Kasus Covid-19 Sumbar Melonjak, Positivity Rate Sudah di Atas 5 Persen
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUN-VIDEO.COM - Selama empat hari berturut-turut, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan penambahan kasus virus corona (Covid-19) di atas 200 kasus dalam laporan harian.
Bahkan, pada Kamis (24/9/2020), Sumbar melaporkan 295 orang kasus positif baru.
Jumlah tersebut merupakan laporan tertinggi untuk penambahan harian.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, positivity rate Sumbar tinggi, yakni di atas 5 persen.
Akan tetapi, kata Irwan Prayitno, jika dibandingkan dengan daerah lain, Sumbar masih di bawah 10 persen.
"Tapi mestinya di bawah 5 persen baru disebut terkendali. Zona merah masih Kota Padang dan Agam," sebut Irwan Prayitno.
Gugus Tugas, sebut Irwan Prayitno akan melakukan penghitungan kembali soal zona tersebut.
Irwan Prayitno menjelaskan, penentuan zona itu ada 15 indikator, baik dari epidemiologi, kesehatan, penambahan angka kematian, kesembuhan dan sebagainya.
"Sudah ada angka-angkanya. 0-4 Angkanya. Kalau nilai tinggi berarti merah, kalau rendah berarti hijau," jelas Irwan Prayitno.
Sementara kalau hijau, sebut Irwan Prayitno dipastikan dalam sebulan itu tidak ada penambahan kasus positif, tidak ada kematian, kesembuhan 100 persen.
Padang dan Agam sebab yang menjadikan tinggi angka-angka sehingga merah, kata Irwan Prayitno, karena ada penambahan.
Ketersediaan fasilitas kesehatan, sebut Irwan Prayitno masih bisa, artinya Sumbar untuk menangani Covid-19, jumlah kamar atau tempat tidur lebih dari 800-an.
"Kasus positif berat dan sedang itu sekitar 15 hingga 20 persen. Sebutlah maksimal 200 orang. Masih bisa menampung, belum over capacity," papar Irwan Prayitno.
Hasil diskusi dengan Perhimpunan Rumah Sakit se Sumbar, terang Irwan Prayitno, akan membagi distribusi pasien.
Irwan Prayitno meminta pasien jangan hanya menumpuk untuk kasus yang ringan ke M Djamil, sehingga M Djamil penuh dan tidak bisa menangani yang berat.
"Kasus yang ringan di RS daerah, kasus sedang juga di beberapa rumah sakit rujukan lain, yang berat baru di M Djamil. M Djamil bisa lebih dari 100 pasien," tutur Irwan Prayitno.
Ke depan, imbuh Irwan Prayitno, pihaknya akan mengkoordinasikan nanti bagaimana cara pengaturan pengiriman pasien, termasuk alat ventilator, tenaga kesehatan dan sebagainya.
"Nanti akan diatur bersama Persi untuk urusan rumah sakit masih bisa dijaga, jangan sampai kekurangan rumah sakit."
"Ventilator ada yang tak terpakai diambil, ada yang kurang kita tambah, sehingga yang berat bisa tertangani," jelas Irwan Prayitno.
Ia mengatakan, hal itu akan lebih diprioritaskan untuk M Djamil yang diamanatkan menangani pasien yang berat saja.
"Kasus ringan bisa di rumah, kasus sedang rumah sakit daerah atau lainnya," tutur Irwan Prayitno.(*)
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribun Padang
LIVE UPDATE
Polda Sumbar Siap Amankan Rumah Kosong saat Ditinggal Mudik, Minta Warga Manfaatkan Call Center 110
Jumat, 13 Maret 2026
LIVE UPDATE
Ustaz Adi Hidayat Isi Kajian di Padang, Doa Bersama di Polda Sumbar dan Ceramah di Masjid Raya
Selasa, 24 Februari 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Warga Sumbar Ngadu ke Dedi Mulyadi, Istrinya Dibawa Kabur Pria Lain dan Motor Ditarik Debt Collector
Jumat, 13 Februari 2026
Live Update
Andre Rosiade Kunjungi Nenek Saudah, Korban Pengeroyokan seusai Tolak Tambang Ilegal di Rao Sumbar
Senin, 19 Januari 2026
Live Tribunnews Update
Ada Prediksi Kemunculan Sinkhole Lain di Lima Puluh Kota Sumbar, BPBD Ungkap Penyebabnya
Rabu, 14 Januari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.