Liputan Khusus
Kisah Nelayan di Pariaman yang Hidup dari Melaut, Banyak Sedikit Tetap Disyukuri
TRIBUN-VIDEO.COM - Suka dan duka bagi dia saat melaut ialah sebuah keniscayaan, bagaimana tidak, ia sudah menggeluti profesi sebagai nelayan sejak remaja dahulu.
Namun, ia tidak juga hanya bergantung nasib kepada aktivitas melaut, karena ia bisa saja bekerja secara serabutan, semisal menjadi kuli bangunan jika cuaca tidak mengizinkan untuk melaut.
"Tergantung musim ikan juga, kalau sedang musim ikan, bagusan jadi nelayan, kalau tidak ya harus mencari penghasilan dari pekerjaan lain," tuturnya.
Mengarungi laut untuk mencari ikan, kata dia terdapat sakit dan senangnya.
"Saat senangnya, Alhamdulillah sekali, ketika ikan banyak, Rp 2 Juta semalam bisa didapat, serendahnya Rp 500 Ribu dalam semalam," ungkap Risman.
Baca: Rumah Nelayan di Pariaman Hangus Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp 200 Juta
Kondisi baik seperti itu imbuh dia tentu tidak setiap saat dirasai, meskipun begitu ia mengaku bersyukur dengan keadaan tersebut.
"Karena tidak setiap hari berpenghasilan yang lumayan, maka saat ikan banyak dan terjual, saya akan menabung untuk persiapan, jika dilain hari cuaca memburuk atau umpan jauh dari ikan tangkapan," paparnya.
Biasanya ikan hasil tangkapan akan ia distribusikan ke los ikan di Pasar Pariaman, tergantung banyaknya tangkapan.
"Biasanya saya oper ikan ke Pasar, rentang 50 bahkan hingga seberat 200 Kilogram," ucapnya.
namun, ketika cuaca buruk, lanjut dia terkadang memang tidak ada pendapatan sedikit pun, ia memperkirakan perbandingan cuaca baik dan buruk dengan skala 1 banding 1.
"Perkiraan kotor, sehari cuaca baik dan sehari lainnya buruk," ulas Risman.
Baca: Suka Duka Kehidupan Seorang Nelayan di Kota Pariaman, Melaut Selama 20 Tahun, Pernah Diterpa Badai
Bapak 2 orang anak ini mengaku telah mempunyai perahu bermesin robin berkat bantuan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman pada tahun 2019, sedangkan sebelumnya Risman melaut menggunakan perahu orang lain.
Risman kemudian melontarkan harapannya kepada Pemerintah Kota Pariaman, mengenai pengadaan pabrik olahan ikan, setidaknya kata dia pabrik yang memproduksi pakan ikan atau pelet ayam, agar sisa-sisa ikan bisa juga dimanfaatkan.
Harapan lainya ia ialah mengenai adanya pabrik es batu, yang pastinya akan membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat pesisir pantai Kota Pariaman.
"Dan terakhir, saya harap pemerintah selalu menggerakkan penanaman pohon di sepanjang pantai yang ada di Kota Pariaman, agar dapat mengatasi abrasi pantai, dan juga meningkatkan kelestarian alam," tutup Risman. (*)
LIVE UPDATE
Rencana Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Walkot Singkawang Hadiri Sosialisasi di Kuala
4 hari lalu
Saksi Kata
Hilang di Laut 5 Hari! Kisah Nelayan 71 Tahun Bertahan Tanpa Makan Hampir Putus Asa
5 hari lalu
Tribunnews Update
Mobil Travel Terbalik usai Terjun ke Jurang di Lembah Anai Padang Pariaman, 2 Korban Tergeletak
Jumat, 17 April 2026
LIVE UPDATE
Terseret Arus Banjir Way Semuong, Jasad Sugiyo Ditemukan di Pantai Muara Hati Tanggamus
Jumat, 17 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.