Rabu, 17 Juni 2026

Nasional

SEMA UGM Buka Suara seusai Diskusi Ricuh, Sebut Pancasila Tak Boleh jadi Pemanis!

Selasa, 16 Juni 2026 21:25 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM) buka suara terkait kericuhan saat acara diskusi bertajuk Kopdar Bareng Mas Dar: Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia yang digelar di Auditorium Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Senin (15/6/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh tiga pejabat di kabinet Presiden Prabowo Subianto yaitu Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko.

SEMA UGM menyatakan bahwa pihaknya tidak terima ketika Sudaryono, Nusron, dan Budiman, berbicara terkait nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, ketiga menteri dan wakil menteri (wamen) Prabowo itu tidak pantas berbicara hal tersebut di tengah masyarakat yang dianggapnya telah dibungkam dan dikriminalisasi.

SEMA UGM menganggap mereka adalah sosok yang hina.

"Di kala masyarakat sudah terlalu sesak dengan kebodohan pemerintah dalam menangani berbagai permasalahan yang terjadi di negeri ini. Rakyat di berbagai kota sudah turun ke jalan, berteriak dengan serenteng tuntutannya, tapi di mana pemerintah saat itu?"

"Terhinalah mereka ketika berbicara mengenai nilai-nilai Pancasila di tengah kondisi suara rakyat dibungkam, dikriminalisasi, dan kritik dianggap gangguan," kata SEMA UGM dikutip dari akun Instagram resminya, Selasa (16/6/2026).

SEMA UGM juga menganggap Sudaryono, Nusron, dan Budiman sebagai sosok yang tak pantas berbicara soal Pancasila ketika mengesampingkan keadilan, kemanusiaan, dan kesejahteraan rakyat.

Sudaryono cs dianggap tidak pantas karena di saat yang bersamaan, mereka menghamburkan APBN demi program dan kunjungan luar negeri yang tidak bermanfaat.

"Seharusnya (APBN) bisa mereka gunakan untuk pendidikan gratis, memperbaiki sekolah-sekolah, menambal defisit BPJS, dan mensubsidi BBM. Omong kosong bicara Pancasila ketika pemerintah sendirilah yang mengingkari nilai-nilai Pancasila itu sendiri," jelasnya.

"Rezmi kita buta terhadap banyaknya kebijakan yang tidak pernah menyentuh permasalahan akarnya, MBG yang menyerap habis APBN kita, Koperasi Desa Merah Putih yang nirmanfaat. Pertanyaannya "Siapa yang sebenarnya rezim layani? Cita-cita Pancasila atau cita-cita untuk berkuasa," sambung SEMA UGM.

Selengkapnya: Kata SEMA UGM usai Acara Sudaryono Cs Digeruduk Mahasiswa: Pancasila Tak Seharusnya Cuma Pemanis


Editor: Elvera Kumalasari
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved