Sabtu, 11 April 2026

Kunjungan Museum Adityawarman Turun 80 Persen Selama Pandemi Covid-19

Selasa, 19 Januari 2021 19:27 WIB
Tribun Padang

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUN-VIDEO.COM - Museum Adityawarman mengalami penurunan jumlah kunjungan yang cukup tajam, yakni 80 persen pada 2020 karena adanya pembatasan akibat pandemi Covid-19.

Penurunan jumlah kunjungan tampak pada wisata edukasi, dimana yang dulunya ramai, sekarang sudah jauh berkurang.

Hal itu diakui pemandu museum Adityawarman yang bernama Mega Liberni.

"Turunnya sekitar 80 persen, tak hanya wisata edukasi, tapi juga kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri, semuanya berkurang," tutur Mega.

Biasanya, pada hari libur banyak orang datang ke museum untuk edukasi, wisatawan pun ramai sampai sore. Sekarang jauh berkurang.

Kunjungan di masa pandemi hanya sekitar 20 persen, sisanya sudah tidak ada lagi.

Mega mengungkapkan, satu gelombang wisata edukasi biasanya pengunjung berasal dari luar kota, satu sekolah biasanya dikunjungi lebih dari 200 orang, misal dari Pekanbaru.

"Mayoritas pengunjung untuk wisata edukasi, siswa dan mahasiswa," terang Mega.

Alur ke Museum Adityawarman di masa Pandemi Covid-19 masih sama. Namun jika terlalu ramai akan dibatasi.

Sejauh ini, petugas tidak terlalu membatasi, karena pengunjung sudah tahu saja aturan kunjungan di masa pandemi. Kalau ramai di satu tempat, mereka akan pergi ke tempat yang lain.

Mega menerangkan, banyak yang ditampilkan di Museum Adityawarman. Ada pameran tentang kebudayaan, mulai dari sejarah Minangkabau hingga koleksi-koleksinya.

Di museum juga memperkenalkan ciri khas Minangkabau, yakni ruang peragaan pelaminan pernikahan adat Minang.

Selain itu juga ada ruang khasanah koleksi, koleksi umum.

"Kenapa koleksi umum, karena Museum Adityawarman museum umum. Punya 10 jenis koleksi, ada ditampilkan di khasanah koleksi," jelas Mega.

Museum Adityawarman, kata Mega, juga membuat program untuk meningkatkan kunjungan. Seperti membuat program-program kreatif seperti mengadakan pameran.

Pada 2 Desember 2019 hingga 26 Juni 2020 Museum Adityawarman mengadakan pameran padi sawah yang mengusung tema "Aku Bangga Jadi Petani".

Setelah itu, ada pameran surau yang merupakan pameran temporer, menampilkan bagaimana takbir dan tahlil bergema di surau Minangkabau.

"Biasanya kita ganti rutin sekali setahun. Pamerannya juga disesuaikan dengan koleksi yang dimiliki museum," ungkap Mega.

Kepada masyarakat, Mega mengajak mari mempelajari budaya alam Minangkabau dan menjadikan museum sebagai tempat belajar budaya. Baik itu kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribun Padang

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved