Terkini Daerah
Tradisi Unik Pemuda Mataram, Gelar Lomba Balap Lari saat Ramadan
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto
TRIBUN-VIDEO.COM – Tradisi balap lari jalanan menjadi kegiatan khas muda-mudi Kota Mataram pada malam Ramadhan.
Balap lari ini dilaksanakan tengah malam. Tepatnya pukul 24.00 Wita hingga pukul 03.00 dini hari atau menjelang sahur.
Seperti para pemuda di Tinggar, Ampenan, Kota Mataram.
Lomba ini dihadiri muda-mudi dengan jumlah hampir 400 orang dari berbagai penjuru.
Warga setempat yang turut menjadi panitia dalam balap lari itu.
Andi (25), salah seorang warga mengatakan, muda-mudi yang hadir berasal dari Lombok Tengah, Lombok Utara, hingga Lombok Timur.
Mereka yang hadir di sini juga membawa sejumlah uang.
Uang yang dibawa juga bukan berupa uang yang berjumlah sedikit.
Baca: Mengenal Munggahan, Tradisi Masyarakat Sunda yang Dilakukan Sehari Sebelum Puasa di Bulan Ramadan
Tidak bisa dipungkiri, terkadang kebiasaan ini dimanfaatkan sebagian oknum pemuda untuk taruhan.
Tetapi saat ditanyai, Andi mengaku tidak ada yang salah dalam hal tersebut.
“Ini murni hanya untuk mencari senang-senang, tidak sampai ketagihan seperti judi lainnya, apa lagi sampai mencuri,” jawabnya.
Saat balapan akan berlangsung, muda-mudi berteriak jagoan mereka, hingga meneriakan jumlah modal taruhan mereka.
“Ludo Ludo, 70 lawan 100, Ludo Ludo,” ucap seorang pemuda, sambil mengangkatkan uang yang ia bawa, serta meneriakan jagoannya.
Dalam artian, sang pemenang mendatangkan sejumlah uang.
Serta kebanggaan nama kampung tersendiri dari tempat mereka berasal.
Selain itu, yang menjadi pelari juga berasal dari berbagai umur.
Baca: Tradisi Ceng Beng Setiap 5 April di Manado, Warga Keturunan Tionghoa Bawa Makanan ke Makam Leluhur
Tetapi umumnya adalah pemuda yang memiliki kecepatan lari yang kencang dan tidak perduli postur mereka tinggi ataupun pendek.
Dalam kegiatan balap lari jalanan itu, polisi adalah hal yang paling mereka takutkan.
Sebab polisi bisa menghentikan kegiatan mereka, bahkan hingga berpotensi diangkut menuju kantor polisi.
Dalam keterangannya, Andi mengaku beberapa hari lalu polisi sempat datang, membubarkan, hingga mengejar beberapa pemuda hingga ke kampung.
“Syukurnya kemarin tidak ada yang tertangkap,” bebernya.
Meski tidak ada kepolisian yang mengamankan, tetapi pertandingan balap lari itu berlangsung tertib.
Hampir setengah dari ruas jalan dipergunakan untuk lomba lari tersebut.
Beberapa pengendara tampak memutar balik.
Warga pun begitu, tidak ada yang protes, meski kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2019 silam, khususnya di Kampung Pelembak.
“Saya tidak tau antara mereka takut atau bagaimana ya, tetapi kegiatan ini tidak pernah mereka larang,” tandas Andi.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Tradisi Unik Pemuda di Mataram Habiskan Malam Ramadhan, Gelar Balap Lari hingga Jelang Sahur.
# Tradisi # Unik # Pemuda # Mataram # lomba # Ramadan # sahur # puasa
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribun Lombok
LIVE UPDATE
Gubernur Babel Hadiri Tradisi Maras Taun, Tekankan Persatuan dan Stabilitas
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Ruwatan, Upacara Jawa Sakral untuk Membebaskan dari Kutukan dan Sial
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Kotagede, Kawasan Budaya di Yogyakarta yang Menyimpan Warisan Kerajaan Mataram Islam dan Arsitektur
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Barongan Blora, Seni Tradisi Berkepala Harimau yang Mewakili Karakter Masyarakat Blora
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Geulayang Tunang, Tradisi Layangan Aceh yang Mengikat Kebersamaan dan Menjaga Warisan Budaya di Aceh
Senin, 6 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.