Mancanegara
Pasangan Pengasuh Lakukan Pelecehan Seksual hingga Bayi 2 Tahun Tewas saat Sang Bibi Pergi Kerja
TRIBUN-VIDEO.COM - Pasangan suami istri yang dipercaya untuk mengasuh seorang bayi berusia 2 tahun malah melakukan pelecehan hingga sang bayi tewas.
Dikutip dari World of Buzz, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut dititipkan oleh sang bibi yang sedang lakukan perjalanan kerja ke Terengganu, Malaysia.
Pada 3 September 2019, anak itu ditemukan tidak sadarkan diri pada jam 2 pagi waktu setempat.
Korban kemudian dilarikan ke departemen darurat Rumah Sakit Melaka di mana spesialis medis berusaha untuk menolong korban.
Namun sayangnya nyawa sang bayi tak berhasil ditolong.
Dokter yang bertugas menemukan luka memar di kepala dan paha korban.
Kepala Asisten Komisaris Investigasi Kriminal Negara Asisten Mohd Nor Yhazid Idris sejak itu mengkonfirmasi bahwa pasangan pengasuh tersebut telah ditahan dan kini di selidiki.
Diuduga korban tewas karena pelecehan fisik dan seksual yang berakibat kematian.
Kini pihak yang berwajib sedang menunggu hasil autopsi di Departemen Kedokteran Forensik Rumah Sakit Melaka.
(Tribun-Video.com/GPS)
ARTIKEL POPULER:
Baca: Pelaku Pelecehan Seksual di Lampu Merah Pekayon Bekasi Diamankan Polisi
Baca: Viral Video Pelecehan Seksual di Tangerang, Pelaku Remas Payudara hingga Tersungkur
Baca: Pelaku Pelecehan Seksual di Bintaro Diduga Kabur ke Luar Jakarta
TONTON JUGA:
Reporter: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Tribun Video
TRIBUNNEWS UPDATE
Malaysia Geram 10 Warganya Diculik Israel seusai Pembajakan Kapal Global Sumud Flotilla: Zionis Gila
4 hari lalu
Mancanegara
Malaysia-Singapura Kompak! Ide Purbaya Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka Ditolak Mentah-mentah
Jumat, 24 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Malaysia dan Singapura Tentang Candaan Menkeu Purbaya soal Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka
Jumat, 24 April 2026
Mancanegara
Reaksi Malaysia soal Ide Purbaya untuk Pajaki Selat Malaka: Tak Bisa Dilakukan secara Sepihak!
Kamis, 23 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rencana Purbaya Pajaki Kapal di Selat Malaka Buat Malaysia Geram, Harus Minta Persetujuan 4 Negara
Kamis, 23 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.