Nasional
Pertamina Naikan Harga Pertamax per 10 Juni 2026, RON 92 Tembus di Harga Rp16.250 per Liter
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri masih berada dalam kondisi aman.
Namun, di tengah stabilitas pasokan tersebut, pemerintah mengakui adanya kenaikan harga gas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat berada di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Ia menegaskan bahwa persoalan yang saat ini dihadapi sektor energi nasional bukan terkait ketersediaan gas, melainkan tekanan harga yang dipengaruhi perkembangan pasar energi global.
"Pasokan gas aman. Yang terjadi sekarang adalah kenaikan harga," kata Bahlil.
Menurut dia, tren kenaikan harga gas bukan hanya dialami Indonesia.
Berbagai negara juga menghadapi kondisi serupa karena harga energi dunia sedang bergerak naik seiring dinamika geopolitik dan perubahan permintaan pasar internasional.
Bahlil menjelaskan bahwa sektor energi, termasuk gas bumi, merupakan komoditas yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan global.
Ketika harga energi di pasar internasional mengalami peningkatan, dampaknya turut dirasakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.
Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga energi dunia guna memastikan dampaknya terhadap sektor industri maupun masyarakat dapat dikelola dengan baik.
Baca: AS Lagi-lagi Serang Iran! Teheran Meledak Dirudal, Trump Muak Negosiasi Tak Juga Capai Kesepakatan
Baca: Nenek di Sragen Temukan Dompet Orang, Minta Tebusan Rp1 Juta saat Diminta oleh Pemiliknya
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen energi dan kebutuhan pengguna di dalam negeri.
Ia menekankan bahwa kondisi pasokan gas nasional saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor, mulai dari industri, pembangkit listrik hingga kebutuhan rumah tangga.
Dengan demikian, masyarakat maupun pelaku usaha tidak perlu khawatir terhadap potensi gangguan ketersediaan gas.
"Pascokan tidak ada masalah. Yang menjadi tantangan adalah harga yang naik mengikuti perkembangan global," ujarnya.
Pernyataan Bahlil tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak melihat adanya ancaman krisis pasokan gas dalam waktu dekat.
Fokus pemerintah saat ini lebih diarahkan pada upaya menjaga stabilitas harga dan meminimalkan dampak kenaikan biaya energi terhadap aktivitas ekonomi nasional.
Di tengah ketidakpastian pasar energi global, pemerintah juga terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui optimalisasi produksi dalam negeri, pengembangan infrastruktur energi, serta diversifikasi sumber energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap gejolak pasar internasional.
Dengan kondisi pasokan yang masih terjaga, pemerintah berharap sektor industri dan dunia usaha tetap dapat beroperasi secara optimal meskipun menghadapi tekanan kenaikan harga energi.
Pemerintah juga memastikan akan terus melakukan langkah-langkah antisipatif agar kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi dan aktivitas ekonomi berjalan stabil.
(*)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Bahlil Blak-blakan! Meski Stok Gas Aman tapi Harganya Siap-siap Naik
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Setelah Pertamax Naik, BI Rate 5,50 Persen, Berpotensi Dongkrak Cicilan KPR
19 jam lalu
Terkini Nasional
Demo Protes Kenaikan Pertamax di Cikini Berujung Dibubarkan, Massa Soroti Tindakan Polisi
19 jam lalu
Tribunnews Update
[FULL] Harga Pertamax Meroket, Pengamat: Naiknya Gak Manusiawi, Rakyat Khawatir Komoditas Lain Naik
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.