TRIBUNNEWS UPDATE
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas 36 Kali, Jarak Luncur Capai 3 Km, Hujan Abu Turun di Boyolali
TRIBUN-VIDEO.COM - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengungkapkan, pada Rabu (27/1/2021) telah terjadi sebanyak 36 kali guguran awan panas Gunung Merapi.
Guguran awan panas tersebut mengakibatkan hujan abu di Boyolali.
Hanik mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya.
Dari 36 kali guguran awan panas, jarak luncurnya mulai dari 500 meter hingga 3 km ke arah barat daya, ke hulu Kali Krasak dan Boyong.
"Pada Rabu 27 januari, pukul 00.00 - 14.00 telah meluncurkan 36 kali awan panas guguran dengan jarak 500 meter - 3.000 meter ke arah barat daya ke hulu Kali Krasak, dan Boyong," ungkap Hanik lewat siaran persnya di Youtube BPPTKG CHANNEL.
Baca: Video Detik-detik Hujan Abu Turun di Klaten, Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas 14 Kali
Menurut penuturan Hanik, jarak luncur awan panas tersebut masih dalah radius bahaya yang direkomendasikan BPPTKG.
Jarak yang direkomendasikan yakni sejauh 5km dari puncak gunung, pada alur Kali Boyong, Bedog, Kali Krasak, Bebeng dan Putih.
Dalam seismogram, guguran awan panas tercatat memiliki amplitudo 15 - 60 milimeter. Sementara untuk durasi gugurannya mulai dari 83 hingga 197 detik.
Hanik menuturkan pihaknya menerima laporan adanya hujan abu di beberapa wilayah akibat adanya awan panas guguran.
Wilayah tersebut yakni Desa Tamansari, Boyolali dan Boyolali Kota.
Atas kejadian ini, Hanik mengimbau kepada masyarakat agar mengenakan masker, memakai kacamata, dan menutup sumber air agar tidak terkena hujan abu.
Baca: Erupsi Gunung Merapi : Hujan Abu Vulkanik Terpantau Tebal Guyur Desa Tegalmulyo Klaten
Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai lahar, apalagi saat terjadi hujan di Gunung Merapi.
Hanik menjelaskan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan - barat daya yang meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
Hanik menuturkan, masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya serta mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Hingga kini BPPTKG masih menetapkan Gunung Merapi pada level III atau Siaga.
(Tribun-Video.com/FirdausiRRA)
Local Experience
Museum Petilasan Mbah Maridjan, Saksi Bisu Erupsi Merapi 2010 yang Mengabadikan Jejak Tragedi Alam
3 jam lalu
Local Experience
Dua Joglo Penanda Jejak Mbah Maridjan di Lereng Merapi yang Menyimpan Cerita Panjang Erupsi 2010
4 jam lalu
Local Experience
Petilasan Mbah Maridjan Magnet Wisata Ikonik di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang Bersejarah
4 jam lalu
Local Experience
Kesederhanaan Mbah Maridjan, Sang Penjaga Merapi dari Desa Kinahrejo di Kaki Gunung Merapi
4 jam lalu
Local Experience
Misteri Kampung Siluman, Hutan Pinus yang Menyimpan Sejarah Erupsi Merapi Tahun 1930
6 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.