Jumat, 17 April 2026

Tribunnews Wiki

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)

Jumat, 11 Oktober 2019 22:31 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Pasukan Pengamanan Presiden hadir bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kelahiran Paspamres dibarengi dengan gagasan untuk melahirkan TNI dan Polri.

Saat Kemerdekaan Republik Indonesia, para pemuda pejuang tergerak untuk mengamankan presiden.

Pemuda tersebut terdiri dari kesatuan Tokomu Kosaku Tai, yang berperan sebagai pengawal pribadi, dan para pemuda mantan PETA sebagai pengawal istana.

Situasi keamanan Indonesia saat proklamasi sangat memprihatinkan.

Beberapa daerah terjadi pertempuran, karena keinginan Belanda yang disokong dari tentara Sekutu untuk menduduki kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keselamatan presiden semakin berbahaya dan terancam ketika Jakarta diduduki Belanda pada 3 Januari 1946.

Saat itu kekuatan Belanda terpusat di Jakarta.

Intelijen RI juga mengira bahwa Belanda akan menyandera Presiden RI dan Wakil Presiden RI.

Sekretaris Negara Mr Pringgodigdo mengeluarkan perintah untuk melaksanakan operasi penyelamatan pimpinan nasional.

Operasi ini bernama "Hijrah ke Yogyakarta".

Pelaksanaan penyelamatan ini terdiri dari beberapa kelompok pejuang.

Kelompok tersebut yakni kelompok yang menyiapkan Kereta Api Luar Biasa (KLB), pengamankan rute Jakarta – Yogyakarta, dan kelompok penyelenggaraan pengamanan di titk keberangkatan di belakang kediaman Presiden Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur no 56, Jakarta.

KLB diberangkatkan secara rahasia pada 3 Januari 1946 dan tiba pada 4 Januari 1946 di Yogyakarta.

Sampai di Yogyakarta, Presiden RI tiba di bekas rumah Gubernur Belanda di Jalan Malioboro (depan benteng Vredenburg).

Wakil Presiden RI bertempat tinggal di Jalan Reksobayan no. 4 Yogyakarta.

Operasi penyelaman tersebut bekerja sama dengan TNI dan Polri.

Tanggal 3 Januari 1946 dipilih sebagai Hari Bhakti Pampampres, keberhasilan penyelamatan Presiden Republik Indonesia untuk pertama kalinya.

Awal Mula

Semula nama Paspampres yakni Paswalpres (Pasukan Pengawal Presiden).

Nama itu diubah karena kata pengamanan dinilai lebih tepat digunakan dibandingkan pengawalan.

Karena menitikberatkan pada keselamatan obyek yang harus diamankan.

Keputusan Pengab Nomor Kep /04/VI/1993 tanggal 17 Juni 1993 menyatakan bahwa Paspampres tidak dibawah Badan Intelejen ABRI, namun dibawah Pengab.

Tugas pokoknya yakni mengamankan jarak dekat Presiden, Wakil Presiden serta Tamu Negara setingkat Kepala Negara, Kepala Pemerintahan serta keluarganya dan termasuk undangan pribadi

Komponen

Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/5/I/2010 tanggal 20 Januari 2010, penyempurnaan organisasi Paspampres dengan unsur sebagai berikut:

Unsur Pimpinan Komandan dan Wakil Komandan.

Unsur Pembantu Pimpinan terdiri dari Inspektorat, Staf Perencanaan, Staf Intelejen , Staf Operasi, Staf

Personel dan Staf Logistik.

Unsur pelayanan tediri dari Pekas , Sekretariat dan Detasemen Markas.

Unsur Badan pelaksana terdiri dari Densi, Denkomlek, Denkes, Denpal, Denbekang dan Pusdalops.

Unsur pelaksana terdiri dari :

– Grup A, berkekuatan 4 detasemen, melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap Presiden RI beserta keluarganya.

– Grup B, berkekuatan 4 detasemen, melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap Wakil Presiden RI beserta keluarganya.

– Grup C, berkekuatan 2 detasemen melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap tamu negara dan keluarganya, serta 1 detasemen latihan bertugas melatih dan membina kemampuan personel Paspampres.

– Batalyon Pengawal dan Protokoler Kenegaraan.

– Skuadron Kavaleri Panser.

– Detasemen Musik (Densik).

Komandan Paspampres

Brigadir Jenderal TNI Sabur (1962-1965)

Kolonel CPM Darsa Soemamihardja (1972-1975)

Letnan Kolonel CPM Norman Sasono (1965-1972)

Kolonel CPM Moenawar (1975-1979)

Brigadir Jenderal TNI R. Sardjono (1979-1985)

Brigadir Jenderal TNI Pranowo (1985-1993)

Brigadir Jenderal TNI Jasril Jakub (1993-1995)

Brigadir Jenderal TNI Sirajuddin Paiyoi (1995)

Mayor Jenderal Sugiono (1995-1997)

Mayor Jenderal TNI Endriartono Sutarto (1997-1998)

Mayor Jenderal TNI Suwandi (1998-2000)

Mayor Jenderal TNI I Putu Sastra Wingarta (2000)

Mayor Jenderal TNI Amir Tohar (2000-2001)

Mayor Jenderal TNI (Mar) Nono Sampono (2001-2003)

Mayor Jenderal TNI (Mar) Agung Widjajadi S (2003-2006)

Mayor Jenderal TNI Suroyo Gino (2006-2007)

Mayor Jenderal TNI Suwarno S.IP, M.Sc (2007-2008)

Mayor Jenderal TNI Marciano Norman (2008-2010)

Mayor Jenderal TNI Waris (2010-2011)

Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo (2011 - 2012)

Mayor Jenderal TNI Doni Monardo (2012-2014)

Mayor Jenderal TNI Andika Perkasa (2014-2016)

Mayor Jenderal TNI (Mar) Bambang Suswantono (2016-2017)

Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono (2017 - 2018)

Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (2018-sekarang)

(TribunnewsWiki/Sekar)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul : Paspamres

ARTIKEL POPULER:

Baca: Terobos Paspampres, Seorang Ibu Pingsan Usai Curhat di Hadapan Jokowi

Baca: Aksi Paspampres Wanita Duel Amankan Pendemo hingga Evakuasi Taktis VVIP ke Save House

Baca: Terobos Paspampres, Ibu-ibu Bersimpuh di Kaki Jokowi kemudian Pingsan setelah Berkeluh Kesah

TONTON JUGA:

Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved