paginya, dan ketika sore hari ia berjualan di Alun-alun Sragen.

Ia berjualan dengan menggunakan dua keranjang yang dipanggul di lengannya berisi bambu berukuran kecil dan beberapa jenis jepretan.

Tangannya yang dibalut kulit yang sudah keriput itu masih lihai membuat jepretan yang diawali dengan memotong bambu berdiameter kecil menjadi beberapa ukuran.

Selanjutnya, ia menyusun bambu-bambu itu dan diikat dengan menggunakan karet gelang.

Baca: Inilah Sosok David Dwi, Remaja Usia 18 Tahun di Sragen, Pemilik Motor CB Bernilai Rp 70 Juta

Satu set jepretan yang banyak digemari anak laki-laki khususnya itu selesai hanya dalam waktu 15 menit saja.

Kepada TribunSolo.com, Jumiran mengaku keahliannya itu ia dapat semenjak kecil karena sering dimainkannya juga.

"Sejak kecil sudah bisa buat, ini bambunya beli di Madiun masih banyak, satu paket Rp 60.000," ujarnya saat ditemui TribunSolo.com, baru-baru ini.

Satu jepretan berukuran paling besar dijual hanya Rp 5.000, kemudian ukuran dibawahnya dihargai Rp 3.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000.

Jumiran biasa berjualan di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Karanganyar, dan jepretannya terjual cukup banyak antara 30-40 biji.

Karena sedang libur sekolah, ia pun memilih berjualan di pinggir jalan di Sragen namun sayangnya pembeli tidak sebanyak waktu ia berjualan di sekolah.

Semenjak libur sekolah, jepretan Jumiran hanya laku 7-11 biji saja dan sesekali Jumiran juga keliling di sekitar Kota Sragen.

Meski sepi, ia tak ingin menyerah dan terus berusaha untuk menghidupi keluarganya yang mana anak bungsunya saat ini masih duduk dibangku sekolah.

"Anak saya ada tiga, yang nomor 3 masih sekolah SMK, itupun gratis sekolahnya, kalau tidak saya tidak tahu bagaimana lagi," terangnya.

"Masih bekerja yang penting halal, soalnya tidak punya sawah di kampung, bisanya ya ini (berjualan)," tambahnya.

Baca: Nenek Mariyem yang Sempat Menghilang di Sragen Ditemukan Meninggal Dunia karena Tenggelam

Ia berangkat dari Kabupaten Madiun dengan naik bus dan memilih untuk menetap di Sragen beberapa saat ini.

Jumiran tidur di emperan toko berselimut dinginnya angin malam Sragen, "Saya tidur dimana saja, yang penting tidak mencuri," begitu katanya.

Menjual jepretan baru Jumiran lakukan selama 3 tahun terakhir.

Ia sebelumnya berjualan makanan brem di Terminal Purboyo, Kabupaten Madiun dan sudah ia lakukan sejak masih muda.

Dari berjualan brem cukup untuk menghidupi keluarga yang mana ia juga turut berkeliling mengikuti rute bus.

Sayang, pandemi covid-19 juga memukul kegiatan di Terminal Purboyo yang biasanya sepi sempat lumpuh karena adanya pembatasan dari pemerintah.

"Kemarin corona terminal sepi, sempat utang bank untuk menghidupi keluarga," ucapnya.

"Selagi masih sanggup, bekerja apa saja yang penting halal," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kisah Jumiran Warga Caruban yang Jualan Pistol Mainan dari Bambu di Sragen, Dulu Pernah Jualan Brem

# Kisah # kakek # warga # caruban # jualan # pistol # mainan # bambu # Sragen

Baca berita terkait di sini.

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Rizaldi Augusandita Muhammad
Sumber: TribunSolo.com

Tags
   #Kisah   #kakek   #warga   #caruban   #jualan   #pistol   #mainan   #bambu   #Sragen

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved