Kamis, 18 Juni 2026

EKSKLUSIF Ketua Aksi BEM UBK Bongkar Isi Pertemuan dengan Gibran: Bukan Setingan!

Kamis, 18 Juni 2026 11:44 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) membantah tudingan bahwa pertemuan mahasiswa dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres merupakan agenda yang telah diatur atau atau diskenariokan sebelumnya.

Wapres Gibran menerima perwakilan mahasiswa dari UBK dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) sekaligus Koordinator Aksi BEM UBK, Muhammad Abdi Maludin menegaskan pertemuan tersebut murni hasil diplomasi mahasiswa saat aksi unjuk rasa, bukan bagian dari skenario politik tertentu.

"Tidak ada unsur yang menunggangi kami. Itu murni kepentingan rakyat. Itu murni hasil dari gerakan kami di Universitas Bung Karno," tegas Abdi, saat sesi wawancara eksklusif bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, di Studio Tribunnews, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam, mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik dan masukan terkait berbagai program pemerintah, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga isu pendidikan.

Salah satu sorotan utama yang disampaikan mahasiswa adalah besarnya anggaran MBG yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

"Tolong Pak Prabowo, anggaran itu sangat fantastis. Satu hari Rp1 triliun. Harus ada penjelasan dan data yang jelas, digunakan untuk apa?" ujar Abdi.

Selain itu, BEM UBK juga meminta pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor pendidikan.

"Utamakan pendidikan. Ketika rakyat memiliki ilmu dan kepintaran, mereka bisa mencari makan sendiri," katanya.

Abdi mengungkapkan, hasil pertemuan dengan Gibran belum sepenuhnya memuaskan karena mahasiswa masih menunggu tindak lanjut konkret dari tuntutan yang telah disampaikan.

Karena itu, BEM UBK memberikan ultimatum kepada pemerintah selama 5x24 jam untuk memberikan kepastian atas berbagai aspirasi yang mereka suarakan. 

"Rakyat hari ini butuh kepastian. Itu sebabnya kami memberikan ultimatum 5x24 jam sebagai bentuk keresahan dan kemarahan rakyat," ujarnya.

Meski kritis terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, Abdi menegaskan tujuan gerakan mahasiswa hanya satu, yakni mendorong perbaikan kondisi bangsa.

"Tujuan kami hanya satu, memperbaiki Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja," tegasnya

Saksikan wawancara eksklusifnya selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved