Terkini Daerah
Menilik Tradisi Perang Api 'Perang Bobok' dalam Menyambut Nyepi di Lombok, Penolak Bala
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah
TRIBUN-VIDEO.COM – Tepat pukul 17.30 WITA dua kubu pemuda antar kampung Negara Saka dan Sweta saling berhadapan.
Sebagian bertelanjang dada sementara sebagian lagi menggunakan kaus putih telah bersiap membawa ‘bobok’ atau daun kelapa kering memenuhi seputaran Tugu Tani, Cakranegara, Kota Matara, NTB.
Tak hanya pemuda dari kedua kampung, lokasi tersebut juga telah dipenuhi oleh warga yang antusias menyaksikan tradisi perang api tersebut.
Menjelang senja, tanpa aba-aba api disulut menyala pada setiap bobok yang dibawa oleh kedua kubu tanda perang api telah dimulai.
Baca: Perbedaan Perayaan Hari Raya Nyepi di Lombok dan Bali, Penggunaan Transportasi hingga Ponsel
Tradisi perang api berlangsung riuh dengan kedua kubu saling memukul lawan menggunakan bobok yang menyala.
Selang 15 menit berlangsung, tradisi perang api usai ditandai dengan hujan dari water canon yang disemprotkan oleh aparat.
Meski wajah penuh jelanga dan tubuh terluka, namun tradisi perang api tersebut ditutup dengan peluk dan canda tawa dari kedua belah pihak.
Tidak ada perseteruan, semua kompak membersihkan sisa-sisa bobok yang memenuhi jalan Cakranegara tersebut.
Baca: Perang Api di Lombok, Tradisi Peringati Hari Raya Nyepi Dibatasi Hanya Berlangsung 10 Menit
“Tidak ada dendam, tidak ada yang memprovokasi, tidak ada yang berniat untuk tidak baik, semuanya tujuannya untuk baik,” kata Komang Kertayasa, tokoh pemuda kampung Negara Saka kepada Tribun Lombok, Rabu (2/3/2022).
Menurut Komang, tradisi perang api atau perang bobok ini merupakan tradisi turun temurun yang diadakan sebelum Hari Raya Nyepi.
Biasanya digelar setelah arak-arakan ogoh-ogoh.
Komang pun tidak tahu kapan asal mula tradisi ini dilakukan
Akan tetapi, Komang menilai jika tradisi ini bertujuan untuk menolak wabah penyakit sebelum Hari Raya Nyepi.
Setiap bara api yang menyentuh kulit diyakini dapat menghindarkan diri dari penyakit.
“Tidak bisa dihentikan (tradisi perang api), kalau dihentikan kita khawatir duaTidak bisa dihentikan (tradisi perang api), kalau dihentikan kita khawatir dua kampung ini akan terkena wabah penyakit,” pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Menilik Perang Api, Tradisi Jelang Hari Raya Nyepi Umat Hindu Lombok Penolak Wabah Penyakit.
# Tradisi # Lombok # perang # api # nyepi # NTB # Perang Bobok
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribun Lombok
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Araghchi Kutuk Zionis! Ingatkan Dampak Bom Bushehr & Siap Hadapi 'Neraka'
5 hari lalu
Tribunnews Update
Netanyahu Sesumbar 70 Persen Produksi Baja Iran Hancur Diserang, Ancam Bakal Terus Bombardir
5 hari lalu
Tribunnews Update
AS Disebut Takut Teknologi Jatuh ke Tangan Musuh, Terpaksa Hancurkan Pesawat Sendiri di Wilayah Iran
5 hari lalu
Tribunnews Update
Beda Klaim, Iran Akui Gagalkan Misi Penyelamatan AS di Isfahan, Washington Sebut Operasi Berhasil
5 hari lalu
Tribunnews Update
Iran Abaikan Ultimatum 48 Jam Donald Trump, Tegaskan Pasukan Siap Hadapi 'Neraka' Washington
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.