Tribunnews Update
Ramai-ramai Seruan #SellSingapore & Boikot Aplikasi sampai e-Commerce Negeri Singa, Publik Dukung RI
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Tagar #SellSingapore dan #BuyIndonesia ramai diperbincangkan di media sosial.
Warganet menyerukan dukungan terhadap produk dan layanan dalam negeri sebagai upaya peningkatan ekonomi Indonesia.
Baca: Ambisi Besar RI-Singapura, Sijori Bakal Disulap Jadi Jantung Industri Data Center & AI Asia Tenggara
Warganet sekaligus menyerukan pengurangan penggunaan sejumlah merek yang dianggap berasal dari Singapura.
Sejumlah poster boikot pun beredar luas di platform media sosial.
Di antaranya menampilkan nama bank, aplikasi transportasi, e-commerce, hingga perusahaan makanan yang dikaitkan dengan Singapura.
Kepekaan publik Indonesia ini seusai banyaknya narasi #sellIndonesia yang sebelumnya diduga bermula dari media Singapura.
Baca: Heboh Kebijakan Baru RI! Singapura Respons Danantara Ambil Alih Ekspor 3 Komoditas Strategis
Hal ini sekaligus menguatkan sentimen nasionalisme ekonomi dan ajakan untuk memperkuat industri dalam negeri.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada seruan resmi dari pemerintah Indonesia untuk memboikot produk atau perusahaan asal Singapura.
Narasi #SellSingapore menguat setelah muncul berbagai diskusi di media sosial terkait penguatan ekonomi nasional.
Hal ini berkaitan dengan langkah pemerintah membangun sistem yang lebih terintegrasi dalam pengelolaan investasi, ekspor, dan impor melalui Danantara.
Baca: Heboh! Temuan Mayat Wanita Diduga Warga dari Singapura di Kawasan Pollux Habibie, Kota Batam
Selain itu, perdebatan mengenai hubungan ekonomi Indonesia-Singapura serta isu aliran modal ke luar negeri turut memicu munculnya seruan untuk lebih mengutamakan produk dan layanan dalam negeri.
Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, juga telah merespons kebijakan baru pemerintah Indonesia yang menerapkan sistem ekspor satu pintu untuk tiga komoditas sumber daya alam strategis.
Dari kebijakan tersebut, ekspor kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi akan dikelola melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Gan Kim Yong mengatakan Singapura memahami setiap negara memiliki prioritas dan tantangan tersendiri dalam mengelola sumber daya alamnya.
Baca: Dari Atas Kapal Perang di Singapura, Menteri Pertahanan AS Kirim Peringatan Keras ke Iran
Atas hal itu, Singapura menghormati langkah yang diambil Indonesia.
Dalam konferensi pers pada Selasa (9/6), Gan menyebut, Singapura akan tetap menjadi mitra yang siap bekerja sama dengan Indonesia.
Ia menegaskan, Singapura ingin memastikan hubungan perdagangan dan rantai pasok antara kedua negara tetap berjalan lancar meski ada perubahan regulasi. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Reporter: Nila
Video Production: Dharma Aji Yudhaningrat
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Detik-detik Kapten TNI Dali Sigap Adang Pria yang Nekat Coba Peluk & Cium Prabowo di Lampung
3 jam lalu
Tribunnews Update
Esmail Baghaei Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan Besar, Sebut Negosiasi dengan AS Belum Final
3 jam lalu
Terkini Nasional
BMKG Ungkap Fenomena Bediding, Hujan Lebat Masih Mengintai Sejumlah Wilayah
3 jam lalu
Tribunnews Update
Reaksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit soal Ultimatum BEM SI Bakal Demo Besar 'Reformasi Jilid II'
3 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.